Pentingnya Self-Compassion untuk Kesehatan Mental, Belajar Bersikap Baik kepada Diri Sendiri
Liaa - Sunday, 19 July 2026 | 10:10 AM


Setiap orang pernah melakukan kesalahan, mengalami kegagalan, atau menghadapi masa-masa sulit dalam hidup. Namun, tidak sedikit yang justru menjadi sangat keras terhadap dirinya sendiri ketika hal tersebut terjadi. Kritik yang berlebihan, rasa bersalah yang terus-menerus, hingga merasa diri tidak cukup baik dapat memengaruhi kesehatan mental jika dibiarkan berlarut-larut.
Di sinilah self-compassion atau belas kasih terhadap diri sendiri menjadi penting. Konsep ini mengajarkan seseorang untuk memperlakukan dirinya dengan pengertian, kepedulian, dan penerimaan, sebagaimana ia memperlakukan sahabat atau orang yang dicintai ketika sedang mengalami kesulitan.
Apa Itu Self-Compassion?
Self-compassion adalah kemampuan untuk menerima bahwa setiap orang memiliki kekurangan dan dapat melakukan kesalahan. Ketika menghadapi kegagalan atau masalah, seseorang yang memiliki self-compassion tidak terus-menerus menyalahkan dirinya, melainkan berusaha memahami situasi dengan lebih bijaksana.
Sikap ini bukan berarti mengabaikan kesalahan atau mencari pembenaran, melainkan menerima kenyataan sambil tetap berupaya memperbaiki diri.
Mengapa Self-Compassion Penting?
Bersikap terlalu keras kepada diri sendiri dapat meningkatkan stres, kecemasan, dan rasa rendah diri. Sebaliknya, self-compassion membantu seseorang menghadapi tekanan hidup dengan lebih sehat.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki self-compassion cenderung memiliki kesejahteraan psikologis yang lebih baik, mampu mengelola emosi dengan lebih efektif, dan lebih mudah bangkit setelah mengalami kegagalan atau tantangan.
Manfaat Self-Compassion bagi Kesehatan Mental
1. Membantu Mengurangi Stres
Saat menghadapi masalah, self-compassion membantu mengurangi tekanan emosional karena seseorang tidak terus-menerus menyalahkan dirinya sendiri.
2. Meningkatkan Ketahanan Mental
Orang yang mampu menerima kekurangan dirinya cenderung lebih mudah bangkit dari kegagalan. Mereka melihat kesalahan sebagai kesempatan untuk belajar, bukan sebagai bukti bahwa dirinya tidak berharga.
3. Mengurangi Kecemasan Berlebihan
Sikap menerima diri sendiri dapat membantu mengurangi kekhawatiran yang muncul akibat tuntutan untuk selalu sempurna.
4. Meningkatkan Kepercayaan Diri
Kepercayaan diri yang sehat tidak selalu berasal dari keberhasilan, tetapi juga dari kemampuan menerima diri apa adanya sambil terus berkembang menjadi lebih baik.
5. Membantu Menjalin Hubungan yang Lebih Sehat
Orang yang memiliki self-compassion umumnya lebih mampu memahami perasaan orang lain. Ketika tidak terlalu keras terhadap diri sendiri, seseorang juga cenderung lebih mudah menunjukkan empati kepada orang di sekitarnya.
Cara Melatih Self-Compassion
Self-compassion bukanlah sifat bawaan, melainkan keterampilan yang dapat dilatih melalui kebiasaan sehari-hari, seperti:
- Menghindari kebiasaan mengkritik diri secara berlebihan.
- Menggunakan kata-kata yang lebih positif saat berbicara kepada diri sendiri.
- Menyadari bahwa setiap orang pernah melakukan kesalahan.
- Memberikan waktu untuk beristirahat ketika merasa lelah.
- Fokus pada proses belajar, bukan hanya hasil.
- Menulis jurnal sebagai sarana mengenali dan mengelola emosi.
Self-Compassion Bukan Berarti Menyerah
Sebagian orang menganggap bersikap lembut kepada diri sendiri akan membuat seseorang menjadi malas atau tidak berkembang. Padahal, self-compassion justru membantu seseorang menghadapi kegagalan dengan cara yang lebih konstruktif.
Dengan menerima kesalahan tanpa menghakimi diri secara berlebihan, seseorang dapat lebih fokus mencari solusi dan memperbaiki keadaan daripada terus terjebak dalam rasa bersalah.
Kapan Perlu Mencari Bantuan Profesional?
Meskipun melatih self-compassion dapat membantu menjaga kesehatan mental, ada kalanya seseorang memerlukan bantuan dari psikolog atau psikiater, terutama jika mengalami stres berat, kecemasan yang berkepanjangan, depresi, atau kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari.
Mencari bantuan profesional bukanlah tanda kelemahan, melainkan langkah yang tepat untuk mendapatkan dukungan sesuai kebutuhan.
Next News

Kebiasaan Sederhana untuk Merawat Kecantikan: Tidak Harus Mahal untuk Terlihat Sehat
17 hours ago

Cara Sederhana Menjaga Tubuh Tetap Sehat: Kebiasaan Kecil yang Berdampak Besar
17 hours ago

Memilih Makanan yang Baik untuk Tubuh: Bukan Sekadar Kenyang, Tapi Juga Sehat
17 hours ago

Cantik Bukan Hanya Tentang Penampilan: Ada Hati yang Membuat Seseorang Bersinar
17 hours ago

Tidak Semua Hal Harus Kita Pahami Hari Ini: Belajar Berdamai dengan Ketidakpastian
17 hours ago

Belajar Menikmati Setiap Proses Kehidupan: Tidak Semua Hal Harus Terjadi dengan Cepat
17 hours ago

Belajar Bahagia dengan Apa yang Kita Miliki: Karena Hidup Bukan Perlombaan
17 hours ago

Belajar Pulih dari Pengalaman yang Menyakitkan: Pelan-Pelan Berdamai dengan Masa Lalu
17 hours ago

Santan: Nikmatnya Bikin Nagih, Tapi Benarkah Bisa Jadi Alarm untuk Kesehatan?
11 hours ago

Jangan Cuma Healing Mental, Usus Juga Butuh Self-Care: 6 Buah Ini Bisa Jadi Pilihan
11 hours ago





