Teliti Membaca Label Gizi Produk Supaya Tidak Tertipu Klaim "Sehat"
RAU - Tuesday, 03 March 2026 | 08:55 AM


Pernah tidak,kita berdiri cukup lama di depan rak minimarket? Membalik kemasan, membaca bagian belakangnya sebentar, lalu akhirnya tetap memasukkannya ke keranjang karena tertulis "tinggi serat" atau "low fat".
Masalahnya, tidak semua klaim di bagian depan kemasan mencerminkan keseluruhan isi produk. Di sinilah pentingnya membaca label gizi dengan cermat.
Mari kita pelan-pelan pahami.
1️⃣ Perhatikan Dulu Takaran Saji (Serving Size)
Ini yang paling sering diabaikan.
Di label biasanya tertulis:
Takaran saji: 30 gram (sekitar 3 keping)
Artinya, semua angka nutrisi yang tertera dihitung berdasarkan 30 gram tersebut — bukan satu kemasan penuh.
Kalau satu kemasan berisi 3 takaran saji, dan kamu menghabiskan semuanya, maka:
Kalori harus dikalikan 3
Gula harus dikalikan 3
Lemak juga dikalikan 3
Sering kali produk terlihat "hanya 120 kalori", padahal satu bungkus bisa menjadi 360 kalori.
Menurut pedoman dari World Health Organization (WHO), pengendalian porsi adalah salah satu faktor penting dalam mencegah obesitas dan penyakit metabolik.
2️⃣ Jangan Hanya Lihat Kalori
Kalori penting, tapi bukan satu-satunya penentu sehat atau tidak.
Yang lebih perlu diperhatikan:
•Gula total
•Lemak jenuh
•Natrium (garam)
•Serat
•Protein
Produk bisa rendah kalori, tapi tinggi gula atau natrium.
3️⃣ Waspada dengan Gula Tersembunyi
WHO merekomendasikan konsumsi gula tambahan maksimal 10% dari total energi harian, idealnya di bawah 5% (sekitar 25 gram per hari untuk orang dewasa).
Masalahnya, gula sering tidak ditulis hanya sebagai "gula".
Ia bisa muncul dengan nama lain:
•Sukrosa
•Glukosa
•Fruktosa
•Maltosa
•Sirup jagung
•Dextrose
•Molase
Jika bahan-bahan tersebut muncul di urutan awal daftar komposisi, artinya produk tersebut tinggi gula.
4️⃣ Cek Urutan Daftar Bahan (Ingredients List)
Ini rahasia yang jarang disadari.
Bahan ditulis berdasarkan jumlah terbanyak ke yang paling sedikit.
Jika urutan pertama adalah:
•Gula
•Tepung terigu
•Minyak sawit
Artinya itu adalah komponen utama produk tersebut.
Sebaliknya, jika kamu mencari camilan tinggi serat tapi serat atau gandum utuh muncul di urutan ke-5 atau ke-6, kemungkinan jumlahnya sangat sedikit
5️⃣ Perhatikan Lemak Jenuh dan Lemak Trans
Lemak jenuh berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. WHO menyarankan asupan lemak jenuh kurang dari 10% total kalori harian.
Jika ada tulisan:
"Partially hydrogenated oil" Itu tanda adanya lemak trans, yang sebaiknya dihindari.
6️⃣ Lihat Kandungan Natrium
Banyak produk "gurih" ternyata menyimpan natrium tinggi.
Sebagai gambaran:
Batas konsumsi natrium yang disarankan WHO: kurang dari 2000 mg per hari (sekitar 1 sendok teh garam).
Jika satu porsi makanan sudah mengandung 800–1000 mg, artinya setengah jatah harian sudah habis dalam sekali makan.
7️⃣ Jangan Terlalu Percaya Klaim Depan Kemasan
Tulisan seperti:
"Low fat"
"No sugar added"
"High fiber"
"Natural"
Belum tentu berarti sehat secara keseluruhan.
Contoh: Produk "low fat" sering mengganti lemak dengan gula agar tetap terasa enak.
Maka yang harus dibaca tetap bagian belakang kemasan.
8️⃣ Bandingkan Produk Sejenis
Cara paling bijak saat belanja:
Ambil dua produk sejenis.
Bandingkan:
•Gula
•Natrium
•Lemak jenuh
•Serat
Pilih yang:
~Gulanya lebih rendah
~Natriumnya lebih rendah
~Seratnya lebih tinggi
Itu lebih objektif daripada percaya slogan.
Kenapa Ini Penting untuk Keluarga?
Karena kebiasaan kecil seperti ini menentukan:
••Risiko obesitas anak
••Kadar gula darah
••Tekanan darah
••Kesehatan jantung jangka panjang
Membaca label gizi mungkin terasa ribet di awal. Tapi setelah terbiasa, hanya butuh 10–15 detik untuk membuat keputusan yang lebih sehat.
Dan itu keputusan yang dampaknya bisa bertahun-tahun.
Next News

Melarikan Diri Sejenak ke Alam: Cara Sederhana Menjaga Kewarasan di Tengah Hustle Culture
in 6 hours

Lingkungan Bersih, Pikiran Tenang: Mengapa Kebiasaan Bersih-Bersih Bisa Jadi Bentuk Self-Love
in 6 hours

Mengapa Belajar Hal Baru Penting untuk Hidup, Bukan Sekadar Menambah Isi CV
in 6 hours

Istirahat Bukan Tanda Malas: Mengapa Tubuh dan Pikiran Membutuhkannya
in 6 hours

Bukan Sekadar Mengisi Waktu, Ini Alasan Mengapa Hobi Penting untuk Kesehatan Mental
in 6 hours

Sarapan Penting atau Sekadar Kebiasaan? Ini Alasan Kenapa Tubuh Membutuhkannya
in 6 hours

Kenapa Ada Orang yang Selalu Menyetel HP ke Mode Silent? Ini 3 Penjelasan dari Sisi Psikologi
in 5 hours

Dilema di Depan Rak Telur: Pilih Si Kampung yang Klasik atau Omega yang Mewah?
9 hours ago

Siang Bolong, Es Cincau, dan Dilema Klasik: Apa Sih Bedanya Cincau Hijau dan Hitam?
9 hours ago

Bedanya Arabika dan Robusta: Pilih Mana yang Pas Buat Teman Ngopi Kamu?
9 hours ago





