Kamis, 23 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Fenomena "Scroll Sebentar" yang Berubah Menjadi Berjam-Jam

Laila - Thursday, 23 July 2026 | 08:06 PM

Background
Fenomena "Scroll Sebentar" yang Berubah Menjadi Berjam-Jam

Pernahkah Anda membuka media sosial dengan niat hanya melihat beberapa unggahan, tetapi tiba-tiba menyadari bahwa waktu sudah berlalu cukup lama? Awalnya mungkin hanya ingin scroll selama lima menit, tetapi akhirnya bisa menghabiskan waktu hingga berjam-jam.

Fenomena "scroll sebentar" yang berubah menjadi aktivitas panjang sebenarnya bukan hal yang terjadi secara kebetulan. Ada berbagai faktor yang membuat seseorang sulit berhenti ketika sudah mulai menggulir layar.

Salah satu penyebabnya adalah konten yang terus tersedia tanpa batas. Pada banyak platform digital, pengguna cukup menggeser layar untuk menemukan unggahan berikutnya. Tidak ada titik akhir yang jelas sehingga otak tidak mendapatkan tanda alami bahwa aktivitas tersebut sudah selesai.

Berbeda dengan membaca buku yang memiliki halaman terakhir atau menonton acara televisi yang memiliki durasi tertentu, aktivitas scroll dapat terus berlangsung selama pengguna masih ingin melihat konten berikutnya.

Selain itu, platform media sosial menggunakan sistem rekomendasi untuk menampilkan konten yang dianggap menarik bagi setiap pengguna. Ketika seseorang berhenti pada sebuah video atau unggahan, sistem dapat mempelajari pola tersebut dan memberikan rekomendasi konten serupa.



Akibatnya, pengguna lebih sering menemukan materi yang sesuai dengan minat pribadi. Hal ini membuat aktivitas scrolling terasa menarik dan mendorong keinginan untuk terus melihat konten berikutnya.

Faktor lainnya adalah rasa penasaran. Setelah melihat satu konten yang menarik, seseorang mungkin berpikir bahwa unggahan berikutnya bisa jadi lebih menarik. Perasaan tersebut membuat pengguna terus menggulir layar untuk mencari sesuatu yang baru.

Konten yang muncul secara tidak terduga juga dapat membuat aktivitas ini semakin sulit dihentikan. Seseorang mungkin tidak tahu apa yang akan muncul setelah satu unggahan sehingga muncul dorongan untuk terus mencari tahu.

Ketika terlalu fokus pada layar, kesadaran terhadap waktu juga dapat berkurang. Perhatian seseorang sepenuhnya tertuju pada konten yang sedang dikonsumsi sehingga waktu yang berlalu terasa lebih singkat daripada kenyataannya.

Kondisi ini dapat menjadi masalah jika kebiasaan scrolling mulai mengganggu aktivitas lain. Waktu tidur bisa berkurang, pekerjaan tertunda, waktu bersama keluarga terganggu, atau seseorang menjadi sulit berkonsentrasi pada kegiatan yang membutuhkan perhatian lebih lama.



Untuk mengatasinya, pengguna dapat membuat batas waktu yang jelas sebelum membuka media sosial. Menggunakan pengingat waktu, membatasi notifikasi, atau meletakkan ponsel jauh dari jangkauan ketika sedang mengerjakan sesuatu dapat membantu mengurangi kebiasaan scrolling tanpa tujuan.

Cara lain adalah menentukan tujuan sebelum membuka aplikasi. Misalnya, jika ingin memeriksa satu informasi tertentu, fokuslah pada tujuan tersebut dan tutup aplikasi setelah selesai.

Pada akhirnya, fenomena "scroll sebentar" yang berubah menjadi berjam-jam merupakan hasil dari perpaduan antara kebiasaan pengguna dan desain platform digital yang dirancang untuk mempertahankan perhatian. Dengan memahami bagaimana kebiasaan tersebut terbentuk, seseorang dapat lebih sadar dalam mengatur waktu penggunaan media sosial agar tidak mengambil terlalu banyak waktu dari aktivitas sehari-hari.

Tags