Rabu, 18 Maret 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Pemkab Tapsel Petakan Pemulihan Lahan Pertanian Pascabencana Hidrometeorologi

Liaa - Friday, 30 January 2026 | 12:20 PM

Background
Pemkab Tapsel Petakan Pemulihan Lahan Pertanian Pascabencana Hidrometeorologi

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Pemkab Tapsel) mulai melakukan pemetaan pemulihan kawasan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi, yang sebelumnya mengakibatkan kerusakan lahan pertanian, perkebunan, serta berbagai aset publik di wilayah tersebut.

Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, mengatakan daerahnya telah memasuki fase transisi dari masa tanggap darurat menuju pemulihan, yang akan dilanjutkan dengan tahapan rekonstruksi dan rehabilitasi secara bertahap.

"Kita sudah melewati masa tanggap darurat dan masuk ke fase transisi menuju pemulihan. Selanjutnya akan dilakukan rekonstruksi dan rehabilitasi secara bertahap," ujar Gus Irawan di Sipirok, Kamis.

Ia menjelaskan, pada tahap rekonstruksi dan rehabilitasi, fokus utama pemerintah daerah adalah pemulihan mata pencarian masyarakat yang terdampak bencana. Berdasarkan hasil perhitungan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), total kerugian akibat bencana tersebut mencapai sekitar Rp2,6 triliun, meliputi kerusakan aset pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, fasilitas umum, serta lahan pertanian dan perkebunan.

Saat ini, Pemkab Tapsel telah merampungkan Rencana Rekonstruksi dan Rehabilitasi Pascabencana (R3PB) sebagai dasar pelaksanaan pemulihan wilayah terdampak.



Bagi masyarakat yang kehilangan mata pencarian, Pemkab Tapsel bekerja sama dengan PTPN untuk penyediaan lahan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap), sekaligus menyediakan lahan tumpang sari agar warga tetap dapat melakukan aktivitas bercocok tanam.

Gus Irawan mengakui bahwa proses adaptasi ini tidak mudah, karena sebagian besar warga yang sebelumnya mengelola sawah kini diarahkan untuk bertanam jagung di lahan milik PTPN. Meski demikian, pemerintah daerah berkomitmen mendukung produktivitas masyarakat dengan menyalurkan bantuan bibit jagung agar warga tetap memiliki sumber penghidupan.

Selain itu, Pemkab Tapsel juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian terkait normalisasi dan reklamasi lahan pertanian, agar sawah-sawah yang terdampak bencana dapat segera difungsikan kembali.

"Langkah-langkah ini kami petakan dan laksanakan untuk menghidupkan kembali mata pencarian warga terdampak," tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Tapanuli Selatan, Muhammad Taufik Batubara, menjelaskan bahwa kerusakan lahan pertanian akibat bencana hidrometeorologi terbagi dalam tiga kategori, yakni berat, sedang, dan ringan.



Untuk kategori berat, lahan gagal panen namun masih dapat ditanami kembali tercatat seluas 1.352 hektare, sedangkan lahan yang rusak berat dan tidak dapat digunakan kembali akibat timbunan material mencapai 536 hektare. Selain itu, terdapat lahan rusak sedang seluas 77 hektare dan lahan rusak ringan seluas 1.053 hektare.

Ia menambahkan, lahan yang rusak berat namun masih dapat ditanami akan mendapatkan bantuan bibit dengan alokasi 25 kilogram per hektare bagi petani.

"Kami juga menjalankan program optimalisasi lahan pertanian dari pemerintah pusat agar lahan yang terdampak bisa kembali dimanfaatkan oleh petani," ujarnya.