Jumat, 27 Maret 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Seni Mengunyah Es Batu, Nikmatnya Dingin di Mulut tapi Jangan Sampai Gigi Jadi Korban

Tata - Friday, 27 March 2026 | 04:05 PM

Background
Seni Mengunyah Es Batu, Nikmatnya Dingin di Mulut tapi Jangan Sampai Gigi Jadi Korban

Seni Mengunyah Es Batu: Antara Kenikmatan Hqq dan Ancaman Gigi Ngilu

Bayangkan siang hari di Jakarta, atau mungkin Bekasi yang konon jaraknya cuma sepelemparan batu dari matahari. Gerah, keringat bercucuran, dan tenggorokan rasanya kayak padang pasir yang lupa disiram setahun. Di depan mata ada segelas teh manis plastik dengan es batu yang melimpah. Setelah airnya habis, apa yang kamu lakukan? Kalau kamu adalah penganut aliran "sayang kalau dibuang", pasti kamu bakal mengunyah es batu itu sampai bunyi kriuk-kriuk-nya terdengar ke telinga teman sebelah. Sensasinya? Beuh, mantap jiwa.

Tapi, di balik kenikmatan yang bikin adem itu, sering banget kita dengar omelan orang tua atau peringatan dari teman yang sok tahu kalau makan es itu nggak baik buat kesehatan. Ada yang bilang bikin gemuk lah, bikin flu lah, sampai dibilang bisa bikin gigi rontok. Pertanyaannya, apakah hobi mengunyah butiran kristal air ini memang seburuk itu? Atau jangan-jangan, es batu cuma jadi kambing hitam dari pola hidup kita yang berantakan? Mari kita bedah pelan-pelan sambil santai.

Mitos atau Fakta: Es Batu Bikin Gemuk?

Ini adalah salah satu miskonsepsi paling legendaris di Indonesia. Banyak orang takut minum es karena katanya bisa bikin perut buncit atau lemak membeku. Logikanya begini: es itu air yang membeku. Kalorinya? Nol. Zonk. Gak ada sama sekali. Jadi, secara biologis, es batu nggak bakal bikin timbangan kamu naik drastis. Yang bikin kamu lebar itu bukan es batunya, tapi "teman-temannya". Kalau kamu minum es kopi susu pakai gula aren dua gelas sehari, atau es teh manis yang gulanya sepertiga gelas, ya jangan salahkan esnya kalau celana jadi nggak muat.

Malah, ada teori receh yang bilang kalau minum air es bisa bantu bakar kalori karena tubuh butuh energi ekstra buat menyesuaikan suhu air yang dingin itu dengan suhu tubuh kita. Tapi ya jangan berharap banyak juga, nggak mungkin kamu cuma minum es tanpa olahraga terus tiba-tiba punya perut six-pack ala Chris Hemsworth. Intinya, es itu aman buat diet selama dia nggak berenang di dalam cairan penuh gula.

Kenapa Sih Kita Ketagihan Mengunyah Es?

Dalam dunia medis, kebiasaan gila mengunyah es batu itu ada namanya, yaitu Pagophagia. Ini bukan sekadar iseng atau karena haus, tapi kadang bisa jadi indikasi ada yang nggak beres di tubuh kamu. Beberapa penelitian menyebutkan kalau orang yang hobi banget ngunyah es batu secara impulsif biasanya mengalami defisiensi zat besi atau anemia.



Kok bisa? Jadi, mengunyah es itu memberikan semacam dorongan mental dan kewaspadaan. Bagi penderita anemia yang sering merasa lemas dan kurang fokus, sensasi dingin dan keras dari es batu bisa memicu aliran darah ke otak lebih lancar, bikin mereka merasa lebih "bangun". Jadi, kalau kamu merasa nggak bisa hidup tanpa ngunyah es setiap jam, coba deh cek darah. Siapa tahu tubuh kamu lagi kasih sinyal lewat cara yang unik ini.

