Nakizumo: Festival Bayi Menangis di Jepang
Liaa - Saturday, 28 March 2026 | 10:01 AM


*Tradisi Unik: Pertandingan Bayi Menangis*
Nakizumo (泣き相撲) adalah tradisi budaya Jepang yang sering diterjemahkan sebagai "pertandingan bayi menangis."
Dalam festival ini, para pegulat sumo menggendong bayi yang masih sangat kecil dan mencoba membuat mereka menangis.
Bayi yang menangis lebih dulu atau paling keras biasanya dianggap sebagai pemenang.
Bagi banyak orang di luar Jepang, tradisi ini mungkin terlihat aneh atau bahkan lucu. Namun dalam budaya Jepang, tangisan bayi memiliki makna yang positif.
Ada pepatah Jepang yang sering dikaitkan dengan tradisi ini:
*"Naku ko wa sodatsu*
*Pepatah ini berarti "Bayi yang menangis akan tumbuh kuat.*
Karena itu, tangisan bayi dianggap sebagai tanda kesehatan dan pertumbuhan yang baik.
*Mengapa Bayi Harus Menangis?*
Dalam kepercayaan tradisional Jepang, tangisan bayi dipercaya memiliki makna spiritual.
Beberapa keyakinan yang berkembang dalam masyarakat antara lain:
•tangisan bayi dipercaya mengusir roh jahat
•bayi yang menangis dianggap memiliki paru-paru yang kuat
•tangisan bayi diyakini membawa keberuntungan dan kesehatan
Karena alasan tersebut, orang tua justru dengan senang hati mendaftarkan bayi mereka untuk ikut dalam festival ini.
Bagi keluarga yang berpartisipasi, festival ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga bentuk doa dan harapan agar anak mereka tumbuh sehat.
*Bagaimana Festival Ini Dilaksanakan?*
Dalam festival Nakizumo, dua bayi biasanya dihadapkan satu sama lain sambil digendong oleh pegulat sumo.
Para pegulat kemudian mencoba membuat bayi tersebut menangis dengan berbagai cara seperti:
•menggoyangkan bayi secara lembut
•membuat ekspresi wajah lucu
•mengeluarkan suara keras
Jika kedua bayi tidak juga menangis, terkadang seorang wasit atau pendeta akan memakai topeng menyeramkan untuk memancing tangisan.
Bayi yang menangis lebih dulu biasanya dinyatakan sebagai pemenang.
Namun tujuan utamanya bukanlah kompetisi, melainkan ritual tradisional untuk mendoakan kesehatan bayi.
*Festival yang Sudah Berusia Ratusan Tahun*
Tradisi Nakizumo dipercaya sudah ada sejak sekitar 400 tahun yang lalu, berasal dari periode Edo di Jepang.
Festival ini biasanya diadakan di berbagai kuil di Jepang, salah satu yang paling terkenal adalah di Kuil Sensoji di Tokyo.
Acara ini sering menarik perhatian wisatawan karena keunikannya.
Meskipun terlihat seperti permainan, bagi masyarakat Jepang festival ini memiliki makna budaya dan spiritual yang mendalam.
*Makna Budaya di Balik Tradisi Nakizumo*
Nakizumo menunjukkan bagaimana setiap budaya memiliki cara yang berbeda dalam memaknai kesehatan dan keberuntungan.
Bagi masyarakat Jepang, tangisan bayi bukan sesuatu yang harus dihindari. Sebaliknya, tangisan dianggap sebagai simbol kehidupan, kekuatan, dan perlindungan dari hal buruk.
Tradisi ini menjadi contoh menarik bagaimana sebuah kebiasaan budaya dapat bertahan selama ratusan tahun dan tetap dipertahankan hingga masa modern.
Next News

Kenapa Cermin Bisa Memantulkan Wajah Kita? Ini Rahasia di Balik Pantulan Cahaya
in 6 hours

Bukan Cuma Cantik, Ini Bagian-Bagian Bunga dan Fungsi Pentingnya yang Jarang Diketahui
in 6 hours

Kenapa Kita Selalu Punya Ruang untuk Dessert? Ini Rahasia di Balik Rasa Kenyang
in 6 hours

Kenapa Lidah Tiba-Tiba Terasa Pahit Saat Sakit? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
in 5 hours

Jangan Anggap Sepele, Begini Pentingnya Membersihkan Luka agar Terhindar dari Infeksi
in 5 hours

Mengapa Kol Menjadi Layu dan Lembut Setelah Dimasak? Ini Penjelasan Sainsnya
in 5 hours

Dari Cerita Lisan hingga Era Digital: Bagaimana Manusia Menjaga Ingatan tentang Masa Lalu?
in 5 hours

Kardio atau Latihan Kekuatan, Mana yang Lebih Baik? Kenali Perbedaannya
in 5 hours

Hamil 2 Minggu: Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Tubuh dan Kapan Kehamilan Bisa Terdeteksi?
in 5 hours

Granola untuk Ibu Menyusui: Camilan Praktis yang Kaya Nutrisi, Benarkah Bisa Bantu ASI?
in 5 hours





