Petir Bisa Menyambar Tempat yang Sama Berkali-Kali, Benarkah? Ini Fakta Ilmiahnya
icaa - Saturday, 10 October 2026 | 02:45 PM


Petir merupakan fenomena alam yang sering muncul ketika terjadi badai petir. Kilatan cahaya yang terlihat di langit tersebut terjadi akibat pelepasan muatan listrik di atmosfer. Suaranya yang menggelegar terkadang membuat orang mencari perlindungan, terutama ketika badai berlangsung di sekitar tempat tinggal.
Di tengah berbagai informasi mengenai petir, ada anggapan populer bahwa petir tidak akan menyambar tempat yang sama dua kali. Ungkapan ini sering digunakan untuk menggambarkan bahwa suatu kejadian buruk tidak mungkin terulang.
Namun, jika dilihat dari sisi ilmu pengetahuan, anggapan tersebut tidak benar. Petir justru dapat menyambar lokasi yang sama berkali-kali, baik dalam satu badai maupun pada waktu yang berbeda.
1. Benarkah Petir Bisa Menyambar Tempat yang Sama Berulang Kali?
Ya, petir dapat menyambar tempat yang sama lebih dari satu kali. Fenomena ini telah diketahui dalam pengamatan meteorologi dan dapat terjadi pada berbagai jenis objek, terutama bangunan atau struktur yang tinggi.
Salah satu contohnya adalah gedung pencakar langit, menara komunikasi, dan menara pemancar. Objek-objek tersebut dapat mengalami sambaran petir berulang karena posisinya yang menonjol dibandingkan lingkungan sekitar.
Bahkan, satu kilatan petir yang terlihat oleh mata manusia terkadang terdiri atas beberapa pelepasan listrik yang terjadi secara berurutan melalui jalur yang sama atau hampir sama. Akibatnya, sambaran dapat tampak seperti kilatan yang berulang dalam waktu singkat.
Jadi, tidak ada aturan alam yang melarang petir menyambar lokasi yang pernah terkena sambaran sebelumnya.
2. Mengapa Petir Bisa Menyambar Lokasi yang Sama?
Ada beberapa faktor yang membuat suatu lokasi lebih mungkin terkena sambaran petir berulang kali.
Salah satunya adalah ketinggian objek. Bangunan tinggi, menara, dan pohon yang menjulang dapat menjadi titik sambaran karena lebih menonjol dari permukaan di sekitarnya. Kondisi ini membuat objek tersebut lebih mungkin terhubung dengan jalur pelepasan listrik yang berkembang antara awan dan tanah.
Selain itu, bentuk objek dan kondisi medan listrik di sekitarnya turut memengaruhi proses terbentuknya sambaran. Muatan listrik di atmosfer dapat menciptakan kondisi yang mendukung terbentuknya jalur pelepasan listrik menuju objek tertentu.
Jika suatu bangunan tetap menjadi objek yang menonjol selama badai, bangunan tersebut dapat kembali tersambar ketika kondisi listrik atmosfer mendukungnya.
Namun, lokasi yang pernah tersambar bukan berarti pasti akan tersambar lagi. Jalur petir dipengaruhi banyak faktor yang berubah-ubah sehingga titik sambaran berikutnya tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan kejadian sebelumnya.
3. Mengapa Gedung Tinggi Sering Menjadi Sasaran Petir?
Gedung tinggi dan menara merupakan contoh objek yang dapat mengalami sambaran petir berulang. Ketinggiannya membuat objek tersebut menonjol dari lingkungan sekitar dan dapat memengaruhi terbentuknya jalur sambaran.
Ketika badai berkembang, perbedaan muatan listrik antara awan dan permukaan bumi menciptakan medan listrik. Dalam kondisi tertentu, medan listrik ini memungkinkan terbentuknya saluran listrik yang menghubungkan awan dengan objek di permukaan.
Objek yang tinggi dapat membantu proses pembentukan jalur sambaran dari permukaan menuju saluran petir yang berkembang dari awan. Karena itu, gedung pencakar langit dan menara sering dilengkapi sistem proteksi petir.
Sistem tersebut umumnya mencakup komponen penerima sambaran, penghantar, dan sistem pembumian yang dirancang untuk menyalurkan arus petir menuju tanah dengan lebih aman.
Meski begitu, keberadaan sistem proteksi tidak membuat bangunan kebal terhadap petir. Tujuannya adalah mengurangi risiko kerusakan dan bahaya bagi orang yang berada di dalam maupun di sekitar bangunan.
4. Apakah Pohon Juga Bisa Disambar Petir Berkali-kali?
Pohon yang tinggi dan berdiri di area terbuka juga dapat menjadi sasaran sambaran petir. Risiko dapat meningkat ketika pohon tersebut lebih tinggi daripada objek lain di sekitarnya.
Pohon yang sama bisa tersambar lebih dari satu kali selama masa hidupnya. Namun, sambaran berulang tidak selalu terjadi dan tidak dapat dipastikan hanya dari bentuk atau ketinggian pohon.
