Rahasia Hindari Mata Merah Seperti Karakter Horor Usai Renang
Laila - Monday, 25 May 2026 | 07:45 PM


Mitos Klorin dan Alasan 'Jorok' di Balik Mata Merah Sehabis Berenang
Pernah nggak sih kamu lagi asyik-asyiknya main air di kolam renang bareng teman-teman atau gebetan, pas selesai dan ngaca di toilet, tiba-tiba kaget sendiri? Bukannya kelihatan segar kayak atlet renang profesional, mata kamu malah merah menyala mirip karakter antagonis di film horor. Belum lagi perihnya yang minta ampun, rasanya kayak habis nangis semalaman gara-gara ditinggal pas lagi sayang-sayangnya.
Biasanya, reaksi spontan kita atau orang tua kita adalah menyalahkan klorin. "Duh, ini klorinnya kebanyakan nih!" atau "Kaporitnya pelit amat sih pengelolanya, bikin perih!" begitu keluh kita. Kita sudah kadung menganggap klorin sebagai tersangka utama di balik iritasi mata ini. Tapi, jujur-jujuran ya, sebenarnya klorin itu cuma korban salah sasaran alias kambing hitam dari sesuatu yang jauh lebih 'berantakan' di dalam air kolam.
Jadi, kalau bukan klorin sendirian, terus siapa pelakunya? Siapkan mental, karena jawabannya mungkin bakal bikin kamu mikir dua kali sebelum nekat menelan air kolam secara nggak sengaja.
Pertemuan Kimia yang Tidak Diinginkan
Secara sains, klorin itu sebenarnya adalah pahlawan. Dia ada di sana buat membunuh kuman, bakteri, dan mikroorganisme nakal lainnya yang bisa bikin kita sakit. Tapi, masalah muncul ketika klorin ini bertemu dengan "kiriman" dari tubuh manusia. Kita bicara soal keringat, sel kulit mati, minyak tubuh, dan ini yang paling bikin mual air seni alias urine.
Ketika klorin bereaksi dengan nitrogen yang ada di dalam urine dan keringat, mereka membentuk senyawa kimia baru yang namanya kloramin. Nah, kloramin inilah dalang asli di balik mata merah, kulit gatal, dan hidung meler setelah berenang. Jadi, mata merah kamu itu sebenarnya adalah alarm alami tubuh yang bilang, "Eh, ini airnya banyak bekas pipis orang, lho!"
Bayangkan saja, kolam renang umum itu ibarat bak mandi raksasa yang dipakai bareng-bareng sama ratusan orang asing. Kita nggak tahu siapa yang tadi pagi malas mandi sebelum nyebur, atau siapa yang diam-diam 'melepaskan beban' di pojokan kolam yang airnya terasa hangat-hangat kuku itu. Makin banyak orang yang nggak disiplin menjaga kebersihan tubuhnya sebelum masuk kolam, makin tinggi kadar kloramin yang terbentuk, dan makin merah pula mata kita.
Bau Kolam yang Menipu
Ada satu observasi menarik yang sering salah kaprah. Kamu pasti sering mencium bau khas "kolam renang" yang sangat tajam, kan? Banyak dari kita yang berpikir kalau bau itu adalah bukti kalau kolamnya bersih dan penuh disinfektan. Sayangnya, logika itu terbalik total.
Kolam renang yang sehat dan dirawat dengan benar sebenarnya hampir nggak berbau sama sekali. Bau menyengat yang selama ini kita sebut sebagai "bau kaporit" itu sebenarnya adalah bau kloramin yang menguap. Jadi, semakin tajam bau kolamnya, sebenarnya kolam itu semakin kotor secara kimiawi. Bau itu adalah tanda kalau klorinnya sudah terlalu sibuk bekerja keras melawan limbah manusia. Kalau hidung kamu sudah mencium bau yang sangat tajam begitu sampai di pinggir kolam, itu adalah sinyal buat segera memakai kacamata renang secepat mungkin.
