Hujan Abu Vulkanik, Bolehkah Menjemur Pakaian di Luar Rumah? Ini yang Perlu Diperhatikan
RAU - Monday, 07 September 2026 | 07:10 PM


Hujan abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau tidak hanya membuat lingkungan dan kendaraan menjadi kotor. Aktivitas sehari-hari seperti menjemur pakaian juga perlu diperhatikan karena partikel abu dapat menempel pada kain dan terbawa masuk ke dalam rumah.
Sebaran abu vulkanik dilaporkan mencapai sejumlah wilayah, tidak hanya Lampung dan Banten, tetapi juga Bengkulu, DKI Jakarta, hingga beberapa wilayah di Jawa Barat.
Abu vulkanik memiliki partikel berukuran sangat kecil sehingga dapat menempel pada berbagai permukaan, termasuk pakaian. Karena itu, masyarakat sebaiknya mempertimbangkan lokasi menjemur pakaian ketika terjadi hujan abu.
Sebaiknya Menjemur Pakaian di Mana?
Saat hujan abu terjadi, masyarakat dianjurkan berada di dalam ruangan. Pakaian yang baru dicuci juga sebaiknya dikeringkan di dalam rumah apabila memungkinkan.
Jika harus menjemur di luar, pilih tempat yang memiliki perlindungan seperti kanopi atau atap. Cara tersebut dapat membantu mengurangi kemungkinan pakaian terkena langsung abu vulkanik.
Bagaimana Jika Pakaian Terkena Abu?
Jika hujan abu turun ketika pakaian masih dijemur, pakaian tersebut sebaiknya tidak langsung digunakan. Pakaian yang terkena abu perlu dibilas menggunakan air mengalir dan dicuci kembali dengan deterjen.
Setelah bersih, pakaian dapat dikeringkan kembali. Sebelum menggunakan mesin pengering, pastikan tidak ada sisa abu yang masih menempel karena partikel abu vulkanik dapat menyebabkan goresan pada bagian dalam mesin.
Waspadai Dampak Abu Vulkanik
Paparan abu vulkanik juga perlu diwaspadai karena dapat mengganggu kesehatan. Partikel abu yang terhirup dapat menyebabkan batuk dan iritasi pada tenggorokan. Pada kondisi tertentu, paparan tersebut dapat memperburuk penyakit pernapasan, termasuk asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Selain saluran pernapasan, abu vulkanik juga berpotensi menyebabkan iritasi pada mata dan kulit. Jika abu mencemari makanan atau sumber air, gangguan pada saluran pencernaan juga dapat terjadi.
Karena itu, masyarakat yang berada di wilayah terdampak sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menjaga kebersihan pakaian, makanan, serta lingkungan dari paparan abu vulkanik.
Next News

Air Liur Membantu Proses Pencernaan, Fungsinya Dimulai sejak Makanan Masuk ke Mulut
2 hours ago

Serai Bukan Sekadar Bumbu Dapur, Aroma Khasnya Berasal dari Senyawa Alami
2 hours ago

Korek Api Bisa Menghasilkan Nyala dari Gesekan, Ini Reaksi yang Terjadi saat Digunakan
2 hours ago

Bertemu Orang Baru Terasa Canggung, Ini Respons Psikologis yang Umum Terjadi
2 hours ago

Mimpi Terasa Nyata saat Tidur, Aktivitas Otak Memiliki Peran Penting di Dalamnya
2 hours ago

Bau Badan Tidak Hanya Dipengaruhi Keringat, Bakteri Kulit Juga Berperan
2 hours ago

Lupis Disajikan dengan Kelapa Parut dan Gula Merah, Ini yang Membuat Rasanya Istimewa
2 hours ago

Cenil Memiliki Tekstur Kenyal dan Warna Menarik, Begini Cara Makanan Tradisional Ini Dibuat
2 hours ago

Klepon Meledak di Mulut saat Digigit, Ini Rahasia Gula Merah di Dalamnya
2 hours ago

Bukan Hanya untuk Diminum, Ampas Teh Punya Beragam Pemanfaatan di Rumah
15 hours ago





