Gurita Bisa Mengubah Warna Tubuh dalam Sekejap, Bagaimana Caranya?
Laila - Saturday, 10 October 2026 | 08:19 PM


Gurita merupakan salah satu hewan laut yang memiliki kemampuan luar biasa, yaitu mengubah warna dan pola tubuhnya dalam waktu singkat. Dalam hitungan detik, kulit gurita dapat menampilkan warna yang berbeda untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan di sekitarnya. Kemampuan ini membuat gurita menjadi salah satu hewan yang menarik untuk dipelajari.
Perubahan warna tersebut bukan sekadar keunikan penampilan. Bagi gurita, kemampuan ini memiliki peran penting untuk bertahan hidup, terutama ketika menghadapi predator atau berusaha mendekati mangsa tanpa menarik perhatian.
Sel Khusus pada Kulit Menjadi Kunci
Rahasia perubahan warna gurita terletak pada struktur khusus yang terdapat di kulitnya. Salah satu bagian terpenting adalah sel bernama kromatofor, yaitu sel yang mengandung pigmen warna.
Kromatofor dapat mengembang atau mengerut karena dikendalikan oleh otot-otot kecil. Ketika sel tersebut mengembang, pigmennya terlihat lebih jelas di permukaan kulit. Sebaliknya, ketika mengerut, warna yang ditampilkan dapat berkurang atau tertutupi oleh warna dari lapisan kulit lainnya.
Selain kromatofor, gurita juga memiliki sel pemantul cahaya, seperti iridofor dan leukofor, yang membantu menghasilkan efek warna dan pantulan tertentu. Kerja sama berbagai struktur tersebut memungkinkan kulit gurita menampilkan kombinasi warna serta pola yang beragam.
Sistem Saraf Mengatur Perubahan Warna
Kemampuan gurita mengubah warna tubuhnya berkaitan erat dengan sistem saraf. Gurita dapat menerima informasi visual dari lingkungan, kemudian mengatur aktivitas sel-sel pada kulit melalui sinyal saraf.
Proses ini berlangsung sangat cepat sehingga perubahan warna dapat terlihat hampir seketika. Gurita tidak perlu mengganti kulit untuk menampilkan warna baru. Perubahan terjadi melalui pengaturan sel dan struktur yang sudah ada pada kulitnya.
Meski demikian, perubahan warna gurita tidak selalu berarti tubuhnya meniru warna lingkungan secara sempurna. Pola yang muncul juga dipengaruhi oleh kondisi, perilaku, dan respons gurita terhadap situasi tertentu.
Kamuflase untuk Menghindari Predator
Salah satu fungsi utama perubahan warna adalah kamuflase. Gurita dapat menyesuaikan warna dan pola tubuhnya agar tidak mudah terlihat oleh hewan pemangsa.
Ketika berada di antara batu, pasir, atau terumbu karang, gurita bisa menampilkan pola yang membantu menyamarkan bentuk tubuhnya. Strategi ini membuat predator lebih sulit membedakan gurita dari lingkungan sekitarnya.
Selain mengubah warna, sejumlah spesies gurita juga mampu mengubah tekstur kulit. Tonjolan pada kulit dapat membuat tubuhnya tampak menyerupai permukaan batu atau karang. Kombinasi warna, pola, dan tekstur tersebut membuat kemampuan penyamarannya semakin efektif.
Perubahan Warna Juga Digunakan untuk Berkomunikasi
Perubahan warna pada gurita tidak hanya berfungsi untuk bersembunyi. Warna dan pola tubuhnya juga dapat menjadi bagian dari komunikasi atau respons terhadap hewan lain.
Dalam situasi tertentu, perubahan pola dapat berkaitan dengan perilaku kawin, persaingan, atau kondisi ketika gurita merasa terancam. Tampilan warna yang kontras bisa membuat tubuhnya terlihat lebih mencolok sebagai bentuk peringatan atau respons terhadap gangguan.
Makna perubahan warna dapat berbeda-beda bergantung pada spesies dan situasi yang dihadapi. Karena itu, satu pola warna tidak selalu memiliki arti yang sama pada setiap gurita.
Apakah Semua Gurita Bisa Mengubah Warna?
Banyak spesies gurita memiliki kemampuan mengubah warna, tetapi kemampuan tersebut tidak selalu sama. Jenis, susunan sel kulit, habitat, serta perilaku dapat memengaruhi variasi warna dan pola yang mampu ditampilkan.
Gurita juga memiliki kemampuan lain yang mendukung kelangsungan hidupnya, seperti menyemprotkan tinta untuk mengalihkan perhatian predator dan menggunakan lengannya untuk menjelajahi lingkungan. Namun, perubahan warna tetap menjadi salah satu strategi pertahanan yang paling menonjol.
Kemampuan gurita mengubah warna dalam waktu singkat menunjukkan betapa kompleksnya sistem saraf dan struktur kulit hewan ini. Melalui kerja sama sel pigmen, pemantul cahaya, serta pengaturan saraf, gurita dapat menampilkan beragam warna dan pola untuk menyesuaikan responsnya terhadap lingkungan laut.
Next News

Mitos atau Fakta, Makan Wortel Bisa Membuat Penglihatan Lebih Tajam?
3 hours ago

Mengapa Kita Kadang Merasa Pernah Mengalami Kejadian yang Sama?
3 hours ago

Tubuh Tersentak Saat Hampir Tidur, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
3 hours ago

Kupu-Kupu Bisa Merasakan Rasa dengan Kakinya, Begini Cara Kerjanya
3 hours ago

Buah yang Disimpan di Kulkas Bisa Berubah Rasa, Apa Penyebabnya?
3 hours ago

Bau Mulut Tidak Hilang Meski Sudah Sikat Gigi, Apa Kemungkinan Penyebabnya?
3 hours ago

Ada Parasit yang Hidup di Air, Ini Risiko Jika Air Terkontaminasi
3 hours ago

Penyakit yang Gejalanya Mirip Masuk Angin, tetapi Bisa Lebih Serius
3 hours ago

Mengenal Toksoplasma, Parasit yang Sering Dikaitkan dengan Kucing
3 hours ago

Lalat Bukan Sekadar Mengganggu, Hewan Ini Bisa Membawa Berbagai Kuman
11 hours ago





