Selasa, 3 November 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Cara Mengolah Tempe agar Tidak Mudah Hancur Saat Digoreng

Laila - Tuesday, 03 November 2026 | 03:48 PM

Background
Cara Mengolah Tempe agar Tidak Mudah Hancur Saat Digoreng

Cara Mengolah Tempe agar Tidak Mudah Hancur Saat Digoreng

Tempe merupakan salah satu bahan makanan yang mudah ditemukan dan sering diolah menjadi berbagai hidangan. Rasanya gurih, harganya relatif terjangkau, serta dapat dimasak dengan beragam cara, mulai dari digoreng langsung, dibalut tepung, hingga dibumbui terlebih dahulu.

Namun, menggoreng tempe terkadang menjadi tantangan tersendiri. Potongannya bisa retak, terbelah, atau bahkan hancur ketika dimasukkan ke dalam minyak panas. Kondisi tersebut biasanya dipengaruhi oleh tingkat kepadatan tempe, ketebalan potongan, kadar air, dan teknik penggorengan.

Agar hasilnya lebih baik, ada beberapa cara sederhana yang bisa diterapkan saat mengolah tempe.

1. Pilih Tempe dengan Tekstur Padat

Langkah pertama dimulai sejak memilih tempe. Tempe yang memiliki tekstur padat dan biji kedelainya menyatu dengan baik cenderung lebih mudah dipotong serta tidak gampang hancur ketika digoreng.



Hindari memilih tempe yang terlalu lunak, lembek, atau mudah terurai saat dipegang. Tempe dengan kondisi seperti itu biasanya lebih sulit mempertahankan bentuknya selama proses memasak.

Perhatikan pula kesegarannya. Pilih tempe dengan aroma khas fermentasi yang normal, bukan berbau busuk atau menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

2. Potong Tempe dengan Ketebalan yang Sesuai

Ketebalan potongan turut menentukan apakah tempe dapat bertahan selama proses penggorengan. Irisan yang terlalu tipis lebih mudah patah ketika diangkat atau dibalik, terutama jika teksturnya agak lunak.

Untuk digoreng biasa, tempe dapat dipotong dengan ketebalan sekitar satu hingga satu setengah sentimeter. Ukuran tersebut cukup membantu menjaga bentuknya sekaligus memungkinkan bagian dalam matang.



Gunakan pisau tajam agar potongan lebih rapi. Hindari menekan tempe terlalu kuat karena tekanan berlebihan dapat membuat susunan kedelainya terlepas.

3. Jangan Terlalu Lama Merendam Tempe

Tempe sering direndam dalam bumbu sebelum digoreng agar rasanya lebih meresap. Cara ini memang dapat membuat tempe terasa lebih gurih, tetapi perendaman yang terlalu lama bisa membuatnya menyerap terlalu banyak cairan.

Tempe yang terlalu basah cenderung lebih mudah rapuh dan dapat menimbulkan percikan minyak saat dimasukkan ke penggorengan.

Sebaiknya gunakan bumbu secukupnya dan rendam dalam waktu singkat. Jika menggunakan bumbu cair, angkat tempe lalu tiriskan sebelum digoreng.



4. Gunakan Bumbu yang Tidak Terlalu Encer

Bumbu juga berpengaruh terhadap tekstur tempe. Campuran bumbu yang terlalu encer dapat membuat permukaan tempe semakin basah, sehingga proses penggorengan menjadi kurang optimal.

Untuk tempe goreng berbumbu, gunakan campuran bawang putih, ketumbar, garam, dan sedikit air. Oleskan atau rendam tempe sebentar agar bumbu menempel tanpa membuatnya terlalu lembek.

Jika ingin membuat tempe goreng tepung, pastikan adonan memiliki kekentalan yang cukup agar dapat melapisi permukaan tempe dengan baik.

5. Pastikan Minyak Sudah Cukup Panas



Suhu minyak menjadi salah satu faktor penting dalam menghasilkan tempe goreng yang tidak mudah hancur. Minyak yang belum cukup panas dapat membuat tempe menyerap lebih banyak minyak dan membutuhkan waktu lebih lama untuk membentuk lapisan luar.

Sebaliknya, minyak yang terlalu panas dapat membuat bagian luar cepat gosong sementara bagian dalam belum matang dengan baik.

Gunakan api sedang dan tunggu hingga minyak cukup panas sebelum memasukkan tempe. Dengan suhu yang sesuai, permukaan tempe dapat lebih cepat mengeras sehingga bentuknya lebih terjaga.

6. Jangan Terlalu Sering Membalik Tempe

Kesalahan yang sering terjadi saat menggoreng tempe adalah terlalu sering membolak-baliknya. Padahal, tempe yang belum membentuk lapisan luar yang cukup kokoh masih mudah retak ketika terkena tekanan alat masak.



Setelah dimasukkan ke dalam minyak, biarkan satu sisi tempe matang terlebih dahulu. Balik secara perlahan menggunakan spatula atau penjepit setelah bagian bawahnya terlihat kecokelatan.

Gunakan alat yang sesuai agar tempe tidak tertekan atau tertusuk terlalu kuat selama proses penggorengan.

7. Hindari Memasukkan Terlalu Banyak Tempe Sekaligus

Menggoreng terlalu banyak tempe dalam satu waktu dapat menurunkan suhu minyak. Akibatnya, tempe membutuhkan waktu lebih lama untuk matang dan permukaannya tidak segera menjadi kokoh.

Selain itu, potongan tempe yang saling bertumpuk atau bersentuhan dapat menempel satu sama lain dan lebih sulit dibalik.



Sebaiknya goreng tempe secara bertahap dengan memberikan ruang yang cukup di dalam wajan. Cara ini membantu menjaga kestabilan suhu minyak sekaligus membuat setiap potongan matang lebih merata.

8. Tiriskan dengan Hati-Hati Setelah Digoreng

Setelah matang, tempe sebaiknya diangkat menggunakan sutil berlubang atau penjepit. Hindari mengangkatnya dengan gerakan kasar karena bagian tempe yang masih panas dapat lebih mudah patah.

Letakkan tempe di atas saringan atau wadah berlapis kertas penyerap minyak. Berikan sedikit jarak antarpotongan agar uap panas tidak terperangkap dan membuat permukaannya cepat lembek.

Tempe yang sudah ditiriskan dengan baik akan memiliki tekstur lebih nyaman disantap dan tidak terlalu berminyak.



Kesimpulan

Mengolah tempe agar tidak mudah hancur saat digoreng sebenarnya tidak sulit. Kuncinya terletak pada pemilihan tempe yang padat, pemotongan dengan ketebalan sesuai, penggunaan bumbu secukupnya, serta pengaturan suhu minyak.

Selain itu, tempe sebaiknya tidak terlalu sering dibalik dan digoreng dalam jumlah yang tidak berlebihan. Dengan memperhatikan langkah-langkah tersebut, tempe dapat tetap utuh, matang merata, dan menghasilkan tekstur yang lebih renyah di bagian luar.