Rabu, 18 Maret 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Refleksi Setahun Kepemimpinan BAGUSI di Tapanuli Selatan: Dari Bencana hingga Deretan Prestasi

RAU - Wednesday, 18 March 2026 | 08:21 AM

Background
Refleksi Setahun Kepemimpinan BAGUSI di Tapanuli Selatan: Dari Bencana hingga Deretan Prestasi

Setahun setelah dilantik oleh Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 di Istana Kepresidenan Jakarta, pasangan Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu dan H. Jafar Syahbuddin Ritonga, menandai perjalanan awal kepemimpinan mereka dengan berbagai capaian signifikan.

Memimpin wilayah yang terdiri dari 15 kecamatan, 212 desa, dan 36 kelurahan, pasangan yang dikenal dengan sebutan BAGUSI ini dihadapkan pada tantangan besar di tahun pertamanya. Dalam sembilan bulan masa pemerintahan, hampir seluruh kecamatan terdampak bencana banjir, banjir bandang, dan tanah longsor yang terjadi pada 25 November 2025.

Meski demikian, kinerja Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan justru menunjukkan tren positif. Nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang selama lima tahun bertahan di level CC, berhasil meningkat menjadi B pada tahun 2025.

Selain itu, Indeks Pencegahan Korupsi melalui Monitoring Controlling Surveillance for Prevention dari Komisi Pemberantasan Korupsi juga melonjak dari 65,66 (zona merah) menjadi 81,70 (zona hijau). Peningkatan serupa terlihat pada Indeks Masyarakat Digital Indonesia yang naik dari kategori rendah menjadi sedang, serta Indeks Pelayanan Publik yang membaik dari nilai C menjadi B.

Di tingkat nasional, Tapanuli Selatan turut menorehkan prestasi membanggakan. Salah satunya dengan meraih Juara I dalam ajang Indonesia's SDGs Action Award yang diselenggarakan oleh Bappenas melalui program unggulan Gerakan 1.000 Kolam.



Tak hanya itu, Tim Pengendalian Inflasi Daerah berhasil meraih peringkat II nasional, serta daerah ini sukses memperoleh sertifikat eliminasi filariasis, menjadikannya sebagai salah satu dari sedikit daerah di Indonesia yang berhasil keluar dari status endemis penyakit kaki gajah.

Dalam sektor sosial, pemerintah daerah juga menghadirkan program Sekolah Rakyat bagi masyarakat kurang mampu sebagai upaya memutus rantai kemiskinan. Program ini sementara dijalankan di Balai Latihan Kerja, sembari menunggu pembangunan fasilitas permanen di Sipirok.

Penanganan pascabencana juga menjadi salah satu capaian penting. Pemerintah daerah dinilai cepat dalam pendataan korban, sehingga bantuan dari pemerintah pusat dapat segera disalurkan. Mulai dari Dana Tunggu Hunian, santunan korban meninggal, hingga bantuan perbaikan rumah dan hunian sementara telah terealisasi.

Kini, seluruh warga terdampak bencana telah meninggalkan tenda pengungsian dan dapat kembali menjalani kehidupan di hunian yang lebih layak, bahkan menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan lebih nyaman.

Bupati Gus Irawan menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah membantu, termasuk pemerintah pusat, jajaran TNI-Polri, BUMN, serta relawan. Ia juga menekankan pentingnya nilai gotong royong masyarakat Tapanuli Selatan yang masih kuat berpegang pada falsafah Dalihan Na Tolu.



Semangat kebersamaan tersebut, menurutnya, menjadi modal utama dalam mempercepat pemulihan dan pembangunan daerah ke depan.