Strategi Data Akurat Jadi Kunci Gus Irawan Gaet Bantuan Pusat untuk Korban Banjir Tapsel
Liaa - Thursday, 02 April 2026 | 03:21 AM


MEDAN
Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu kembali merespon terkait kecepatan bantuan yang diterima warga Tapsel penyintas bencana banjir bandang akhir tahun lalu sehingga Presiden, Menteri, BNPB, TNI/Polri, Gubsu dan NGO bahu membahu menyalurkan bantuan.
Gus Irawan Pasaribu, Bupati Tapanuli Selatan, kepada media, Rabu (1/4/2026), mengungkapkan 'rahasianya' mengakses bantuan pusat dan provinsi yang kemudian membuat Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden, para menteri Kabinet Merah Putih, BNPB, Gubsu dan NGO bergantian datang ke Tapsel memberikan bantuan. Perhatian, dorongan, pendampingan dan bantuan BNPB juga sangat besar, termasuk dari Gubernur Sumut M. Bobby Afif Nasution, kata dia. Bahkan Presiden Prabowo Subianto mengikuti pergantian malam tahun baru di Batang Toru, Tapsel.
Pernyataan Gus Irawan ini juga merespon kembali pujian yang sudah disampaikan Mendagri Tito Karnavian dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait saat berkunjung menyerahkan 120 kunci rumah hunian tetap di Desa Hapesong Tapsel pekan lalu.
"Kehadiran negara dalam penanganan bencana di Tapsel luar biasa. Kami merasakan kehadirannya dan mengucapkan terimakasih. Terbukti dari pejabat negara, Presiden, Wakil Presiden, Menteri Kabinet Merah Putih, bahkan ada yang berulang kali datang. Kita mengerti kehadiran mereka untuk mengecek situasi dengan base on data dan evidence base yang kita punya," kata Gus Irawan.
Bupati Tapsel ini menyatakan secara pribadi mengerti betul terkait peran negara. "Bahwa sebetulnya negara menyiapkan banyak dana siap pakai yang dikelola pemerintah pusat. Tapi kan dana itu harus kita jolok. Menjoloknya tidak bisa pakai galah. Ya harus pakai data yang sudah terverifikasi dan tervalidasi."
"Perhatian pemerintah yang sangat besar itu memotivasi saya dan jajaran. Bahasa saya begini, jangan orang pula lebih bersungguh menangani bencana ini. Mereka sifatnya membantu, justru kita di Tapsel yang paling bertanggungjawab atas situasi tersebut. Kalau orang mau membantu maka semangat kita harus dua kali lipat dari mereka yang mengulurkan bantuan," kata Gus Irawan.
"Nah ini negara membantu, NGO juga banyak mengulurkan tangan, banyak organisasi. Tentu itu selalu jadi bahan saya bahwa mereka membantu karena didorong rasa kemanusiaan. Jangan kemudian kita yang di daerah kalah semangat dengan mereka yang membantu," ucapnya. Gus Irawan menyatakan hal itulah yang kemudian membuatnya mengeksplore data semaksimal mungkin yang valid dan terverifikasi.
"Apalagi misalnya terkait berbagai bantuan-bantuan Pak Mendagri. Waduh, mungkin di awal-awal bencana kita hampir tiap hari zoom. Kemudian setelah beliau Kasatgas kita komunikasi lebih intens lagi. Pak Mendagri selalu mengingatkan data, data, dan data. Kesungguhannya luar biasa. Nah, kalau Pak Mendagri ini ke Tapsel sudah tak terhitung. Menteri PU juga. Bukan saja soal bantuan hunian tapi juga soal pengelolaan air minum. Yang harusnya hari libur pun beliau malah berkunjung ke Tapsel. Di hari libur, hari Minggu, hari raya Imlek datang. Itu menunjukkan kesungguhan. Jangan pula orang dari pusat, NGO dan organisasi lain lebih bersungguh menyelesaikan bencana ini daripada kami yang di daerah. Karena sesungguhnya yang paling bertanggungjawab adalah kita sendiri di Tapsel," jelasnya.
Jadi bantuan-bantuan yang datang itu merupakan motivasi bagi Tapsel apalagi ketika Yayasan Buddha Tzu Chi turut membantu rumah hunian tetap. "Inisiatif awalnya dari Menteri PKP Pak Maruarar. Luar biasa. Pak Menteri ini dari awal bencana dulu sudah mengajak kita zoom, melibatkan berbagai kementerian."
Jadi keterlibatan Yayasan Buddha Tzu Chi inisiatif dari Menteri Maruarar yang kemudian menggalang untuk gotong royong. "Bagi kami, langkahnya sangat membantu. Coba apa urusannya misalnya Buddha Tzu Chi membantu pembangunan rumah tapi Menteri Maruarar memfasilitasinya. Bukan uang kecil yang mereka bawa. Ada 227 rumah yang mereka bantu," jelas Gus Irawan
"Sehingga kami di Tapsel merasa punya tanggungjawab moral yang lebih besar dan perhatian atas berbagai pihak yang mengulurkan bantuan," kata dia. Ketika ditanyakan ke Gus Irawan kebiasan instansi pemerintah yang lemah dalam data tapi kemudian Tapsel bisa mengubahnya, langkah apa yang dilakukan?
"Soal data tentu wajib valid. Caranya, saya kemudian turun ke seluruh jajaran pemerintahan. Saya sampaikan pesan bahwa semua harus terdata dan dipertanggungjawabkan. Di Tingkat dusun dan desa pun saya turun. Kemudian rekap data di kecamatan. Dari kecamatan kemudian masuk kabupaten," jelasnya.
Gus Irawan menyatakan setiap pegawai pemerintahan harus berjuang optimal memenuhi data masyarakat terdampak. Pesan saya ke seluruh aparatur, semakin cepat kita menaikkan data semakin cepat pula kehadiran negara. Ketika APBN sudah turun akan semakin cepat pula masyarakat mengatasi kesulitannya.
"Dalam penanganan bencana kita semua memperjuangkan warga dengan data akurat. Kita validasi lagi. Setelah bantuan diterima pun kita cross check lagi ke penerima bantuan sampai atau tidak," tuturnya.
Sebagai Bupati Tapsel, Gus Irawan sudah mewanti-wanti bawahannya kalau ternyata ada penyimpangan bantuan atau tak tepat sasaran, sanksi hukum pidana sudah menanti. "Jangan coba-coba main-main dengan bantuan. Itu pidana. Saya sudah wanti-wanti sejak awal. Penyimpangan data minor pasti ada tapi itu akan kita verifikasi lagi di tahap kedua nanti. Misalnya jika ada warga yang belum mendapatkan bantuan nanti akan diusulkan berikutnya."
"Saya pastikan semua bantuan memang tersalur tepat sasaran untuk pengungsi.
Kalau di dalam perjalanan ada orang yang belum terdata akan kami masukkan di tahap kedua," jelasnya.
Terkait jumlah bantuan hunian tetap yang akan diterima warga nantinya akan mencapai 1.801 unit. Progres pembangunannya berlanjut sampai kemudian semua mendapatkan hunian tetap, kata Gus Irawan. Dia merinci dari proses pembangunan itu ada 200 unit huntap yang insitu lalu ada 133 eksitu mandiri serta1.444 yang terpusat. Jadi totalnya sudah 1.777. Tapi kemudian nanti ada tambahan 24 lagi karena ada data baru sehingga totalnya menjadi 1.801 unit. Menurut dia, ini nanti termasuk stimulan perbaikan rumah rusak berat.
Next News