Ketika petir menyambar pohon, arus listrik dapat melewati bagian batang atau permukaannya. Panas yang dihasilkan dapat merusak jaringan kayu, menguapkan air di dalamnya, bahkan menyebabkan kulit batang terkelupas atau pohon terbelah.
Karena itu, berteduh di bawah pohon saat badai petir bukan tindakan yang aman. Arus listrik juga dapat menyebar melalui tanah di sekitar titik sambaran, sehingga seseorang yang berdiri dekat pohon tetap berisiko mengalami cedera.
Jika badai petir terjadi, sebaiknya segera menuju bangunan tertutup yang kokoh atau kendaraan beratap logam dengan jendela tertutup.
5. Satu Kilatan Petir Bisa Mengandung Beberapa Sambaran
Kilatan petir yang terlihat di langit tidak selalu merupakan satu pelepasan listrik tunggal. Dalam banyak kasus, kilatan tersebut terdiri atas beberapa tahap pelepasan yang berlangsung sangat cepat.
Salah satu jenisnya adalah petir dari awan ke tanah. Prosesnya melibatkan pembentukan saluran listrik yang berkembang dari awan dan dapat diikuti oleh beberapa pelepasan arus melalui jalur yang sama.
Karena pelepasan tersebut berlangsung dalam waktu singkat, mata manusia sering melihatnya sebagai satu kilatan yang berkedip atau berulang.
Fenomena ini berbeda dari petir yang menyambar lokasi yang sama pada dua kejadian badai terpisah. Meski mekanismenya tidak persis sama, keduanya menunjukkan bahwa jalur atau titik sambaran dapat digunakan kembali dalam kondisi tertentu.
6. Apakah Tempat yang Pernah Tersambar Petir Lebih Berbahaya?
Lokasi yang pernah tersambar petir tidak otomatis menjadi lebih berbahaya hanya karena memiliki riwayat sambaran. Risiko terutama ditentukan oleh kondisi lingkungan, aktivitas badai, bentuk medan, serta keberadaan objek yang menonjol.
Sebagai contoh, menara tinggi yang berdiri di area terbuka dapat memiliki peluang terkena sambaran lebih besar daripada objek rendah di sekitarnya. Risiko tersebut berkaitan dengan karakteristik lokasinya, bukan semata-mata karena menara itu pernah tersambar.
Meski demikian, sambaran petir dapat menimbulkan kerusakan pada instalasi listrik, peralatan elektronik, dan struktur bangunan jika sistem perlindungannya tidak memadai.
Karena itu, bangunan yang berisiko tinggi perlu memiliki sistem proteksi petir yang dirancang dan dipasang sesuai standar yang berlaku. Pemeriksaan berkala juga penting untuk memastikan komponen penghantar dan pembumian tetap berfungsi dengan baik.
7. Cara Melindungi Diri Saat Terjadi Badai Petir
Memahami bahwa petir dapat menyambar lokasi yang sama berkali-kali juga penting untuk meningkatkan kewaspadaan ketika badai berlangsung.
Berikut beberapa langkah keselamatan yang dapat dilakukan:
- Segera masuk ke bangunan tertutup yang kokoh atau kendaraan beratap logam dengan jendela tertutup ketika mendengar guntur.
- Hindari berteduh di bawah pohon, berada di lapangan terbuka, atau berdiri di dekat tiang dan menara.
- Jauhi kolam, sungai, dan area perairan ketika badai petir berlangsung.
- Jika berada di dalam rumah, hindari menggunakan peralatan listrik yang terhubung ke stopkontak serta menjauhi jendela dan pintu.
- Tunggu setidaknya 30 menit setelah guntur terakhir terdengar sebelum kembali melakukan aktivitas di luar ruangan.
Jika berada di luar dan tidak ada tempat berlindung yang aman, segera bergerak menuju bangunan tertutup atau kendaraan. Jangan mengandalkan posisi jongkok sebagai pengganti tempat berlindung karena cara tersebut tidak menjamin keselamatan dari sambaran petir.
Next News

Mitos atau Fakta, Makan Wortel Bisa Membuat Penglihatan Lebih Tajam?
5 hours ago

Mengapa Kita Kadang Merasa Pernah Mengalami Kejadian yang Sama?
5 hours ago

Tubuh Tersentak Saat Hampir Tidur, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
5 hours ago

Kupu-Kupu Bisa Merasakan Rasa dengan Kakinya, Begini Cara Kerjanya
5 hours ago

Gurita Bisa Mengubah Warna Tubuh dalam Sekejap, Bagaimana Caranya?
5 hours ago

Buah yang Disimpan di Kulkas Bisa Berubah Rasa, Apa Penyebabnya?
5 hours ago

Bau Mulut Tidak Hilang Meski Sudah Sikat Gigi, Apa Kemungkinan Penyebabnya?
5 hours ago

Ada Parasit yang Hidup di Air, Ini Risiko Jika Air Terkontaminasi
5 hours ago

Penyakit yang Gejalanya Mirip Masuk Angin, tetapi Bisa Lebih Serius
5 hours ago

Mengenal Toksoplasma, Parasit yang Sering Dikaitkan dengan Kucing
5 hours ago





