Senin, 7 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Ngiler Saat Tidur, Normal atau Tanda Penyakit? Kenali Penyebabnya

RAU - Monday, 07 September 2026 | 05:43 PM

Background
Ngiler Saat Tidur, Normal atau Tanda Penyakit? Kenali Penyebabnya

Air liur yang keluar dari mulut ketika seseorang sedang tidur merupakan kondisi yang cukup umum. Meski demikian, tidak sedikit orang yang bertanya-tanya apakah kebiasaan ngiler saat tidur merupakan sesuatu yang normal atau justru menjadi tanda adanya masalah kesehatan.

Dalam banyak kasus, air liur yang menetes ketika tidur sebenarnya bukan kondisi yang perlu dikhawatirkan. Mengutip Sleep Foundation, produksi air liur berubah mengikuti ritme sirkadian tubuh.

Pada umumnya, produksi air liur lebih banyak terjadi pada siang hari dan berkurang ketika malam. Meski begitu, kelenjar ludah tetap menghasilkan air liur selama seseorang tertidur.

Air liur memiliki fungsi penting bagi tubuh, salah satunya menjaga kelembapan mulut dan tenggorokan. Cairan ini juga membantu mendukung kesehatan rongga mulut.

Namun, jika air liur terus-menerus keluar dari mulut saat tidur, kondisi tersebut dapat menimbulkan masalah seperti bau mulut dan kehilangan cairan tubuh dalam kondisi tertentu.



Penyebab Ngiler Saat Tidur

Ngiler saat tidur dapat terjadi ketika tubuh menghasilkan air liur dalam jumlah berlebihan atau ketika seseorang mengalami kesulitan menelan. Produksi air liur yang berlebihan dikenal sebagai hipersalivasi.

Selain produksi air liur, terdapat sejumlah faktor lain yang dapat menyebabkan seseorang lebih sering ngiler ketika tidur.

1. Posisi Tidur

Posisi tubuh ketika tidur dapat memengaruhi ke mana air liur mengalir.

Saat tidur telentang, air liur cenderung tetap berada di dalam mulut atau mengalir ke arah tenggorokan. Sebaliknya, ketika tidur menyamping atau tengkurap, gravitasi membuat air liur lebih mudah mengalir keluar dari mulut dan mengenai bantal.

2. Infeksi dan Alergi

Pilek, radang tenggorokan, serta alergi musiman dapat menyebabkan saluran pernapasan mengalami peradangan atau tersumbat.



Akibatnya, seseorang mungkin lebih sering bernapas melalui mulut saat tidur. Kondisi tersebut membuat mulut tetap terbuka sehingga air liur lebih mudah keluar.

3. GERD

Gastroesophageal reflux disease (GERD) juga dapat berkaitan dengan meningkatnya air liur saat tidur.

Pada penderita GERD, gangguan pada proses menelan atau sensasi seperti terdapat benjolan di tenggorokan dapat merangsang tubuh untuk menghasilkan lebih banyak air liur. Cairan tersebut kemudian dapat keluar dari mulut ketika seseorang sedang tidur.

4. Sleep Apnea

Sleep apnea merupakan gangguan tidur yang ditandai dengan berhentinya atau terhambatnya pernapasan untuk sementara waktu saat tidur.

Orang yang mengalami sleep apnea dapat lebih sering bernapas melalui mulut. Ketika mulut terbuka selama tidur, air liur menjadi lebih mudah keluar dan menyebabkan seseorang ngiler.



5. Kondisi Medis Tertentu

Dalam beberapa kasus, ngiler yang berlebihan dapat berhubungan dengan kondisi medis tertentu.

Sejumlah gangguan seperti cerebral palsy, meningitis, stroke, hingga cedera otak dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengontrol produksi atau proses menelan air liur.

Dengan demikian, ngiler sesekali saat tidur umumnya merupakan hal yang normal. Namun, jika kondisi tersebut terjadi sangat sering, semakin parah, atau disertai gejala lain seperti kesulitan bernapas, sulit menelan, mendengkur berat, maupun sering terbangun saat tidur, sebaiknya diperiksakan untuk mengetahui penyebabnya.