Kamis, 17 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Jemuran Susah Kering Saat Hujan? Begini Cara Mengatasinya di Rumah

Liaa - Thursday, 17 September 2026 | 01:44 AM

Background
Jemuran Susah Kering Saat Hujan? Begini Cara Mengatasinya di Rumah

Musim hujan datang, satu masalah klasik ikut muncul: jemuran mendadak punya cita-cita menjadi penghuni tetap di rumah.

Pagi dijemur, siang masih basah. Sore mulai lembap, malam belum juga kering. Belum lagi kalau hujan turun lagi sebelum pakaian sempat diangkat.

Kondisi ini bukan cuma bikin pakaian lama kering. Jika pakaian dibiarkan dalam keadaan lembap terlalu lama, aroma apek juga bisa muncul dan membuat baju terasa kurang nyaman digunakan.

Sebenarnya, ada beberapa cara sederhana yang bisa dicoba untuk membantu mengeringkan pakaian ketika cuaca sedang tidak bersahabat.

Jangan Menumpuk Pakaian di Jemuran

Kesalahan yang sering terjadi saat menjemur di dalam rumah adalah menggantung pakaian terlalu berdekatan.



Padahal, pakaian membutuhkan aliran udara agar air di dalam serat kain dapat menguap. Kalau semua baju saling menempel, udara akan sulit bergerak di antara pakaian.

Akibatnya, bagian tertentu bisa tetap lembap lebih lama.

Cobalah beri jarak di antara pakaian. Jika jumlahnya terlalu banyak, lebih baik membaginya menjadi beberapa bagian daripada memenuhi satu jemuran sekaligus.

Peras atau Putar Pakaian dengan Maksimal

Sebelum dijemur, pastikan air dari pakaian sudah cukup banyak dikeluarkan.

Jika menggunakan mesin cuci, manfaatkan siklus pemerasan atau spin sesuai petunjuk mesin. Semakin sedikit air yang tersisa di kain, semakin ringan pula pekerjaan saat proses pengeringan.



Untuk pakaian yang dicuci dengan tangan, peras secara hati-hati sesuai jenis kain. Jangan memelintir bahan yang mudah rusak hanya demi membuatnya cepat kering.

Manfaatkan Kipas untuk Membantu Sirkulasi Udara

Saat matahari tidak muncul, yang paling dibutuhkan jemuran adalah aliran udara.

Kipas angin dapat membantu menggerakkan udara di sekitar pakaian sehingga proses penguapan air bisa berlangsung lebih baik.

Letakkan jemuran di area yang memiliki sirkulasi udara cukup baik dan arahkan kipas dari jarak yang aman.

Namun, pastikan kabel dan perangkat listrik tidak berada di dekat genangan air atau area yang basah untuk menghindari risiko keselamatan.



Pilih Ruangan yang Tidak Pengap

Menjemur pakaian di dalam rumah bukan berarti bisa dilakukan sembarangan.

Hindari ruangan yang tertutup rapat dan lembap karena uap air dari pakaian akan menambah kelembapan di dalam ruangan.

Jika memungkinkan, pilih area yang memiliki ventilasi atau sirkulasi udara yang baik. Jendela atau pintu dapat dibuka ketika kondisi lingkungan memungkinkan dan tidak menyebabkan air hujan masuk.

Kuncinya bukan sekadar mencari tempat yang paling hangat, tetapi juga tempat yang memungkinkan udara terus bergerak.

Jangan Langsung Menjemur Terlalu Banyak Pakaian

Musim hujan sering membuat orang ingin mencuci sebanyak mungkin ketika ada kesempatan. Masalahnya, kapasitas jemuran belum tentu sanggup menampung semuanya.



Pakaian yang terlalu banyak dalam satu area justru membuat proses pengeringan menjadi lebih lambat.

Kalau cuaca diperkirakan masih hujan, mencuci dalam beberapa tahap bisa menjadi pilihan yang lebih praktis.

Dengan begitu, pakaian tidak menumpuk dan area pengeringan tetap memiliki ruang untuk sirkulasi udara.

Handuk dan Bahan Tebal Memang Butuh Waktu Lebih Lama

Jangan heran kalau kaus sudah terasa kering tetapi handuk masih seperti baru keluar dari mesin cuci.

Bahan yang tebal menyimpan lebih banyak air sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk mengering.



Untuk pakaian atau kain tebal, pastikan seluruh permukaannya mendapat aliran udara. Balik atau atur kembali posisinya jika bagian tertentu masih terasa basah.

Jangan Simpan Pakaian Sebelum Benar-Benar Kering

Ini bagian yang sering bikin masalah baru.

Karena sudah lelah menunggu, pakaian yang masih sedikit lembap akhirnya dilipat dan dimasukkan ke lemari.

Padahal, kelembapan yang terperangkap dapat membuat pakaian berbau tidak sedap. Bahkan, lingkungan yang lembap juga tidak ideal untuk penyimpanan pakaian dalam jangka panjang.

Jadi, meskipun bagian luarnya terasa kering, pastikan bagian yang lebih tebal seperti kerah, lipatan, saku, dan area jahitan juga sudah benar-benar kering.



Kalau Sudah Bau Apek, Jangan Cuma Disemprot Pewangi

Pewangi pakaian memang bisa membuat aroma lebih segar, tetapi menyamarkan bau bukan berarti menyelesaikan penyebabnya.

Jika pakaian sudah terlanjur berbau apek, sebaiknya dicuci kembali dan dikeringkan dengan baik.

Yang paling penting adalah memastikan pakaian tidak terlalu lama berada dalam kondisi lembap.

Jemuran Tetap Bisa Kering Meski Tanpa Matahari

Matahari memang membantu proses pengeringan, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan.

Sirkulasi udara, jumlah air yang tersisa di kain, kelembapan ruangan, serta jarak antarjemuran juga berpengaruh.



Jadi, ketika hujan turun berhari-hari, jangan langsung pasrah melihat jemuran yang menggantung seperti dekorasi rumah.

Kurangi air sebelum menjemur, beri jarak antar pakaian, pilih ruangan yang memiliki ventilasi baik, dan gunakan kipas untuk membantu pergerakan udara bila diperlukan.

Dengan beberapa kebiasaan sederhana tersebut, pakaian tetap punya peluang untuk kering lebih baik meskipun matahari sedang malu-malu muncul.