Senin, 11 Mei 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Suara Ibu Terbukti Ilmiah Mampu Menurunkan Stres, Efeknya Hampir Setara Pelukan

Laila - Monday, 11 May 2026 | 05:25 PM

Background
Suara Ibu Terbukti Ilmiah Mampu Menurunkan Stres, Efeknya Hampir Setara Pelukan

Bayangkan setelah menjalani hari yang penuh tekanan—pekerjaan menumpuk, atasan sulit diajak berkompromi, serta perjalanan pulang yang melelahkan. Setibanya di rumah, tubuh terasa letih dan pikiran dipenuhi beban. Dalam kondisi seperti itu, banyak orang mencari pelarian melalui media sosial atau belanja daring untuk mendapatkan kepuasan sesaat.

Namun, ada cara yang jauh lebih sederhana dan terbukti secara ilmiah untuk meredakan stres: menghubungi ibu dan mendengarkan suaranya.

Penjelasan Ilmiah di Balik Suara Ibu

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Wisconsin-Madison menemukan fakta menarik terkait hubungan emosional antara anak dan ibu. Dalam penelitian tersebut, anak perempuan berusia 7 hingga 12 tahun diminta menjalani aktivitas yang memicu stres, seperti berbicara di depan umum dan mengerjakan soal matematika yang menantang.

Setelah tingkat stres meningkat, para peserta dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama diizinkan bertemu dan dipeluk langsung oleh ibunya. Kelompok kedua hanya berbicara dengan ibu melalui telepon. Sementara kelompok ketiga menonton film yang dianggap menenangkan.

Hasilnya menunjukkan bahwa kadar kortisol—hormon yang berperan dalam respons stres—menurun secara signifikan pada kelompok yang bertemu langsung maupun yang hanya mendengar suara ibu melalui telepon. Bahkan, peningkatan hormon oksitosin yang berkaitan dengan rasa nyaman dan kedekatan emosional pada kelompok telepon hampir setara dengan kelompok yang mendapatkan pelukan fisik.



Temuan ini menegaskan bahwa suara ibu memiliki pengaruh biologis yang nyata terhadap sistem regulasi emosi seseorang.

Mengapa Suara Lebih Efektif daripada Pesan Teks?

Dalam era komunikasi digital, pesan singkat memang menjadi pilihan utama. Namun, komunikasi berbasis suara memiliki dimensi emosional yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teks.

Intonasi, jeda bicara, serta nuansa emosional yang terkandung dalam suara mampu memberikan rasa aman yang lebih mendalam. Secara perkembangan biologis, manusia telah mengenal suara ibu sejak dalam kandungan. Oleh karena itu, suara tersebut tersimpan sebagai memori emosional yang berkaitan dengan rasa perlindungan dan keamanan.

Relevansi bagi Anak Rantau

Bagi individu yang tinggal jauh dari keluarga, suara ibu sering kali menjadi simbol kenyamanan dan ketenangan. Percakapan sederhana dapat membantu meredakan tekanan psikologis dan mengembalikan keseimbangan emosional.

Lebih dari sekadar percakapan, komunikasi rutin dengan orang tua juga berkontribusi dalam membangun ketahanan mental (resiliensi) dan memperkuat hubungan keluarga.



Pentingnya Komunikasi Rutin

Sering kali seseorang menghubungi orang tua hanya ketika menghadapi masalah. Padahal, komunikasi yang terjalin secara teratur memberikan manfaat emosional bagi kedua belah pihak.

Dalam perkembangan teknologi yang semakin canggih, hubungan manusiawi yang tulus tetap memiliki peran yang tidak tergantikan. Kehangatan suara seorang ibu tidak dapat disubstitusi oleh aplikasi atau kecerdasan buatan mana pun.

Mendengarkan suara ibu bukan sekadar aktivitas emosional, melainkan juga memiliki dasar ilmiah yang kuat dalam membantu menurunkan stres. Efeknya hampir setara dengan pelukan langsung.

Melakukan panggilan singkat selama beberapa menit dapat membantu menurunkan kadar kortisol dan meningkatkan oksitosin dalam tubuh. Di tengah kesibukan dan tekanan hidup modern, langkah sederhana ini dapat menjadi bentuk perawatan diri yang efektif dan bermakna.