Selasa, 21 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Produksi Padi Sumut Surplus 674 Ribu Ton Awal 2026, Ketahanan Pangan Tetap Terjaga

Nanda - Tuesday, 21 April 2026 | 10:27 AM

Background
Produksi Padi Sumut Surplus 674 Ribu Ton Awal 2026, Ketahanan Pangan Tetap Terjaga

Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara mencatat produksi padi di Sumatera Utara selama periode Januari hingga April 2026 diperkirakan mencapai 1.257.553 ton gabah kering panen (GKP), atau setara sekitar 800.809 ton beras.

Dengan kebutuhan beras masyarakat pada periode yang sama sebesar 573.852 ton, provinsi ini mengalami surplus sekitar 674.366 ton. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Dinas Ketapang Sumut, Yusfahri Perangin-angin.

Beberapa daerah yang menjadi sentra produksi padi terbesar pada awal 2026 antara lain Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Simalungun, dan Labuhanbatu Utara.

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk mempertahankan swasembada pangan. Program ketahanan pangan yang diusung oleh Prabowo Subianto bersama pemerintah daerah akan terus didukung agar stabilitas pangan tetap terjaga.

Pada tahun 2025, total produksi padi mencapai 3.524.578 ton GKP atau setara 2.244.452 ton beras. Dengan kebutuhan beras sebesar 1.710.751 ton, Sumut mencatat surplus 533.701 ton. Sentra produksi utama saat itu meliputi Serdang Bedagai, Simalungun, Mandailing Natal, Deli Serdang, dan Tapanuli Utara.



Produktivitas padi di Sumut berada di kisaran 5,1 hingga 5,2 ton per hektare, bahkan bisa mencapai 7–8 ton per hektare pada lahan beririgasi. Keberhasilan ini didukung oleh strategi intensifikasi seperti penggunaan benih unggul, perbaikan irigasi, pengendalian hama, serta perluasan lahan pertanian.

Atas kontribusinya dalam mendukung swasembada pangan nasional, Gubernur Sumatera Utara menerima penghargaan Satya Lencana Wirakarya dari Presiden di Karawang pada awal 2026. Sumatera Utara juga masuk dalam 10 besar provinsi penghasil beras terbesar di Indonesia.