Kamis, 17 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Sering Menahan Bersin? Kebiasaan Sepele Ini Ternyata Perlu Diperhatikan

Liaa - Thursday, 17 September 2026 | 03:33 AM

Background
Sering Menahan Bersin? Kebiasaan Sepele Ini Ternyata Perlu Diperhatikan

Pernah tiba-tiba ingin bersin saat berada di tempat yang ramai?

Di ruang kelas, kantor, kendaraan umum, atau ketika sedang berbicara dengan orang lain, bersin kadang terasa seperti momen yang datang di waktu paling tidak tepat.

Akhirnya, hidung langsung dijepit dan mulut ditutup rapat.

"Jangan sekarang, dong!"

Padahal, bersin merupakan respons alami tubuh. Ketika hidung atau saluran pernapasan mengalami iritasi, tubuh dapat memicu refleks bersin untuk membantu mengeluarkan partikel atau iritan tersebut.



Karena itu, menahan bersin dengan menutup hidung dan mulut secara rapat bukan kebiasaan yang dianjurkan.

Bersin Bukan Sekadar Suara yang Mengganggu

Bersin merupakan salah satu mekanisme pertahanan tubuh.

Debu, serbuk sari, asap, bulu hewan, atau berbagai iritan lain yang masuk ke hidung dapat memicu refleks bersin. Tubuh kemudian menghasilkan dorongan untuk mengeluarkan udara dengan cepat melalui hidung dan mulut.

Inilah yang membuat bersin bisa terasa sangat kuat.

Ketika dorongan tersebut tiba-tiba dihentikan dengan menutup saluran keluar, tekanan yang seharusnya dilepaskan dapat meningkat di dalam saluran pernapasan dan rongga yang terhubung dengannya.



Menahan Bersin Bisa Meningkatkan Tekanan

Saat bersin, udara bergerak dengan cepat. Jika hidung dan mulut ditutup rapat pada saat yang sama, aliran udara tersebut tidak bisa keluar seperti biasanya.

Tekanan yang meningkat ini dalam kondisi tertentu dapat memberikan tekanan pada jaringan di sekitar hidung, tenggorokan, telinga, atau saluran pernapasan.

Cedera serius akibat menahan bersin memang tergolong jarang, tetapi bukan berarti risikonya benar-benar tidak ada.

Karena itu, daripada menghentikan bersin secara paksa, lebih baik mengubah cara bersin agar tetap sopan sekaligus aman.

Lantas, Bagaimana Cara Bersin yang Benar?

Kalau ingin bersin, jangan menutup hidung dan mulut rapat-rapat.



Gunakan tisu untuk menutup hidung dan mulut. Setelah digunakan, segera buang tisu ke tempat sampah dan cuci tangan.

Kalau tidak memiliki tisu, bersin ke bagian dalam siku dapat menjadi alternatif yang lebih baik dibandingkan menggunakan telapak tangan.

Cara ini juga membantu mengurangi kemungkinan kuman berpindah ke tangan dan kemudian menyebar ke benda atau orang lain.

Jangan Bersin Sembarangan di Tempat Umum

Membiarkan bersin keluar bukan berarti boleh bersin tanpa memperhatikan lingkungan sekitar.

Kalau sedang berada di dekat orang lain, tetap jaga etika. Berpaling dari orang di sekitar, menutup hidung dan mulut menggunakan tisu atau siku bagian dalam, serta mencuci tangan setelahnya merupakan kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan.



Terutama jika sedang mengalami infeksi saluran pernapasan, kebersihan tangan dan etika bersin menjadi semakin penting.

Kalau Bersin Terasa Terlalu Sering?

Bersin sesekali merupakan hal yang normal.

Namun, jika bersin terjadi sangat sering atau terus berulang, penyebabnya bisa beragam. Alergi, paparan debu, asap, perubahan suhu, infeksi saluran pernapasan, maupun iritan lainnya dapat menjadi pemicu.

Perhatikan juga gejala lain yang menyertai, seperti hidung tersumbat atau berair, mata gatal, demam, batuk, atau keluhan yang menetap.

Jika keluhan mengganggu aktivitas sehari-hari atau tidak kunjung membaik, pemeriksaan medis dapat membantu mengetahui penyebabnya.



Jangan Panik Kalau Bersin Datang Tiba-Tiba

Bersin di tempat umum memang bisa bikin malu. Tetapi menahannya dengan menjepit hidung dan menutup mulut rapat-rapat bukan solusi terbaik.

Lebih aman membiarkan refleks bersin berlangsung sambil tetap menjaga etika dan kebersihan.

Jadi, kalau besok tiba-tiba hidung terasa geli dan bersin sudah di ujung hidung, nggak perlu perang melawan bersin. Ambil tisu atau arahkan ke siku bagian dalam, berpaling dari orang sekitar, lalu biarkan tubuh melakukan refleks alaminya.