Sisi Gelap: Ketika Gigi Mulai Demo

Nah, sekarang kita masuk ke bagian yang agak serius. Meskipun es batu itu nol kalori dan menyegarkan, musuh utamanya adalah gigi kamu. Gigi manusia itu dilapisi oleh enamel, lapisan paling keras di tubuh kita. Tapi sekeras-kerasnya enamel, kalau terus-terusan dihantam benda keras yang suhunya ekstrem kayak es batu, dia bisa menyerah juga.

  • Retakan Mikro: Mengunyah es bisa bikin retakan kecil di gigi yang lama-lama makin lebar.
  • Gigi Sensitif: Suhu dingin yang ekstrem bisa merusak saraf di dalam gigi, bikin kamu auto-nyut-nyutan pas makan bakso panas.
  • Ngerusak Behel atau Tambalan: Buat kamu pejuang kawat gigi, mengunyah es adalah jalan pintas menuju kantong kering karena bracket bisa copot.

Belum lagi urusan brain freeze. Pernah nggak lagi enak-enak minum es terus tiba-tiba kepala bagian depan rasanya kayak ditusuk ribuan jarum es? Itu namanya sphenopalatine ganglioneuralgia. Ribet ya namanya? Intinya, saraf di langit-langit mulut kaget karena suhu dingin yang mendadak, bikin pembuluh darah di otak menyempit dan melebar dengan cepat. Rasanya emang cuma sebentar, tapi sukses bikin kita berhenti napas sesaat.

Jadi, Apakah Makan Es Itu Baik?

Kalau ditanya baik atau nggak, jawabannya adalah "tergantung". Es batu adalah cara yang sangat efektif buat menjaga hidrasi kalau kamu bosan minum air putih biasa. Dia juga penyelamat saat kita lagi demam atau sariawan buat ngurangin rasa nyeri. Di sisi lain, es batu juga bisa jadi pelarian stres yang murah meriah. Menghancurkan sesuatu yang keras di dalam mulut kadang memberikan kepuasan psikologis tersendiri, kan?

Tapi ingat, segala sesuatu yang berlebihan itu jarang berakhir indah. Kalau kamu cuma sekadar mendinginkan minuman atau sesekali mengulum es, ya nggak masalah. Tapi kalau kamu sudah memperlakukan es batu kayak kerupuk yang wajib ada di setiap sesi makan, mending mulai dikurangi. Kasihan gigi kamu, dia nggak punya cadangan kalau sampai pecah.



Tips Menikmati Es Tanpa Rasa Bersalah

Biar hobi kamu tetap jalan tapi kesehatan terjaga, ada beberapa tips yang bisa dipraktekkan:

  • Pilih Es Serut: Kalau emang pengen banget sensasi dingin, lebih baik makan es serut yang teksturnya lebih lembut. Lebih ramah buat enamel gigi daripada es kristal yang kotak-kotak keras itu.
  • Biarkan Mencair: Sabar sedikit. Biarkan esnya agak mengecil atau mencair di mulut sebelum dikunyah.
  • Cek Kebersihan: Ini yang paling penting. Es batu di pinggir jalan seringkali dibuat dari air mentah yang banyak bakterinya. Pastikan es yang kamu konsumsi itu food grade atau bikin sendiri di rumah pakai air galon.

Kesimpulannya, makan es batu itu nggak dilarang, kok. Dia bukan racun. Dia cuma air yang lagi "menegang" karena kedinginan. Yang penting, pahami kondisi tubuh sendiri. Kalau gigi sudah mulai protes atau kamu merasa ketagihan yang nggak wajar, mungkin itu saatnya buat berhenti sejenak. Lagipula, hidup ini sudah keras, jangan ditambah lagi dengan memaksa gigi mengunyah benda yang sama kerasnya. Stay cool, tapi jangan sampai kaku ya!