Jumat, 13 Maret 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Shizuoka: Kota Cantik di Jepang yang Sering Terlupakan Wisatawan

Tata - Friday, 13 March 2026 | 05:45 PM

Background
Shizuoka: Kota Cantik di Jepang yang Sering Terlupakan Wisatawan

Seharian Menyesap Shizuoka: Bukan Cuma Soal Teh Hijau, Tapi Soal Slow Living yang Hakiki

Kalau lo lagi ngerencanain liburan ke Jepang, biasanya pikiran lo bakal langsung tertuju ke gemerlapnya Tokyo, syahdunya Kyoto, atau penuh sesaknya Osaka. Shizuoka? Wah, biasanya cuma jadi pemandangan yang lewat begitu aja dari jendela Shinkansen pas lo lagi meluncur antar kota besar itu. Padahal, Shizuoka itu kayak permata tersembunyi yang sebenernya "ngumpet" di depan mata. Kota ini bukan cuma sekadar stasiun transit, tapi destinasi yang punya vibe tenang, udara sejuk, dan tentu saja, aroma teh hijau yang bakal bikin lo ngerasa kayak lagi di iklan-iklan minuman kesehatan.

Morning Call: Menyapa Gunung Fuji dari Kebun Teh

Gue saranin, berangkatlah sepagi mungkin dari Tokyo. Perjalanan pake Shinkansen cuma makan waktu sekitar satu jam lebih dikit. Begitu sampe di Stasiun Shizuoka, hawanya tuh beda. Gak se-rushing di Shinjuku, tapi tetep berasa modern. Tujuan pertama yang wajib hukumnya adalah mengunjungi kebun teh. Shizuoka itu produsen teh hijau terbesar di Jepang, jadi belum sah kalau lo belum ngeliat hamparan karpet hijau yang rapi banget.

Salah satu spot paling estetik adalah Obuchi Sasaba. Bayangin aja, lo berdiri di tengah kebun teh yang berundak-undak, dan di latar belakangnya ada Gunung Fuji yang berdiri gagah dengan puncak saljunya. Gak perlu filter Instagram berlebihan, pemandangan ini udah auto-cakep. Di sini, lo bisa ngerasain apa yang namanya kedamaian. Angin sepoi-sepoi yang bawa aroma daun teh segar itu bener-bener healing yang sebenernya, jauh lebih ampuh daripada cuma dengerin playlist lo-fi di Spotify sambil kerja lembur.

Makan Siang yang "Berbahaya" di Sawayaka

Setelah kenyang sama pemandangan, perut lo pasti mulai demo. Kalau lo nanya warga lokal Shizuoka mana tempat makan paling ikonik, mereka pasti bakal jawab satu nama: Sawayaka. Ini adalah restoran spesialis "Genkotsu Hamburg" yang cuma ada di prefektur Shizuoka. Jangan harap bisa nemuin cabang restoran ini di Tokyo atau Osaka, mereka emang se-eksklusif itu.

Antrenya? Wah, jangan ditanya. Bisa satu sampai dua jam kalau lo dateng pas peak hour. Tapi percaya deh, begitu steak hamburger berbentuk bulat gede itu ditaruh di atas hot plate dan dipotong sama pelayannya di depan mata lo, semua rasa capek nunggu langsung luntur. Dagingnya juicy, bagian luarnya garing, dan saus bawangnya itu lho, juara dunia. Makan di sini tuh udah kayak ritual wajib yang gak boleh dilewatkan. Kalau belum makan Sawayaka, lo belum bener-bener ke Shizuoka, titik.



Wisata Sejarah yang Gak Ngebosenin di Kunozan Toshogu

Biar gak cuma makan dan foto-foto doang, yuk kita cari sedikit asupan sejarah. Lo bisa naik ropeway (kereta gantung) menuju Kunozan Toshogu Shrine. Ini adalah tempat peristirahatan terakhir Tokugawa Ieyasu, shogun pertama yang menyatukan Jepang. Arsitektur kuil ini tuh detail banget, penuh ukiran emas dan warna-warna cerah yang kontras sama hijaunya hutan di sekelilingnya.

Poin plusnya, dari atas sini lo bisa ngeliat Teluk Suruga yang luas banget. Laut biru ketemu langit biru, ditambah bangunan kuil yang megah, rasanya kayak lagi masuk ke set film kolosal Jepang. Buat lo yang suka jalan kaki, lo bisa coba turun lewat 1.159 anak tangga batu. Capek sih, tapi sensasi turun gunung sambil ngeliat laut itu bener-bener pengalaman yang beda.

Shizuoka Oden: Si Hitam yang Rasanya Ajaib

Menjelang sore, biasanya udara mulai agak dingin. Saatnya lo melipir ke Aoba Oden Alleys. Ini adalah gang sempit yang isinya warung-warung kecil penjual oden. Tapi tunggu dulu, oden di Shizuoka beda sama oden yang lo beli di Lawson atau FamilyMart Tokyo. Shizuoka Oden punya kuah yang warnanya hitam pekat gara-gara kaldu daging sapi dan kecap asin yang dimasak terus-menerus.

Tampilannya mungkin agak intimidatif buat yang baru pertama liat, kayak kuah rawon tapi lebih gelap. Tapi begitu lo gigit lobak atau kuro-hanpen (otak-otak ikan khas Shizuoka) yang udah ngeresap kuah itu, rasanya gurih banget! Apalagi dimakan pake taburan bubuk ikan dan nori. Sambil duduk di kursi kayu sempit, ngobrol santai sama bapak-bapak penjualnya, lo bakal ngerasa jadi warga lokal beneran. Inilah sisi autentik Jepang yang seringkali ilang di kota-kota besar.

Teh Hijau dalam Segala Bentuk

Sebelum balik, pastikan lo mampir ke toko teh buat bawa oleh-oleh. Di Shizuoka, teh hijau itu udah kayak air putih. Lo bisa nemuin es krim matcha dengan tingkat kepahitan yang beda-beda (dari level 1 sampe level 7 yang pahitnya minta ampun), cokelat teh hijau, sampe bir rasa teh hijau! Gila gak tuh? Kreativitas mereka dalam mengolah daun teh itu emang gak ada obatnya.



Gue pribadi paling suka sama Matcha Gelato-nya. Teksturnya lembut banget dan rasa "earthy" dari tehnya itu kerasa banget di lidah. Gak cuma manis doang, tapi ada sensasi segar yang tertinggal. Bener-bener penutup hari yang sempurna sebelum lo balik ke keriuhan kota besar.

Kenapa Shizuoka Layak Dikunjungi?

Shizuoka itu menurut gue adalah representasi "Jepang yang kalem". Di sini lo gak perlu buru-buru ngejar kereta tiap lima menit sekali. Orang-orangnya lebih ramah, harganya relatif lebih murah dibanding Tokyo, dan yang paling penting, lo dapet pemandangan Gunung Fuji dari berbagai sudut tanpa perlu desak-desakan di Kawaguchiko.

Jadi, kalau nanti lo punya JR Pass atau emang lagi mau eksplor jalur antara Tokyo dan Kyoto, coba deh luangin waktu seharian di Shizuoka. Hirup udaranya, sesap tehnya, dan nikmati ketenangannya. Terkadang, liburan terbaik itu bukan yang paling rame, tapi yang paling bikin hati adem. Dan Shizuoka, dengan segala kerendahan hatinya, sukses ngasih itu semua buat siapa aja yang mau mampir sebentar.