Sabtu, 28 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Si Kecil Susah BAB? Jangan Langsung Panik, Lakukan Hal Ini

Tata - Saturday, 28 February 2026 | 04:45 PM

Background
Si Kecil Susah BAB? Jangan Langsung Panik, Lakukan Hal Ini

Drama di Balik Pintu Kamar Mandi: Cara Alami Atasi Sembelit pada Si Kecil Tanpa Drama Obat Kimia

Bayangkan situasi ini: Hari Minggu yang tenang, kopi sudah di tangan, dan niatnya ingin santai sejenak. Tiba-tiba, dari arah kamar mandi terdengar lengkingan suara si kecil yang sedang berjuang sekuat tenaga. Wajahnya merah padam, keringat sebesar biji jagung muncul di dahi, dan ia mulai merengek ketakutan. Ya, drama sembelit alias susah buang air besar (BAB) menyerang lagi. Kalau sudah begini, biasanya orang tua bakal langsung panik dan kepikiran buat lari ke apotek beli obat pencahar instan.

Eits, tunggu dulu. Sebelum buru-buru kasih obat kimia yang masuk lewat "pintu belakang" atau sirup pencahar yang bikin ketergantungan, sebenarnya alam sudah menyediakan banyak solusi yang jauh lebih ramah buat usus mungil mereka. Sembelit pada anak itu ibarat macet di jalan tol; kita nggak butuh ledakan besar buat mengurainya, kita cuma butuh manajemen lalu lintas yang lebih baik.

Kenapa Sih Anak Bisa "Macet" di Tengah Jalan?

Sebelum masuk ke solusi, kita harus paham dulu kenapa si kecil bisa sembelit. Biasanya, pelakunya nggak jauh-jauh dari pola makan yang kurang serat, kurang minum, atau kebiasaan menahan BAB karena asyik main. Kadang, ada juga faktor psikologis seperti trauma karena pernah merasa sakit saat mengejan sebelumnya. Alhasil, mereka jadi takut buat pup, feses makin keras, dan lingkaran setan itu pun dimulai.

Nah, daripada terus-terusan mengandalkan bahan kimia, yuk coba beberapa jurus alami yang jauh lebih santai tapi ampuh berikut ini.

1. Kekuatan "Duo Maut": Pepaya dan Buah Naga

Kalau bicara soal sembelit, pepaya adalah legenda yang belum tergantikan. Kandungan enzim papain di dalamnya itu ibarat "pelumas" alami buat usus. Tapi, kalau anak mulai bosan sama pepaya, cobalah buah naga merah. Percaya deh, buah naga ini adalah MVP dalam urusan memperlancar pencernaan. Tekstur biji-bijian kecilnya berfungsi sebagai serat alami yang sangat efektif. Biasanya, nggak butuh waktu lama setelah makan buah naga, si kecil bakal langsung dapet "panggilan alam".



2. Cairan adalah Koentji

Banyak orang tua fokus kasih makan serat banyak-banyak, tapi lupa kasih minum. Padahal, serat tanpa air itu malah bisa bikin feses makin keras dan macet di dalam. Ibarat kita mau menyiram kotoran di selokan tapi airnya cuma setetes, ya nggak jalan, dong. Pastikan si kecil cukup minum air putih sepanjang hari. Kalau mereka bosan air putih, bisa diselingi dengan jus buah asli (tanpa gula tambahan) atau air kelapa yang segar. Cairan yang cukup bakal bikin feses lebih lunak dan mudah meluncur keluar tanpa perlu drama ngeden berlebihan.

3. Ritual Pijat "I Love You" (ILU)

Ternyata, sentuhan tangan orang tua itu ajaib. Ada teknik pijat perut yang populer disebut pijat "I Love You". Caranya simpel: baringkan anak dengan santai, lalu gunakan dua atau tiga jari untuk memijat perutnya. Mulai dengan membentuk huruf "I" di sisi kiri perutnya (dari atas ke bawah), lalu bentuk huruf "L" terbalik dari sisi kanan atas ke kiri bawah, dan terakhir bentuk huruf "U" terbalik dari kanan bawah melingkar ke kiri bawah. Pijatan lembut ini membantu merangsang gerakan peristaltik usus supaya kotoran terdorong ke arah pembuangan. Plus, ini bisa jadi momen bonding yang manis antara kita dan anak.

4. Ajak Bergerak, Jangan Biarkan "Mager"

Di zaman gadget sekarang, banyak anak yang betah duduk berjam-jam nonton YouTube atau main game. Padahal, gerakan tubuh itu sangat berpengaruh pada gerakan usus. Coba deh ajak mereka lari-lari kecil, main petak umpet, atau sekadar joget-joget lucu di ruang tamu. Saat tubuh bergerak, usus juga ikut terstimulasi untuk bekerja lebih aktif. Gerakan fisik adalah stimulan alami yang paling murah dan menyenangkan buat mengatasi sembelit.

5. Perhatikan Posisi Saat "Nongkrong"

Ini yang sering terlewatkan. Banyak rumah sekarang pakai toilet duduk. Bagi anak kecil, posisi duduk di toilet itu seringkali nggak ergonomis karena kaki mereka menggantung. Secara anatomi, posisi jongkok sebenarnya jauh lebih ideal untuk meluruskan saluran pembuangan. Kalau di rumah pakai toilet duduk, sediakan bangku kecil untuk sandaran kaki si kecil supaya posisi lututnya lebih tinggi dari pinggul. Posisi "setengah jongkok" ini bakal memudahkan mereka mengeluarkan muatan tanpa harus berjuang keras.

6. Kurangi Produk Olahan Susu Berlebih

Meskipun susu itu sehat, tapi konsumsi susu sapi atau produk turunannya (seperti keju) yang berlebihan kadang bisa memicu sembelit pada sebagian anak. Coba evaluasi, apakah si kecil minum susu terlalu banyak sampai mengabaikan makanan berserat? Kalau iya, coba kurangi porsinya sementara dan ganti dengan asupan air putih yang lebih banyak. Keseimbangan adalah kunci, jangan sampai niat hati kasih nutrisi malah bikin perut mereka terkunci.



Mengatasi sembelit pada anak memang butuh kesabaran ekstra. Kita nggak bisa mengharapkan hasil instan seperti pakai obat pencahar kimia, tapi cara alami ini jauh lebih aman untuk jangka panjang. Jangan lupa untuk tetap tenang dan jangan memarahi anak saat mereka sulit BAB, karena stres malah bisa bikin otot perut mereka makin tegang.

Kalau semua cara di atas sudah dicoba tapi sembelit tetap membandel selama lebih dari dua minggu, atau muncul gejala lain seperti demam dan darah pada feses, barulah saatnya konsultasi ke dokter. Namun, untuk kasus sembelit harian biasa, percayalah pada kekuatan serat, air, dan kasih sayang. Semangat ya, para pejuang popok dan toilet!