Kamis, 23 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Bahan Makanan yang Sering Salah Cara Penyimpanannya

Laila - Thursday, 23 July 2026 | 08:10 PM

Background
Bahan Makanan yang Sering Salah Cara Penyimpanannya

Menyimpan bahan makanan dengan benar merupakan salah satu cara sederhana untuk menjaga kualitas dan memperpanjang masa simpannya. Namun, tidak semua bahan makanan sebaiknya langsung dimasukkan ke dalam kulkas atau disimpan pada suhu ruang.

Kesalahan dalam penyimpanan dapat membuat makanan lebih cepat rusak, kehilangan tekstur, atau bahkan meningkatkan risiko pertumbuhan mikroorganisme tertentu. Menariknya, beberapa bahan makanan yang sering tersedia di dapur justru cukup sering disimpan dengan cara yang kurang tepat.

Salah satunya adalah roti. Banyak orang menyimpan roti di dalam kulkas dengan harapan dapat membuatnya lebih awet. Padahal, suhu dingin di dalam kulkas dapat mempercepat proses perubahan tekstur roti sehingga menjadi lebih cepat terasa kering atau keras. Untuk penggunaan dalam waktu dekat, roti umumnya lebih baik disimpan dalam wadah tertutup pada suhu ruang. Jika ingin disimpan lebih lama, pembekuan dapat menjadi pilihan.

Kentang juga sering mengalami kesalahan penyimpanan. Kentang sebaiknya tidak diletakkan di tempat yang terkena cahaya langsung karena dapat memicu perubahan warna dan pembentukan senyawa tertentu. Tempat yang sejuk, kering, gelap, dan memiliki sirkulasi udara yang baik biasanya lebih sesuai untuk menyimpannya.

Berbeda dengan kentang, tomat umumnya tidak perlu langsung dimasukkan ke dalam kulkas jika masih dalam kondisi matang dan akan segera dikonsumsi. Suhu dingin dapat memengaruhi tekstur dan cita rasanya. Tomat dapat disimpan pada suhu ruang, jauh dari sinar matahari langsung.



Bawang bombai dan bawang putih juga sebaiknya disimpan di tempat yang kering dan memiliki ventilasi yang baik. Menyimpannya dalam kondisi lembap atau wadah tertutup tanpa sirkulasi udara dapat mempercepat pertumbuhan jamur dan membuatnya lebih mudah membusuk.

Sementara itu, pisang dapat mengalami perubahan kematangan lebih cepat jika disimpan pada kondisi tertentu. Pisang yang belum matang sebaiknya dibiarkan pada suhu ruang hingga mencapai tingkat kematangan yang diinginkan. Setelah matang, penyimpanan di tempat yang lebih dingin dapat membantu memperlambat proses pematangan, meskipun kulitnya mungkin berubah warna menjadi lebih gelap.

Kesalahan lain yang cukup umum adalah menyimpan buah dan sayuran tanpa memperhatikan kondisi kelembapannya. Beberapa jenis sayuran lebih mudah layu jika kehilangan air, sementara kondisi terlalu lembap dapat mempercepat pembusukan. Karena itu, bahan makanan sebaiknya disimpan sesuai karakteristik masing-masing.

Daging, ikan, dan makanan mudah rusak justru perlu mendapatkan perhatian lebih. Bahan makanan tersebut sebaiknya segera disimpan dalam lemari pendingin jika tidak langsung dimasak. Jika ingin disimpan lebih lama, pembekuan dapat membantu mempertahankan kualitasnya. Bahan makanan mentah juga sebaiknya dipisahkan dari makanan siap santap untuk mengurangi risiko kontaminasi silang.

Telur juga sering menimbulkan pertanyaan mengenai cara penyimpanannya. Jika telur perlu disimpan dalam lemari pendingin, sebaiknya tetap berada dalam kemasan aslinya dan ditempatkan pada bagian dalam kulkas dengan suhu yang stabil, bukan di bagian pintu yang lebih sering mengalami perubahan suhu akibat pintu dibuka dan ditutup.



Selain itu, bahan makanan yang sudah dipotong sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. Setelah dipotong, bagian dalam makanan menjadi lebih terbuka terhadap udara dan kontaminasi. Karena itu, bahan makanan tersebut sebaiknya disimpan dalam wadah bersih dan tertutup di dalam lemari pendingin sesuai kebutuhan.

Tags