Rabu, 3 Juni 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Sejarah Es Krim: Perjalanan Hidangan Dingin Favorit Dunia dari Zaman Kuno hingga Modern

RAU - Wednesday, 03 June 2026 | 01:31 PM

Background
Sejarah Es Krim: Perjalanan Hidangan Dingin Favorit Dunia dari Zaman Kuno hingga Modern

Saat cuaca panas, es krim menjadi pilihan favorit untuk menyegarkan tubuh. Kini, makanan manis ini dapat ditemukan hampir di setiap sudut kota, mulai dari pedagang kaki lima hingga restoran dan kafe premium.

Namun, sebelum teknologi pendingin dan freezer ditemukan, bagaimana manusia membuat makanan dingin seperti es krim?

Ternyata, sejarah es krim telah dimulai sejak ribuan tahun yang lalu dan melibatkan berbagai peradaban besar dunia. Setiap negara memiliki cerita unik mengenai perkembangan makanan penutup yang kini digemari oleh hampir semua kalangan.

Awal Mula Es Krim di Kekaisaran Romawi

Salah satu catatan paling awal mengenai makanan serupa es krim berasal dari masa Kekaisaran Romawi.

Pada sekitar tahun 64 Masehi, Kaisar Nero dikisahkan sangat menyukai makanan penutup yang dingin. Untuk memenuhi keinginannya, para pelayan kerajaan mengambil salju dari pegunungan dan mencampurnya dengan madu, sari buah, serta nektar alami.



Meskipun belum memiliki tekstur lembut seperti es krim modern, campuran tersebut dianggap sebagai cikal bakal makanan dingin yang menyerupai sorbet saat ini.

Pada masa itu, memperoleh salju bukanlah perkara mudah. Karena itu, makanan dingin hanya dapat dinikmati oleh kalangan bangsawan dan keluarga kerajaan.

Perkembangan Es Krim di Tiongkok Kuno

Beberapa abad kemudian, makanan serupa es krim juga mulai dikenal di Tiongkok.

Sekitar abad ke-7, pada masa pemerintahan Dinasti Tang, masyarakat kerajaan mulai menikmati sajian dingin yang terbuat dari salju, susu, sari buah, dan madu.

Menurut berbagai catatan sejarah, hidangan tersebut menjadi favorit kalangan istana dan perlahan menyebar ke lingkungan bangsawan.



Peradaban Tiongkok juga dikenal memiliki teknik penyimpanan es yang lebih maju dibanding banyak wilayah lain pada masa itu. Hal ini memungkinkan mereka mengembangkan berbagai makanan dan minuman dingin jauh sebelum teknologi modern ditemukan.

Peran Marco Polo dalam Penyebaran Es Krim ke Eropa

Nama Marco Polo sering dikaitkan dengan penyebaran konsep es krim ke Eropa.

Pada abad ke-13, penjelajah asal Italia tersebut melakukan perjalanan panjang ke Asia dan dipercaya membawa pulang berbagai pengetahuan kuliner dari Tiongkok.

Setelah kembali ke Italia, resep makanan dingin yang ia pelajari mengalami berbagai modifikasi menggunakan bahan-bahan lokal.

Saat itu, masyarakat Italia sebenarnya telah mengenal minuman dingin berbasis sirup. Namun, dengan berbagai inovasi yang dilakukan, lahirlah makanan penutup yang lebih lembut dan kaya rasa.



Dari Italia, popularitas makanan dingin tersebut menyebar ke berbagai negara Eropa lainnya.

Lahirnya Es Krim Modern Berbahan Susu dan Krim

Perkembangan terbesar dalam sejarah es krim terjadi ketika susu dan krim mulai digunakan sebagai bahan utama.

Penambahan susu memberikan tekstur yang lebih lembut, rasa yang lebih kaya, serta sensasi creamy yang menjadi ciri khas es krim modern.

Pada abad ke-18, masyarakat Inggris mulai menggunakan istilah "ice cream" untuk menyebut makanan penutup beku tersebut.

