Hari Keluarga Internasional 15 Mei: "Quality Time" vs "Quantity Time"
RAU - Friday, 15 May 2026 | 09:18 PM


Setiap tanggal 15 Mei, masyarakat global memperingati Hari Keluarga Internasional (International Day of Families).
Peringatan yang diinisiasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak tahun 1993 ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama dalam masyarakat.
Namun, di era digital yang serba cepat ini, makna "berkumpul bersama keluarga" sering kali bergeser.
Kita mungkin duduk di sofa yang sama, tetapi pikiran masing-masing sibuk menyelami layar ponsel.
Berada di ruang yang sama secara fisik tidak lagi otomatis berarti dekat secara emosional.
Oleh karena itu, momen peringatan tahun ini adalah waktu yang tepat untuk merefleksikan kembali esensi dari sebuah keluarga melalui beberapa langkah sederhana berikut:
1. Mengganti Quantity Time menjadi Quality Time
Bukan tentang seberapa banyak jam yang kita habiskan bersama di rumah, melainkan seberapa berkualitas interaksi yang terjadi selama waktu tersebut.
Langkah nyata: Tetapkan aturan "bebas gadget" saat makan malam bersama. Gunakan waktu 30 menit tersebut untuk saling bercerita tentang hal menarik atau tantangan yang dihadapi hari itu.
2. Menghadirkan Ruang Aman untuk Bercerita
Keluarga seharusnya menjadi tempat pertama di mana seseorang merasa aman untuk menjadi dirinya sendiri tanpa takut dihakimi.
Langkah nyata:
Latihlah kebiasaan mendengarkan secara aktif ketika anak, pasangan, atau saudara sedang berbicara.
Fokus pada emosi mereka, bukan langsung menghujani dengan kritik atau nasihat yang tidak diminta.
3. Membuat Ritual Kecil Bersama
Ritual atau tradisi kecil di dalam keluarga terbukti mampu memperkuat ikatan emosional dan menciptakan memori jangka panjang yang indah.
Langkah nyata:
Tidak perlu muluk-muluk, ritual ini bisa berupa jalan santai bersama setiap minggu pagi, menonton film bersama di hari Sabtu malam, atau memasak menu favorit bersama di dapur.
Mengapa Investasi Emosional ini Penting?
Keluarga adalah sistem pendukung (support system) paling mendasar dalam hidup manusia. Ketika hubungan di dalam rumah harmonis dan penuh penerimaan, setiap anggotanya akan tumbuh menjadi individu yang memiliki kesehatan mental yang lebih baik, lebih tangguh menghadapi stres, dan lebih percaya diri dalam bersosialisasi di luar rumah.
Next News

5 Makanan yang Bisa Membantu Menurunkan Kadar Kortisol dan Mengurangi Stres
in 7 hours

7 Makanan dan Minuman Sehat untuk Menjaga Kesehatan Otak agar Tetap Tajam
in 7 hours

Cara Meningkatkan Fungsi Kognitif dan Daya Ingat Otak Menurut Sains dan Elon Musk
in 7 hours

Kuliner Khas Manado yang Wajib Dicoba: Pedas, Gurih, dan Kaya Rempah
in 6 hours

Cara Mengatasi Kulit Kusam agar Wajah Kembali Cerah dan Sehat
in 5 hours

Apakah Orang Introvert Tidak Bisa Tampil di Keramaian? Ini Penjelasan Lengkapnya
in 5 hours

Stranger Anxiety pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya Secara Tepat
in 5 hours

7 Benda Sehari-hari yang Dulu Sangat Mahal, Kini Justru Dianggap Biasa
in 3 hours

Apa yang Terjadi Jika Semua Orang Bisa Membaca Pikiran? Dunia Mungkin Tidak Akan Sama Lagi
in 2 hours

Mengapa Langit Berwarna Biru? Fakta Sains di Balik Pemandangan Sehari-hari
in 2 hours





