Mengenal Gunung yang Menyimpan Gletser di Wilayah Tropis
Tata - Sunday, 08 November 2026 | 06:48 PM


Wilayah tropis umumnya dikenal memiliki suhu udara hangat karena berada di sekitar garis khatulistiwa. Hutan hujan, curah hujan tinggi, dan sinar matahari sepanjang tahun menjadi ciri khas kawasan ini. Meski demikian, tidak semua tempat di wilayah tropis memiliki suhu panas.
Di beberapa pegunungan dengan ketinggian ekstrem, suhu udara dapat turun hingga berada di bawah titik beku. Kondisi tersebut memungkinkan terbentuknya gletser, yaitu kumpulan es yang terbentuk dari penumpukan salju selama bertahun-tahun dan bergerak perlahan akibat pengaruh gravitasi.
Salah satu contoh paling menarik dapat ditemukan di Pegunungan Jayawijaya, Papua, yang dahulu memiliki gletser tropis di sekitar kawasan Puncak Jaya.
1. Pegunungan Jayawijaya, Rumah Gletser di Indonesia
Pegunungan Jayawijaya merupakan rangkaian pegunungan tinggi yang membentang di Pulau Papua. Kawasan ini memiliki sejumlah puncak menjulang, termasuk Puncak Jaya yang memiliki ketinggian sekitar 4.884 meter di atas permukaan laut.
Ketinggian tersebut membuat suhu udara di sekitar puncaknya jauh lebih rendah dibandingkan wilayah dataran rendah Papua. Dalam kondisi tertentu, suhu yang sangat dingin memungkinkan salju menumpuk dan berubah menjadi es yang bertahan dalam waktu lama.
Keberadaan gletser di kawasan ini menjadi fenomena langka karena Papua terletak di wilayah tropis yang mendapatkan sinar matahari cukup sepanjang tahun.
2. Bagaimana Gletser Bisa Terbentuk di Daerah Tropis?
Gletser tidak hanya terbentuk di wilayah kutub. Faktor utama yang memungkinkan pembentukannya adalah suhu rendah dan keseimbangan antara jumlah salju yang menumpuk dengan es yang mencair.
Di pegunungan tinggi, suhu udara biasanya semakin menurun seiring bertambahnya ketinggian. Ketika salju yang turun terus menumpuk dan tidak mencair sepenuhnya, lapisan tersebut akan mengalami pemadatan selama bertahun-tahun.
Salju yang semakin padat akhirnya berubah menjadi es gletser. Dalam jangka panjang, massa es ini dapat bergerak perlahan menuruni lereng karena pengaruh gravitasi.
Itulah sebabnya gunung yang berada di wilayah tropis tetap dapat memiliki gletser apabila kondisi ketinggian dan iklimnya mendukung.
3. Mengapa Gletser di Papua Semakin Menyusut?
Gletser tropis di Papua mengalami penyusutan yang cukup besar dalam beberapa dekade terakhir. Salah satu penyebab utamanya adalah peningkatan suhu udara yang membuat proses pencairan es berlangsung lebih cepat.
Selain itu, perubahan pola curah hujan dan kondisi iklim juga dapat memengaruhi keseimbangan antara penumpukan salju dan pencairan es.
Jika jumlah es yang mencair lebih besar daripada salju baru yang menumpuk, ukuran gletser akan terus berkurang. Proses tersebut dapat menyebabkan lapisan es menjadi semakin tipis dan luas wilayahnya menyusut.
Fenomena ini menjadi salah satu tanda nyata perubahan iklim yang dapat diamati di lingkungan pegunungan tropis.
4. Gletser Tropis Menjadi Bagian Penting Penelitian Iklim
Keberadaan gletser di wilayah tropis memiliki nilai ilmiah yang besar. Lapisan es dapat menyimpan informasi mengenai kondisi iklim pada masa lalu melalui susunan dan karakteristik lapisannya.
Para peneliti dapat mempelajari perubahan suhu, pola curah hujan, serta kondisi lingkungan dari waktu ke waktu melalui pengamatan terhadap gletser.
Penyusutan gletser di Papua juga memberikan gambaran tentang bagaimana perubahan iklim memengaruhi kawasan pegunungan tinggi. Informasi tersebut penting untuk memahami perubahan lingkungan dalam skala regional maupun global.
5. Gletser Tropis Termasuk Fenomena yang Langka
Tidak banyak kawasan tropis yang memiliki gletser karena sebagian besar wilayahnya memiliki suhu terlalu hangat untuk mempertahankan salju dalam jangka panjang.
Selain Papua, beberapa pegunungan tinggi di kawasan Andes, Afrika Timur, dan wilayah tropis lainnya juga pernah memiliki gletser. Namun, banyak di antaranya mengalami penyusutan akibat perubahan iklim.
Keberadaan gletser di daerah tropis menunjukkan bahwa garis khatulistiwa tidak selalu identik dengan suhu panas. Ketinggian suatu wilayah dapat menciptakan kondisi lingkungan yang sangat berbeda dari daerah sekitarnya.
Gletser di Wilayah Tropis Menjadi Pengingat Perubahan Iklim
Pegunungan Jayawijaya merupakan contoh menarik bagaimana gletser dapat terbentuk di wilayah tropis. Suhu dingin pada ketinggian ekstrem memungkinkan salju bertahan dan berubah menjadi lapisan es selama bertahun-tahun.
Namun, gletser di Papua kini mengalami penyusutan yang mengkhawatirkan akibat perubahan iklim. Fenomena ini tidak hanya menjadi perhatian para peneliti, tetapi juga pengingat bahwa perubahan suhu bumi dapat memengaruhi lingkungan hingga ke puncak pegunungan yang sangat tinggi.
Keberadaan gletser tropis merupakan fenomena alam langka yang penting untuk dipelajari dan dipahami.
Next News

Mengapa Iga Bakar Memiliki Aroma Khas yang Menggugah Selera?
in 3 hours

Mengapa Lokasi Syuting Bisa Memengaruhi Suasana dalam Film?
in 3 hours

Mengapa Pegangan Tangga Penting untuk Menjaga Keselamatan di Rumah?
in 3 hours

Mengapa Beberapa Bunga Menguncup Ketika Malam Tiba?
in 3 hours

Mengapa Bentuk Vas Bunga Bisa Memengaruhi Keindahan Dekorasi Ruangan?
in 3 hours

Guci Antik dan Guci Modern, Apa Perbedaan dari Segi Bentuk dan Fungsinya?
in 3 hours

Bagaimana Tanah Liat Terbentuk dari Pelapukan Batuan?
in 3 hours

Mengapa Suara di Pegunungan Terkadang Terdengar Menggema?
in 3 hours

Mengapa Kuda Perlu Dilatih Sebelum Digunakan untuk Berkuda?
in 2 hours

Mengapa Kesemutan Bisa Disertai Sensasi seperti Tertusuk Jarum?
in 2 hours