Sejak saat itu, berbagai variasi rasa mulai bermunculan dan menjadikan es krim sebagai salah satu hidangan mewah yang populer di kalangan bangsawan Eropa.



Es Krim Menjadi Populer di Amerika Serikat

Popularitas es krim semakin meningkat ketika memasuki benua Amerika.

Pada abad ke-19, perkembangan teknologi memungkinkan terciptanya mesin pembuat es krim yang lebih efisien. Penemuan ini menjadi titik penting dalam industri es krim modern.

Awalnya, es krim hanya disajikan dalam acara-acara khusus dan dinikmati oleh kalangan tertentu. Namun, seiring berkembangnya industri makanan, toko dan kios es krim mulai bermunculan di berbagai kota besar.

Kehadiran mesin pendingin dan produksi massal membuat harga es krim semakin terjangkau sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat luas.

Hingga saat ini, Amerika Serikat menjadi salah satu negara dengan tingkat konsumsi es krim tertinggi di dunia.



Sejarah Es Krim di Indonesia

Es krim mulai dikenal di Indonesia pada masa kolonial Belanda.

Pada awal kemunculannya, es krim merupakan makanan mewah yang hanya dapat dinikmati oleh kalangan pejabat kolonial dan masyarakat kelas atas.

Karena keterbatasan teknologi pendingin pada masa itu, proses pembuatan dan penyimpanan es krim membutuhkan biaya yang tinggi.

Seiring perkembangan zaman dan masuknya teknologi modern, es krim mulai diproduksi secara massal dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kini, Indonesia memiliki berbagai varian es krim unik yang menggabungkan cita rasa lokal seperti durian, kelapa, tape, cendol, hingga jamu tradisional.



Bagaimana Es Krim Dibuat?

Selain lezat, es krim juga merupakan hasil penerapan ilmu pengetahuan dalam industri pangan.

Bahan utama es krim umumnya terdiri dari:

  • Susu
  • Krim
  • Gula
  • Perisa alami atau buatan
  • Emulsifier dan stabilizer

Salah satu proses penting dalam pembuatan es krim adalah pasteurisasi.

Pasteurisasi dilakukan untuk membunuh bakteri berbahaya yang mungkin terdapat dalam campuran bahan baku. Proses ini memastikan es krim aman dikonsumsi sekaligus menjaga kualitas rasa dan teksturnya.

Setelah dipasteurisasi, campuran didinginkan dan diaduk secara terus-menerus selama proses pembekuan untuk menghasilkan tekstur yang lembut dan tidak membentuk kristal es besar.



Fakta Menarik tentang Es Krim

Berikut beberapa fakta unik mengenai es krim:

1. Es Krim Menjadi Hidangan Favorit Dunia

Es krim termasuk salah satu makanan penutup paling banyak dikonsumsi di berbagai negara.

2. Amerika Memiliki Bulan Es Krim Nasional

Di Amerika Serikat, bulan Juli ditetapkan sebagai National Ice Cream Month atau Bulan Es Krim Nasional.

3. Vanila Menjadi Rasa Paling Populer

Meskipun banyak varian baru bermunculan, rasa vanila masih menjadi favorit utama di berbagai negara.

4. Es Krim Terus Berinovasi

Saat ini terdapat ratusan rasa es krim unik, mulai dari cokelat, stroberi, matcha, kopi, hingga rasa-rasa khas lokal yang tidak biasa.



Es krim memiliki sejarah panjang yang melibatkan berbagai peradaban besar dunia. Mulai dari campuran salju dan madu di Kekaisaran Romawi, hidangan dingin kerajaan Tiongkok, inovasi kuliner Italia, hingga berkembang menjadi industri besar di Amerika dan seluruh dunia.

Di Indonesia sendiri, es krim telah bertransformasi dari makanan mewah menjadi camilan yang dapat dinikmati siapa saja. Dengan berbagai inovasi rasa dan penyajian, es krim tetap menjadi salah satu makanan penutup paling populer sepanjang masa.

Tak heran jika hingga saat ini es krim terus menjadi simbol kesegaran, kebahagiaan, dan kenikmatan yang disukai oleh semua usia.