Rabu, 1 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Operasi Ketupat Toba 2026 Efektif, Gangguan Kamtibmas dan Laka Lantas di Sumut Turun Signifikan

RAU - Wednesday, 01 April 2026 | 08:17 AM

Background
Operasi Ketupat Toba 2026 Efektif, Gangguan Kamtibmas dan Laka Lantas di Sumut Turun Signifikan

Medan – Kepolisian Daerah Sumatera Utara mencatat capaian positif selama pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2026 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Angka gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta kecelakaan lalu lintas dilaporkan mengalami penurunan signifikan.

Berdasarkan data Polda Sumut, jumlah gangguan kamtibmas pada periode sebelum operasi, yakni 28 Februari hingga 12 Maret 2026, tercatat sebanyak 2.340 kejadian. Sementara selama Operasi Ketupat Toba yang berlangsung 13–25 Maret 2026, jumlahnya turun menjadi 1.772 kasus. Artinya, terjadi penurunan 568 kejadian atau sekitar 24,27 persen.

Penurunan juga terjadi pada angka kecelakaan lalu lintas. Selama masa operasi, tercatat 134 kejadian laka lantas, lebih rendah dibanding periode yang sama pada 2025 yang mencapai 191 kasus. Dengan demikian, terdapat pengurangan 57 kejadian atau 29,8 persen.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, Selasa (31/3/2026), menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga ketertiban selama arus mudik dan balik Lebaran.

Ia menjelaskan, pengamanan tidak hanya difokuskan pada jalur mudik dan arus balik, tetapi juga mencakup pusat keramaian, objek wisata, rumah ibadah, terminal, pelabuhan, stasiun, dan bandara yang mengalami lonjakan mobilitas.



Dalam pelaksanaannya, Polda Sumut mengedepankan langkah preemtif, preventif, serta penegakan hukum secara selektif guna memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman.

Tingginya mobilitas masyarakat selama masa operasi juga tercermin dari data pergerakan penumpang berbagai moda transportasi. Pada sektor udara, tercatat 172.936 penumpang datang dan 145.023 penumpang berangkat. Transportasi laut mencatat 55.554 penumpang datang dan 64.589 berangkat.

Sementara itu, jalur kereta api mencatat 102.638 kedatangan dan 123.020 keberangkatan penumpang. Untuk angkutan bus, tercatat 4.033 unit masuk membawa 53.526 penumpang, sedangkan 6.121 unit berangkat dengan total 58.661 penumpang.

Mobilitas kendaraan juga terlihat dari 29 gerbang tol di wilayah Sumatera Utara. Kendaraan golongan R4 tercatat sebanyak 1.651.560 unit masuk dan 1.620.141 unit keluar. Sedangkan kendaraan golongan R6 tercatat 179.234 unit masuk dan 174.752 unit keluar.

Menghadapi tingginya arus pergerakan tersebut, Polda Sumut menerapkan strategi pengamanan dinamis, termasuk rekayasa lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan. Sebanyak 8.002 personel Polri dikerahkan serta didukung pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu di berbagai lokasi strategis.



Meski Operasi Ketupat Toba 2026 telah berakhir pada 25 Maret 2026, pengamanan tetap dilanjutkan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas pasca-Lebaran.

Polda Sumut juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang dinilai semakin tertib dan kooperatif selama masa pengamanan, sehingga situasi keamanan dan ketertiban di Sumatera Utara tetap kondusif.