7 Tanda Ginjal Anak Bermasalah yang Perlu Dikenali Orang Tua
RAU - Monday, 07 September 2026 | 06:23 PM


Gangguan ginjal tidak hanya menjadi masalah kesehatan pada orang dewasa. Anak-anak juga dapat mengalami berbagai kondisi yang memengaruhi fungsi ginjal, bahkan sejak usia dini.
Ginjal memiliki sejumlah fungsi penting bagi tubuh. Organ ini bertugas menyaring limbah dan zat yang tidak diperlukan tubuh untuk kemudian dikeluarkan melalui urine.
Selain menyaring darah, ginjal juga berperan dalam membantu mengatur tekanan darah serta menjaga keseimbangan cairan, garam, mineral, dan kadar asam dalam tubuh. Ginjal juga berkaitan dengan proses pembentukan sel darah merah.
Ketika fungsi ginjal terganggu, berbagai masalah kesehatan dapat muncul. Pada anak, penyebabnya bisa beragam, mulai dari faktor genetik, infeksi, kelainan bawaan, hingga kondisi medis tertentu.
Sayangnya, gangguan ginjal pada tahap awal terkadang tidak menimbulkan gejala yang jelas. Karena itu, orang tua perlu mengenali perubahan pada kondisi tubuh dan kebiasaan anak.
1. Muncul Pembengkakan pada Tubuh
Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah munculnya pembengkakan pada bagian tubuh tertentu, seperti kaki, tangan, wajah, atau area sekitar mata.
Pembengkakan dapat terjadi ketika ginjal tidak mampu membuang kelebihan natrium dan cairan secara optimal. Akibatnya, cairan dapat menumpuk di jaringan tubuh.
Jika pembengkakan muncul tanpa penyebab yang jelas dan berlangsung terus-menerus, sebaiknya anak diperiksa oleh tenaga medis.
2. Pola Buang Air Kecil Berubah
Perubahan kebiasaan buang air kecil juga dapat menjadi tanda adanya gangguan pada sistem ginjal atau saluran kemih.
Anak mungkin menjadi lebih sering buang air kecil, kembali mengompol setelah sebelumnya sudah tidak mengompol, atau justru mengalami penurunan frekuensi buang air kecil.
Perubahan tersebut memang tidak selalu berarti penyakit ginjal, tetapi jika terjadi secara tidak biasa dan menetap, orang tua sebaiknya tidak mengabaikannya.
3. Warna atau Bentuk Urine Berubah
Perhatikan pula kondisi urine anak. Urine yang tampak sangat berbusa secara terus-menerus dapat berkaitan dengan adanya protein dalam urine.
Selain itu, urine yang berubah menjadi kemerahan atau berwarna seperti teh juga perlu diperhatikan karena dapat menunjukkan adanya darah dalam urine, yang secara medis disebut hematuria.
Tidak semua perubahan warna urine disebabkan oleh penyakit ginjal. Makanan, obat-obatan, maupun kondisi lain juga dapat memengaruhinya. Namun, perubahan yang berulang sebaiknya dikonsultasikan kepada dokter.
4. Nafsu Makan Menurun
Gangguan fungsi ginjal dapat membuat anak mengalami berbagai keluhan, seperti mual, muntah, atau rasa tidak nyaman pada perut.
Kondisi tersebut dapat membuat anak kehilangan selera makan. Jika penurunan nafsu makan berlangsung lama atau disertai gejala lain, orang tua perlu mencari tahu penyebabnya.
5. Mudah Lelah dan Sulit Berkonsentrasi
Anak yang mengalami masalah ginjal tertentu dapat terlihat lebih mudah lelah dibandingkan biasanya.
Gangguan fungsi ginjal dapat berkaitan dengan anemia, yaitu kondisi ketika jumlah sel darah merah atau hemoglobin tidak mencukupi. Akibatnya, pasokan oksigen ke jaringan tubuh dapat berkurang.
Anak kemudian dapat tampak lemas, kurang berenergi, atau mengalami kesulitan berkonsentrasi dalam aktivitas sehari-hari.
6. Kulit Kering dan Gatal
Kulit yang terasa sangat gatal juga dapat muncul pada gangguan ginjal tertentu, terutama ketika fungsi ginjal sudah cukup terganggu.
Ketika ginjal tidak mampu membuang zat sisa dari tubuh secara optimal atau menjaga keseimbangan mineral, kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap rasa gatal dan kulit yang lebih kering.
Namun, kulit gatal pada anak memiliki banyak kemungkinan penyebab lain, seperti alergi atau masalah kulit. Karena itu, gejala ini perlu dilihat bersama tanda-tanda lainnya.
7. Mengalami Sesak Napas
Sesak napas juga menjadi salah satu tanda yang perlu mendapat perhatian.
Pada gangguan ginjal tertentu, tubuh dapat mengalami penumpukan cairan. Jika cairan tersebut memengaruhi paru-paru, anak dapat mengalami kesulitan bernapas.
Gangguan ginjal juga dapat menyebabkan anemia akibat berkurangnya produksi hormon eritropoietin (EPO), yaitu hormon yang membantu tubuh memproduksi sel darah merah. Anemia yang cukup berat dapat membuat anak mudah lelah dan mengalami sesak napas.
Gangguan ginjal pada anak tidak selalu menunjukkan gejala yang khas. Karena itu, orang tua sebaiknya memperhatikan perubahan yang tidak biasa, terutama jika beberapa gejala muncul secara bersamaan atau terus berulang.
Pembengkakan tubuh, perubahan urine, penurunan jumlah urine, darah dalam urine, sesak napas, atau kondisi anak yang semakin lemas merupakan alasan untuk segera mendapatkan pemeriksaan medis.
Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin cepat pula anak dapat memperoleh penanganan yang sesuai.
Next News

Bukan Cuma Rokok, 5 Sayuran Ini Ternyata Mengandung Nikotin Alami
in 6 hours

Hujan Abu Vulkanik, Bolehkah Menjemur Pakaian di Luar Rumah? Ini yang Perlu Diperhatikan
in 6 hours

Mengapa Kebersihan Kasur Penting bagi Kenyamanan Tidur?
an hour ago

Bersih, Sehat, dan Cantik: Kebiasaan Sederhana yang Bisa Dilakukan Setiap Hari
an hour ago

Mengapa Membersihkan Ponsel Juga Penting untuk Kebersihan Sehari-hari?
an hour ago

Mengapa Handuk Tidak Sebaiknya Digunakan Terlalu Lama?
an hour ago

Seberapa Sering Sebenarnya Kita Harus Mengganti Sprei?
an hour ago

9 Makanan yang Perlu Dibatasi untuk Menjaga Kesehatan Ginjal
in 5 hours

Sering Makan Mi Instan Pakai Nasi? Ini Dampaknya bagi Tubuh
in 5 hours

7 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Bikin Wajah Cepat Tua, Hindari!
in 5 hours





