Kamis, 17 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kebiasaan Duduk Bersila Terlalu Lama, Begini Pengaruhnya pada Tubuh

Liaa - Thursday, 17 September 2026 | 03:30 AM

Background
Kebiasaan Duduk Bersila Terlalu Lama, Begini Pengaruhnya pada Tubuh

Duduk di lantai sambil bersila memang punya sensasi nyaman tersendiri.

Entah saat mengobrol, makan, bermain dengan anak, menonton televisi, atau sekadar bersantai, posisi ini sering terasa lebih santai dibandingkan duduk di kursi.

Masalahnya muncul ketika posisi tersebut dipertahankan terlalu lama.

Awalnya mungkin biasa saja. Beberapa menit kemudian kaki mulai terasa kebas. Tidak lama setelah itu muncul sensasi seperti ditusuk-tusuk jarum. Begitu berdiri, kaki malah terasa "aneh" dan butuh beberapa saat sampai kembali nyaman.

Ternyata, ada alasan di balik sensasi tersebut.



Kenapa Kaki Bisa Kesemutan?

Saat duduk dalam posisi tertentu dalam waktu lama, beberapa saraf atau pembuluh darah dapat mengalami tekanan.

Tekanan tersebut dapat memengaruhi aliran darah dan sementara waktu mengganggu fungsi saraf. Inilah salah satu alasan mengapa kaki bisa terasa kebas atau kesemutan setelah terlalu lama berada dalam posisi yang sama.

Ketika posisi diubah dan tekanan berkurang, sensasi biasanya berangsur menghilang.

Jadi, kaki kesemutan setelah duduk bersila lama umumnya merupakan tanda tubuh meminta kita mengubah posisi.

Otot dan Sendi Bisa Terasa Kaku

Duduk bersila membuat pinggul, lutut, dan pergelangan kaki berada pada posisi tertentu.



Jika dilakukan dalam waktu lama tanpa perubahan posisi, otot dan sendi dapat terasa kaku ketika tubuh mulai digerakkan kembali.

Makanya, setelah duduk cukup lama, berdiri mendadak terkadang terasa kurang nyaman.

Bukan berarti duduk bersila otomatis berbahaya. Yang lebih penting adalah durasi, posisi tubuh, dan kondisi masing-masing orang.

Setiap Orang Punya Batas Kenyamanan Berbeda

Kemampuan tubuh untuk duduk bersila juga tidak sama.

Ada orang yang bisa duduk bersila cukup lama tanpa keluhan. Ada pula yang baru beberapa menit sudah merasakan pegal pada pinggul atau lutut.



Faktor seperti fleksibilitas, usia, kondisi sendi, kebiasaan aktivitas fisik, hingga riwayat cedera dapat memengaruhi kenyamanan seseorang.

Karena itu, jangan memaksakan diri hanya karena orang lain terlihat santai duduk bersila dalam waktu lama.

Jangan Terlalu Lama Berada dalam Satu Posisi

Salah satu kebiasaan yang lebih penting untuk diperhatikan adalah terlalu lama mempertahankan posisi yang sama.

Bahkan ketika posisi tersebut terasa nyaman, tubuh tetap membutuhkan kesempatan untuk bergerak.

Kalau sedang duduk bersila, sesekali luruskan kaki, ubah posisi, berdiri, atau berjalan sebentar. Hal sederhana ini dapat membantu mengurangi rasa kaku akibat terlalu lama diam.



Prinsipnya cukup mudah: kalau tubuh sudah mulai terasa tidak nyaman, jangan dipaksa.

Bagaimana Kalau Lutut atau Pinggul Mulai Sakit?

Rasa tidak nyaman sesekali setelah duduk bersila cukup lama belum tentu menunjukkan masalah serius.

Namun, kalau nyeri sering muncul, semakin berat, berlangsung lama setelah posisi diubah, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya jangan hanya dianggap sebagai efek "salah duduk".

Begitu juga jika kesemutan sering terjadi tanpa posisi yang jelas menjadi pemicunya, berlangsung lama, atau disertai kelemahan pada anggota tubuh.

Kondisi seperti itu sebaiknya dievaluasi oleh tenaga medis untuk mengetahui penyebabnya.



Duduk Bersila Boleh, Asal Tidak Berlebihan

Duduk bersila bukan posisi yang harus selalu dihindari.

Bagi banyak orang, posisi ini tetap nyaman dan dapat menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Yang perlu diperhatikan adalah jangan terlalu lama bertahan dalam satu posisi sampai tubuh mulai memberikan sinyal tidak nyaman.

Sesekali mengubah posisi, berdiri, berjalan, dan melakukan peregangan ringan bisa menjadi kebiasaan sederhana untuk membuat tubuh lebih aktif.

Jadi, kalau sedang duduk bersila lalu kaki mulai kesemutan, nggak perlu panik. Itu bisa menjadi alarm sederhana dari tubuh bahwa sudah waktunya mengubah posisi.