Bupati Saipullah Rotasi 59 Pejabat Madina, Minta ASN Jaga Integritas
14 hours ago

Rakortekrenbang Tahun 2026 Digelar, Tapsel Dorong Hilirisasi Komoditas Unggulan untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi
a day ago

Komunikasi Politik dan Transparansi Jadi Kunci, Bupati Tapsel Diapresiasi Mendagri dan Menteri PKP
a day ago

Operasi Ketupat Toba 2026 Efektif, Gangguan Kamtibmas dan Laka Lantas di Sumut Turun Signifikan
2 days ago

Produksi Cabai Merah Sumut Surplus 21 Ribu Ton, Harga di Tingkat Petani Anjlok
2 days ago

Petani Bawang Karo Demo di DPRD Sumut, Tuntut Penertiban Impor Ilegal dan Evaluasi Pejabat
3 days ago

Bulog Sumut Tingkatkan Penyaluran Beras SPHP Jadi 500 Ton per Hari, Stabilkan Harga di Pasar
3 days ago

Pemkab Tapsel Serahkan LKPD 2025 ke BPK RI, Bupati Gus Irawan Optimistis Raih Hasil Terbaik
3 days ago

Pujian Tito Karnavian dan Maruarar Sirait Jadi Bukti Validitas Data Pemkab Tapsel Tangani Bencana
2 days ago

Bupati Putra Mahkota Alam Resmikan Kantor Baru Pemkab Padanglawas, Momentum Halal Bihalal dan Semangat Kerja
3 days ago





