Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Mulai 24 Maret, Pemudik Diminta Waspada
RAU - Saturday, 21 March 2026 | 07:44 AM


MEDAN – Kepolisian Republik Indonesia memprediksi puncak arus balik Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah akan terjadi mulai 24 Maret 2026. Hal ini disampaikan langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat melakukan pemantauan pengamanan malam takbiran di Pos Terpadu Lapangan Merdeka, Medan.
Prediksi tersebut muncul setelah puncak arus mudik sebelumnya terpantau terjadi sejak 18 Maret 2026, dengan peningkatan volume kendaraan sebesar 4,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kapolri juga mengungkapkan adanya kabar positif terkait penurunan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas selama arus mudik tahun ini, yang turun sebesar 3,23 persen.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk tidak lengah selama perjalanan arus balik. Pemudik diminta memanfaatkan fasilitas rest area maupun pos pelayanan terpadu untuk beristirahat guna menghindari kelelahan saat berkendara.
Selain itu, Polri bersama TNI juga telah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam mengantisipasi potensi cuaca ekstrem melalui langkah-langkah seperti modifikasi cuaca.
Petugas di lapangan juga diminta siaga menghadapi kemungkinan bencana seperti banjir dan longsor yang berpotensi mengganggu jalur arus balik.
Untuk mengurai kepadatan kendaraan, pemerintah turut mendorong masyarakat memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada 25 hingga 27 Maret 2026. Selain itu, pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga ke atas juga diberlakukan hingga 29 Maret.
Kapolri menegaskan seluruh jajaran telah diinstruksikan untuk memastikan keamanan selama periode Lebaran melalui slogan "Mudik Aman, Keluarga Bahagia".
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai langkah untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik, termasuk pemetaan tiga jalur utama yakni lintas barat, lintas tengah, dan lintas timur.
Pemprov Sumut juga telah menangani sejumlah dampak bencana di 12 kabupaten/kota, termasuk ratusan titik longsor, jalan putus, dan jalan amblas yang kini telah diperbaiki secara darurat.
Untuk jalur tertentu seperti Simpang Rampa menuju Sibolga melalui Batu Lubang, saat ini diberlakukan sistem buka-tutup. Pemudik disarankan menggunakan jalur alternatif melalui Poriaha demi keamanan.
Next News

Wabup Tapsel Dorong Damparan Jadi Percontohan Pertanian Terpadu: Jagung, Ikan hingga Kopi
in 6 hours

Kapolda Sumut Diganti, Kapolri Percayakan Brigjen Pol Sonny Irawan
in 4 hours

Prakiraan Cuaca Sumut 5 Oktober 2026, Potensi Hujan Terjadi Sore Hari
in an hour

Kemenimipas Kantongi Identitas Penghuni Hunian Mewah Lapas Cibinong, Penyelidikan Berlanjut
2 days ago

Perkuat Pengamanan Perimeter Rutan Depok, Kemenimipas Buka Ruang Koordinasi Bersama TNI-Polri
14 hours ago

Menelisik Dinamika Perilaku dan Risiko Lingkungan Sosial Pasca-Insiden Video Viral Rutan Depok
15 hours ago

Dugaan Pesta Sabu dan Musik Keras di Sel Viral, Rutan Depok Terjunkan Tim Investigasi Internal
a day ago

Januari-Agustus, 2026, 207.785 Wisman Berkunjung ke Sumut
a day ago

BBGTK Sumut Latih Guru Madina Soal Penanganan Bencana
a day ago

Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu Irup Hari Kesaktian Pancasila 2026, Teguhkan Pancasila sebagai Perekat Persatuan
2 days ago





