Sejarah Kancing Baju: Benda Kecil yang Dulu Merupakan Simbol Kekayaan
Laila - Friday, 22 May 2026 | 12:25 PM


Saat bersiap-siap di pagi hari, mengancingkan kemeja atau celana mungkin sudah menjadi gerakan refleks yang kita lakukan tanpa berpikir. Benda bulat kecil ini bekerja dalam sunyi, memastikan pakaian kita tetap rapi, tertutup, dan nyaman dipakai seharian.
Karena ukurannya yang mini dan jumlahnya yang banyak, kancing sering kali dianggap sebagai benda sepele. Namun, jika kita memutar kembali mesin waktu ke ribuan tahun yang lalu, kancing baju memiliki kedudukan yang sangat terhormat. Ia bukan sekadar alat pengait pakaian, melainkan sebuah simbol status sosial, kemewahan, dan tren yang mengubah sejarah mode dunia.
Mari kita intip kisah perjalanan kancing baju dari masa ke masa yang dijamin bakal bikin kamu melihat kemejamu dengan cara yang berbeda mulai hari ini!
Zaman Dulu: Cuma Buat Pajangan dan Pamer Kekayaan
Berdasarkan penemuan para arkeolog, kancing sebenarnya sudah ada sejak zaman Peradaban Lembah Indus sekitar tahun 2000 Sebelum Masehi.
Artinya, benda ini sudah berusia ribuan tahun!
Uniknya, pada masa awal penemuannya, kancing sama sekali tidak memiliki lubang pasangan untuk mengaitkan pakaian. Fungsinya murni sebagai perhiasan atau dekorasi yang dijahit di baju.
Kancing zaman purba ini dibuat dari bahan-bahan berharga seperti cangkang kerang, batu hias, tulang hewan, hingga ukiran kayu yang indah.
Baru pada abad ke-13 di Jerman, seseorang mendapatkan ide jenius untuk membuat lubang kain yang pas dengan ukuran kancing. Sejak momen itulah, kancing resmi berubah fungsi menjadi alat pengait pakaian seperti yang kita kenal sekarang.
Penemuan lubang kancing ini langsung memicu tren baru di kalangan bangsawan Eropa. Di era tersebut, *semakin banyak kancing yang terpasang di bajumu, semakin kaya dan terpandang status sosialmu di masyarakat.
Mengapa? Karena kancing saat itu dibuat secara manual oleh pengrajin dari bahan emas, perak, dan permata.
_Raja Prancis, Louis XIV, bahkan terkenal sangat terobsesi dengan kancing sampai-sampai menjahit ribuan kancing berlian berharga fantastis di seluruh jubah kerajaannya._
Misteri Arah Kancing: Kenapa Laki-Laki di Kanan, Perempuan di Kiri?
Sekarang, coba lakukan eksperimen kecil ini. Jika kamu memiliki kemeja laki-laki dan kemeja perempuan di rumah, coba sejajarkan keduanya. Kamu akan menemukan satu fakta unik: kancing pada kemeja laki-laki selalu berada di sebelah kanan, sedangkan kancing kemeja perempuan berada di sebelah kiri.
Kenapa bisa begitu? Padahal sebagian besar manusia di dunia ini menggunakan tangan kanan (kidal bukan mayoritas).
Ternyata, perbedaan arah ini adalah warisan sejarah dari abad ke-19 yang sangat menarik:
1.Alasan Kancing Perempuan di Sebelah Kiri:
Pada zaman kerajaan dulu, pakaian perempuan bangsawan sangat rumit dan berlapis-lapis (pikirkan gaun korset yang besar dan kaku). Karena pakaiannya yang sangat kompleks, perempuan kaya zaman dulu tidak memakai baju sendiri, melainkan selalu dibantu atau dipakaikan oleh pelayan mereka. Oleh karena itu, penjahit memasang kancing di sebelah kiri gaun agar para pelayan (yang mayoritas menggunakan tangan kanan) bisa mengancingkan baju majikannya dengan lebih mudah dan cepat.
2.Alasan Kancing Laki-Laki di Sebelah Kanan:
Kebalikannya, laki-laki zaman dulu umumnya memakai baju mereka sendiri. Selain itu, pria zaman dulu sering membawa senjata seperti pedang atau pistol yang diselipkan di dalam jubah atau jas mereka. Dengan kancing yang berada di sebelah kanan, mereka bisa dengan mudah membuka kancing menggunakan tangan kiri, sementara tangan kanan mereka bersiap menarik pedang dari pinggang sebelah kiri tanpa terhambat oleh lipatan kain baju.
Revolusi Industri: Kancing untuk Semua Orang
Masa-masa pamer kancing emas dan berlian akhirnya mulai memudar ketika dunia memasuki era Revolusi Industri pada abad ke-18 dan 19. Mesin-mesin pabrik mulai diciptakan, dan kancing tidak lagi harus dibuat satu per satu dengan tangan.
Bahan baku pembuat kancing mulai beralih ke material yang lebih murah dan mudah didapat, seperti logam biasa, kaca, keramik, hingga cangkang kerang yang diproduksi massal.
Puncaknya adalah ketika bahan plastik ditemukan pada abad ke-20. Plastik membuat harga kancing menjadi sangat murah, tahan lama, dan bisa diproduksi dalam jutaan warna serta bentuk. Kancing pun resmi menjadi milik semua orang, bukan lagi monopoli para raja dan bangsawan.
Next News

Klasemen Akhir Liga Inggris 2025/2026: Arsenal Juara, Chelsea Gagal ke Eropa
in 6 hours

Hewan yang Bisa Membelah Diri: Fakta Unik dan Penjelasan Ilmiahnya
in 6 hours

5 Penyebab Stop Kontak Meleleh atau Terbakar yang Wajib Diwaspadai
in 6 hours

Berapa Kali Mata Berkedip dalam Sehari? Ini Fakta dan Penjelasannya
in 6 hours

Apa Itu Dejavu? Penjelasan Ilmiah, Penyebab, dan Fakta Menariknya
in 6 hours

7 Sayuran Kaya Nutrisi yang Baik untuk Mencegah Gagal Ginjal
7 hours ago

Perlukah Membalik Pakaian Sebelum Dicuci? Ini Penjelasannya
in 5 hours

Makan Telur Setiap Hari, Aman atau Berisiko? Ini Penjelasannya
in 5 hours

Benarkah Bawang Putih Bisa Hilangkan Panu? Ini Fakta Medisnya
in 5 hours

Jangan Asal Minum! Kelebihan Vitamin Ternyata Bisa Bahayakan Tubuh
in 5 hours