Kenapa mata kita begitu sensitif? Lapisan luar mata kita punya film air mata yang sangat tipis dan berfungsi sebagai pelindung. Kloramin ini punya sifat merusak lapisan minyak di film air mata tersebut. Begitu pelindungnya hilang, mata kita jadi terpapar langsung oleh bahan kimia dan bakteri yang tersisa, yang akhirnya memicu peradangan. Itulah kenapa mata rasanya mengganjal, perih, dan warnanya berubah jadi merah jambu atau merah tua.
Gimana Caranya Biar Nggak Jadi 'Zombie' Setelah Berenang?
Tentu kita nggak mungkin berhenti berenang cuma gara-gara takut mata merah. Berenang itu olahraga paling enak, apalagi pas cuaca lagi panas-panasnya. Solusinya sebenarnya sederhana tapi sering kita sepelekan karena alasan malas atau ribet.
- Pakai Kacamata Renang (Goggles): Ini adalah pertahanan terdepan. Investasi sedikit di kacamata renang yang bagus bakal menyelamatkan mata kamu dari iritasi jangka panjang. Pastikan ukurannya pas supaya air nggak merembes masuk.
- Bilas Tubuh Sebelum Nyebur: Ini bukan cuma aturan hiasan di pinggir kolam. Dengan mandi sebelum berenang, kamu membantu mengurangi jumlah keringat dan minyak yang bakal bereaksi sama klorin. Kalau semua orang melakukan ini, kualitas air kolam bakal jauh lebih baik.
- Tolong, Jangan Pipis di Kolam: Kedengarannya sepele, tapi ini masalah etika dan kesehatan. Kalau merasa ingin buang air, segera naik ke permukaan dan cari toilet. Jangan jadi penyumbang kloramin yang bikin mata teman-temanmu merah.
- Tetes Mata Setelah Berenang: Kalau mata sudah terlanjur merah, kamu bisa pakai tetes mata jenis air mata buatan (artificial tears) untuk mengembalikan kelembapan dan membilas sisa kloramin. Hindari tetes mata yang berfungsi untuk "menghilangkan merah" secara instan karena biasanya mengandung bahan kimia yang kalau dipakai jangka panjang malah nggak bagus.
Pada akhirnya, fenomena mata merah ini adalah pengingat buat kita semua tentang pentingnya kebersihan publik. Kita berbagi air yang sama, jadi sudah sewajarnya kita menjaga kejernihannya bareng-bareng. Jangan cuma bisa protes soal air kolam yang perih, tapi kita sendiri malah malas bilas badan atau malah jadi pelaku "buang muatan" sembarangan.
Jadi, lain kali kalau mata kamu merah setelah berenang, jangan cuma salahkan klorinnya ya. Bisa jadi itu adalah tanda kalau populasi orang yang 'ngompol' di kolam itu lagi tinggi-tingginya. Tetap berenang, tetap sehat, dan yang paling penting, tetap sadar diri. Yuk, mulai sekarang jadi perenang yang beradab demi kesehatan mata kita semua!
Next News

Pesona Sungai di Bawah Laut: Keajaiban Dunia yang Tersembunyi
in 6 hours

Sering Ngelupas Bekas Luka? Yuk Cari Tahu Penyebab Psikologisnya
in 6 hours

Fenomena Sound System Hajatan: Musik yang Menggetarkan Jiwa
in 6 hours

7 Tempat Terdingin di Dunia, Suhunya Bisa Membekukan Napas dalam Sekejap
in 6 hours

Suasana Sederhana yang Diam-Diam Membuat Perasaan Jadi Tidak Menentu
in 6 hours

Inner Child: Saat Luka Masa Kecil Diam-Diam Masih Tinggal di Dalam Diri
6 hours ago

Rahasia di Balik Wangi Buku yang Bikin Pecinta Literasi Candu
in 6 hours

Gajah VS Monyet: Mana yang Lebih Cerdas?
in 5 hours

Alasan Bau Buku Baru Terasa Menenangkan dan Membuat Ketagihan
in 5 hours

Kenapa Siput Bisa "Meleleh" Saat Kena Garam? Ternyata Ini Alasannya
in 3 hours





