Selasa, 3 November 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Semangka Tanpa Biji, Bagaimana Cara Buah Ini Dihasilkan?

Laila - Tuesday, 03 November 2026 | 03:33 PM

Background
Semangka Tanpa Biji, Bagaimana Cara Buah Ini Dihasilkan?

Semangka Tanpa Biji, Bagaimana Cara Buah Ini Dihasilkan?

Semangka merupakan salah satu buah yang banyak digemari karena memiliki rasa manis dan kandungan air yang melimpah. Buah ini sering dikonsumsi secara langsung, dijadikan jus, maupun diolah menjadi berbagai hidangan segar.

Jika diperhatikan, semangka yang dijual di pasaran memiliki dua jenis yang cukup mudah dibedakan, yaitu semangka berbiji dan semangka tanpa biji. Semangka berbiji biasanya memiliki biji berwarna hitam atau cokelat, sedangkan semangka tanpa biji tidak mempunyai biji matang yang keras seperti jenis pada umumnya.

Kehadiran semangka tanpa biji sering menimbulkan rasa penasaran. Bagaimana mungkin tanaman semangka dapat menghasilkan buah tanpa biji? Apakah buah tersebut dibuat melalui rekayasa genetika?

Ternyata, semangka tanpa biji umumnya dihasilkan melalui teknik pemuliaan tanaman yang melibatkan perubahan jumlah kromosom, bukan dengan menghilangkan biji secara langsung.

1. Berawal dari Perbedaan Jumlah Kromosom



Rahasia terbentuknya semangka tanpa biji terletak pada kromosom, yaitu struktur di dalam sel yang membawa informasi genetik suatu organisme.

Semangka biasa umumnya memiliki dua set kromosom atau disebut diploid. Sementara itu, semangka tanpa biji komersial biasanya memiliki tiga set kromosom atau disebut triploid.

Perbedaan jumlah kromosom tersebut menjadi faktor penting yang menyebabkan biji semangka tidak dapat berkembang secara normal.

2. Proses Menghasilkan Semangka dengan Tiga Set Kromosom

Untuk menghasilkan semangka tanpa biji, petani dan pemulia tanaman menggunakan teknik khusus dalam proses pembibitan.



Pertama, tanaman semangka diploid diperlakukan menggunakan senyawa kolkisin untuk menggandakan jumlah kromosomnya sehingga menghasilkan tanaman tetraploid yang memiliki empat set kromosom.

Selanjutnya, tanaman tetraploid tersebut disilangkan dengan tanaman semangka diploid yang memiliki dua set kromosom.

Hasil persilangan ini menghasilkan keturunan triploid dengan tiga set kromosom. Tanaman inilah yang kemudian dikembangkan untuk menghasilkan semangka tanpa biji.

3. Mengapa Biji Semangka Tidak Bisa Berkembang Normal?

Pada tanaman semangka biasa, proses pembentukan biji berlangsung melalui pembelahan sel yang teratur. Namun, tanaman triploid memiliki tiga set kromosom sehingga proses pembentukan sel reproduksinya mengalami gangguan.



Jumlah kromosom yang tidak berpasangan secara seimbang membuat proses meiosis atau pembentukan sel kelamin tidak berlangsung normal.

Akibatnya, biji yang terbentuk tidak berkembang menjadi biji matang seperti pada semangka biasa. Meskipun demikian, semangka triploid tetap dapat menghasilkan buah setelah mengalami penyerbukan.

4. Semangka Tanpa Biji Tetap Membutuhkan Penyerbukan

Salah satu hal menarik dari semangka tanpa biji adalah tanaman ini tetap membutuhkan bantuan penyerbukan agar dapat menghasilkan buah.

Bunga semangka tanpa biji umumnya memiliki serbuk sari yang tidak berfungsi secara normal untuk menghasilkan keturunan. Oleh karena itu, petani biasanya menanam semangka berbiji atau varietas diploid di sekitar tanaman tanpa biji.



Serbuk sari dari tanaman diploid kemudian membantu proses penyerbukan bunga semangka triploid. Proses ini merangsang perkembangan buah meskipun bijinya tidak berkembang secara sempurna.

Dalam pertanian, keberadaan tanaman penyerbuk menjadi salah satu bagian penting untuk memperoleh hasil panen semangka tanpa biji.

5. Apakah Semangka Tanpa Biji Merupakan Buah Hasil Rekayasa Genetika?

Banyak orang mengira semangka tanpa biji merupakan produk rekayasa genetika atau organisme hasil modifikasi genetik.

Padahal, semangka tanpa biji yang umum dijual di pasaran dihasilkan melalui teknik pemuliaan tanaman dan penggandaan kromosom, bukan dengan memasukkan gen dari organisme lain.



Teknik ini telah lama digunakan dalam pengembangan berbagai tanaman pertanian. Tujuannya adalah menghasilkan varietas dengan karakteristik tertentu yang lebih disukai konsumen.

6. Kandungan Gizi Semangka Tanpa Biji Tetap Bermanfaat

Tidak adanya biji matang pada semangka tanpa biji tidak berarti kandungan gizinya menjadi lebih rendah.

Buah ini tetap mengandung air dalam jumlah tinggi, karbohidrat alami, serta sejumlah vitamin dan mineral. Semangka juga mengandung likopen, yaitu pigmen alami yang memberikan warna merah pada daging buah dan memiliki aktivitas antioksidan.

Selain itu, semangka mengandung vitamin C dan berbagai senyawa tumbuhan lainnya yang dapat melengkapi kebutuhan nutrisi sehari-hari.



Dengan demikian, semangka tanpa biji tetap dapat menjadi pilihan buah segar untuk dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang.

Kesimpulan

Semangka tanpa biji dihasilkan melalui teknik pemuliaan tanaman yang memanfaatkan perbedaan jumlah kromosom. Persilangan antara tanaman tetraploid dan diploid menghasilkan tanaman triploid yang tidak mampu membentuk biji matang secara normal.

Meskipun tidak memiliki biji keras seperti semangka biasa, tanaman ini tetap membutuhkan penyerbukan untuk merangsang pembentukan buah. Proses tersebut menunjukkan bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian dapat menghasilkan buah dengan karakteristik berbeda sesuai kebutuhan konsumen.