Minggu, 8 November 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengapa Kesemutan Bisa Disertai Sensasi seperti Tertusuk Jarum?

Tata - Sunday, 08 November 2026 | 06:42 PM

Background
Mengapa Kesemutan Bisa Disertai Sensasi seperti Tertusuk Jarum?

Kesemutan merupakan sensasi tidak biasa yang sering dirasakan pada tangan, kaki, jari, atau bagian tubuh lainnya. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa geli, kebas, mati rasa, hingga sensasi seperti tertusuk jarum kecil secara berulang.

Dalam istilah medis, kesemutan dikenal sebagai parestesia. Sensasi tersebut berkaitan dengan aktivitas saraf yang bertugas mengirimkan informasi dari berbagai bagian tubuh menuju otak. Ketika saraf mengalami tekanan atau gangguan, proses pengiriman sinyal dapat berubah sehingga menimbulkan sensasi yang tidak biasa.

1. Saraf Mengalami Tekanan

Salah satu penyebab paling umum kesemutan adalah tekanan pada saraf. Kondisi ini dapat terjadi ketika seseorang duduk terlalu lama dengan posisi tertentu, menyilangkan kaki, atau tidur dengan tangan tertindih.

Tekanan tersebut dapat mengganggu fungsi saraf dan aliran darah di sekitarnya. Akibatnya, sinyal saraf yang dikirimkan menuju otak menjadi terganggu.

Ketika posisi tubuh kembali normal, saraf mulai berfungsi seperti biasa. Pada saat itulah seseorang terkadang merasakan sensasi seperti ditusuk jarum atau dialiri getaran kecil.



2. Pengiriman Sinyal Saraf Mengalami Gangguan

Saraf memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi mengenai sentuhan, suhu, tekanan, dan rasa sakit. Informasi tersebut dikirimkan melalui impuls listrik menuju sistem saraf pusat.

Ketika saraf mengalami iritasi, tekanan, atau kerusakan, impuls yang dikirimkan bisa menjadi tidak normal. Otak kemudian menerima sinyal yang tidak biasa dan menerjemahkannya sebagai sensasi geli, kebas, atau seperti tertusuk jarum.

Inilah salah satu alasan mengapa kesemutan terkadang terasa meskipun tidak ada benda yang benar-benar menusuk kulit.

3. Aliran Darah Sementara Berkurang

Posisi tubuh tertentu dapat menekan pembuluh darah sehingga aliran darah menuju bagian tubuh tertentu menjadi berkurang untuk sementara waktu.

Ketika kondisi tersebut berlangsung, jaringan saraf di sekitarnya dapat mengalami perubahan fungsi. Setelah tekanan dilepaskan dan aliran darah kembali membaik, sensasi kesemutan bisa muncul atau terasa semakin kuat.



Namun, kesemutan tidak selalu disebabkan oleh gangguan aliran darah. Tekanan langsung pada saraf juga menjadi penyebab yang sangat umum.

4. Kekurangan Vitamin B12

Vitamin B12 merupakan salah satu nutrisi penting untuk menjaga kesehatan sistem saraf. Vitamin ini berperan dalam pembentukan sel darah merah serta pemeliharaan lapisan pelindung saraf yang disebut mielin.

Apabila tubuh kekurangan vitamin B12, fungsi saraf dapat terganggu. Salah satu gejalanya adalah kesemutan yang sering muncul pada tangan dan kaki.

Jika berlangsung dalam waktu lama tanpa penanganan, kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan kerusakan saraf yang lebih serius. Karena itu, kesemutan yang berulang atau menetap sebaiknya diperiksakan untuk mengetahui penyebabnya.

5. Diabetes Dapat Memengaruhi Kesehatan Saraf

Penderita diabetes memiliki risiko mengalami neuropati diabetik, yaitu kerusakan saraf akibat kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang.



Gangguan ini sering menimbulkan kesemutan, rasa terbakar, nyeri, atau mati rasa, terutama pada telapak kaki dan jari-jari kaki. Gejalanya dapat berkembang secara perlahan dan terkadang muncul pada kedua sisi tubuh.

Pengendalian kadar gula darah serta pemeriksaan kesehatan secara rutin penting untuk membantu mengurangi risiko kerusakan saraf lebih lanjut.

6. Saraf Terjepit Juga Bisa Menyebabkan Kesemutan

Kesemutan yang disertai sensasi seperti tertusuk jarum juga dapat terjadi akibat saraf terjepit. Kondisi ini muncul ketika saraf mendapatkan tekanan dari jaringan di sekitarnya, misalnya tulang, otot, atau bantalan antarruas tulang belakang.

Salah satu contohnya adalah saraf terjepit di area leher atau pinggang. Gangguan tersebut dapat menimbulkan kesemutan yang menjalar ke tangan atau kaki, terkadang disertai nyeri dan kelemahan otot.

Lokasi kesemutan biasanya bergantung pada saraf yang mengalami tekanan.



7. Kapan Kesemutan Perlu Diwaspadai?

Kesemutan yang muncul setelah duduk terlalu lama biasanya akan membaik setelah posisi tubuh diubah. Namun, kondisi yang sering berulang, berlangsung lama, atau semakin parah perlu mendapatkan perhatian.

Segera cari pertolongan medis darurat apabila kesemutan muncul secara tiba-tiba disertai kelemahan atau kelumpuhan pada satu sisi tubuh, wajah menurun sebelah, kesulitan berbicara, gangguan penglihatan, atau kehilangan keseimbangan. Gejala tersebut dapat menjadi tanda stroke.

Pemeriksaan dokter juga diperlukan jika kesemutan terus berlangsung, menyebar, disertai nyeri, atau mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kesimpulan

Sensasi seperti tertusuk jarum saat kesemutan terjadi karena adanya perubahan atau gangguan pada aktivitas saraf dalam mengirimkan sinyal menuju otak. Penyebabnya dapat berupa tekanan saraf sementara, perubahan aliran darah, kekurangan vitamin B12, diabetes, hingga saraf terjepit.

Kesemutan sesekali akibat posisi tubuh biasanya tidak berbahaya. Namun, jika terjadi berulang, menetap, atau disertai gejala lain, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan dan perlu diperiksa untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya.