Tubuh Tersentak Saat Hampir Tidur, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Laila - Saturday, 10 October 2026 | 08:23 PM


Pernahkah tubuh tiba-tiba tersentak ketika sedang berusaha tidur? Sensasi tersebut terkadang disertai perasaan seperti terjatuh, kehilangan keseimbangan, atau terkejut tanpa alasan yang jelas. Akibatnya, seseorang bisa kembali terjaga meskipun sebelumnya sudah mulai mengantuk.
Kondisi ini dikenal sebagai hypnic jerk atau sentakan saat mulai tertidur. Fenomena tersebut termasuk gerakan otot yang terjadi secara tiba-tiba ketika tubuh beralih dari kondisi terjaga menuju tidur. Dalam banyak kasus, hypnic jerk merupakan hal yang normal dan tidak menandakan adanya penyakit serius.
Apa Itu Hypnic Jerk?
Hypnic jerk adalah sentakan otot yang muncul tanpa disengaja pada tahap awal tidur. Gerakan ini dapat terjadi pada satu bagian tubuh, seperti kaki atau tangan, maupun melibatkan beberapa bagian tubuh sekaligus.
Sebagian orang hanya merasakan gerakan kecil, sedangkan yang lain mengalami sentakan cukup kuat hingga membuat tubuh terbangun. Sensasi seperti jatuh dari tempat tinggi juga dapat menyertai kejadian tersebut.
Hypnic jerk terjadi ketika tubuh mulai memasuki fase tidur. Pada masa peralihan ini, aktivitas otak, otot, dan sistem saraf mengalami perubahan. Mekanisme pasti yang menyebabkan sentakan tersebut belum sepenuhnya dipahami, tetapi fenomena ini umum dialami oleh banyak orang.
Mengapa Tubuh Bisa Tersentak Saat Mulai Tidur?
Ketika seseorang mulai tertidur, tubuh perlahan beralih dari kondisi aktif menuju keadaan istirahat. Otot mulai lebih rileks, sementara aktivitas otak mengalami perubahan sesuai tahapan tidur.
Pada sebagian orang, proses peralihan ini disertai kontraksi otot singkat yang terjadi secara spontan. Kontraksi tersebut menimbulkan sensasi tubuh tersentak secara tiba-tiba.
Hypnic jerk juga terkadang disertai gambaran atau sensasi seolah-olah sedang jatuh, tersandung, atau kehilangan keseimbangan. Pengalaman tersebut dapat terasa nyata, tetapi tidak berarti tubuh benar-benar sedang jatuh.
Faktor yang Membuat Sentakan Lebih Sering Terjadi
Meskipun umumnya normal, beberapa kondisi dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami hypnic jerk.
1. Kurang tidur
Kebiasaan tidur terlalu larut atau waktu istirahat yang tidak mencukupi dapat membuat tubuh mengalami kelelahan. Kondisi ini sering dikaitkan dengan meningkatnya kejadian sentakan saat mulai tidur.
2. Stres dan kecemasan
Pikiran yang terus aktif menjelang tidur dapat membuat tubuh lebih sulit beralih ke kondisi rileks. Stres juga dapat mengganggu kualitas tidur sehingga seseorang lebih mudah mengalami gangguan saat memasuki waktu istirahat.
3. Konsumsi kafein
Kafein yang terdapat dalam kopi, teh, minuman energi, dan beberapa minuman lainnya dapat meningkatkan kewaspadaan. Jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur, kafein bisa membuat seseorang sulit terlelap dan berpotensi memperburuk sentakan pada sebagian orang.
4. Aktivitas fisik yang terlalu dekat dengan waktu tidur
Olahraga berat menjelang tidur dapat membuat tubuh tetap berada dalam kondisi aktif untuk sementara waktu. Pada sebagian orang, hal ini dapat berkaitan dengan kesulitan tidur atau meningkatnya sentakan saat mulai terlelap.
Namun, respons setiap orang berbeda. Olahraga secara teratur pada umumnya justru bermanfaat untuk mendukung kualitas tidur.
Apakah Hypnic Jerk Berbahaya?
Hypnic jerk yang terjadi sesekali biasanya tidak berbahaya dan tidak memerlukan pengobatan khusus. Sentakan tersebut umumnya berlangsung singkat dan tidak menimbulkan dampak jangka panjang.
Meski demikian, kondisi ini perlu diperhatikan apabila terjadi sangat sering, membuat seseorang terus-menerus terbangun, atau menyebabkan kualitas tidur menurun secara signifikan.
Jika gerakan berulang juga muncul ketika sedang terjaga, disertai kehilangan kesadaran, kebingungan, cedera, atau gejala lain yang tidak biasa, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah gerakan tersebut benar-benar hypnic jerk atau berkaitan dengan kondisi lain.
Cara Mengurangi Sentakan Saat Hampir Tidur
Ada beberapa kebiasaan yang dapat dicoba untuk membantu mengurangi kejadian hypnic jerk, terutama jika berkaitan dengan kurang tidur atau pola hidup sehari-hari.
Pertama, usahakan tidur dan bangun pada waktu yang relatif sama setiap hari. Jadwal tidur yang konsisten membantu tubuh membangun ritme istirahat yang lebih teratur.
Kedua, penuhi kebutuhan tidur sesuai usia. Orang dewasa umumnya membutuhkan sekitar tujuh hingga sembilan jam tidur setiap malam.
Ketiga, batasi konsumsi kopi dan minuman berkafein menjelang malam. Jika sensitif terhadap kafein, pertimbangkan untuk menghindarinya sejak beberapa jam sebelum waktu tidur.
Selain itu, lakukan kegiatan yang membantu tubuh lebih rileks, seperti membaca buku, melakukan peregangan ringan, atau latihan pernapasan. Hindari pula kebiasaan begadang yang membuat tubuh terlalu lelah ketika akhirnya beristirahat.
Pada akhirnya, tubuh yang tersentak saat hampir tidur merupakan fenomena yang cukup umum. Selama hanya terjadi sesekali dan tidak disertai keluhan lain, kondisi ini biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Menjaga jadwal tidur, mengelola stres, dan membatasi kafein dapat membantu mendukung istirahat yang lebih nyaman.
Next News

Mitos atau Fakta, Makan Wortel Bisa Membuat Penglihatan Lebih Tajam?
3 hours ago

Mengapa Kita Kadang Merasa Pernah Mengalami Kejadian yang Sama?
3 hours ago

Kupu-Kupu Bisa Merasakan Rasa dengan Kakinya, Begini Cara Kerjanya
3 hours ago

Gurita Bisa Mengubah Warna Tubuh dalam Sekejap, Bagaimana Caranya?
3 hours ago

Buah yang Disimpan di Kulkas Bisa Berubah Rasa, Apa Penyebabnya?
3 hours ago

Bau Mulut Tidak Hilang Meski Sudah Sikat Gigi, Apa Kemungkinan Penyebabnya?
3 hours ago

Ada Parasit yang Hidup di Air, Ini Risiko Jika Air Terkontaminasi
3 hours ago

Penyakit yang Gejalanya Mirip Masuk Angin, tetapi Bisa Lebih Serius
3 hours ago

Mengenal Toksoplasma, Parasit yang Sering Dikaitkan dengan Kucing
3 hours ago

Lalat Bukan Sekadar Mengganggu, Hewan Ini Bisa Membawa Berbagai Kuman
11 hours ago





