Mitos vs Fakta Seputar Bayi
RAU - Sunday, 26 April 2026 | 09:00 AM


Mitos:
Ibu menyusui makan pedas bikin bayi diare
Fakta:
Ini mitos.
Tidak otomatis begitu.
Makanan pedas yang dikonsumsi ibu tidak membuat ASI menjadi "pedas" seperti sambal masuk ke susu. ASI mengambil sari nutrisi dari makanan, bukan rasa secara langsung.
Karena itu, bayi tidak langsung diare hanya karena ibu makan sambal.
Kalau bayi BAB cair atau frekuensinya meningkat, penyebab yang lebih sering adalah:
•infeksi virus atau bakteri
•intoleransi susu formula
•perubahan pola BAB normal bayi
•jika sudah MPASI, bisa dari makanan tertentu.
Namun, pada beberapa bayi yang sensitif, perubahan aroma atau komposisi ASI setelah ibu makan makanan tertentu bisa membuat bayi lebih rewel atau BAB sedikit lebih sering. Ini bukan selalu diare ya.
Mitos:
Ibu minum es bikin bayi pilek
Fakta:
Ini mitos.
Air es yang diminum ibu akan masuk ke lambung dan suhunya akan disesuaikan oleh tubuh.
ASI yang diproduksi tetap hangat sesuai suhu tubuh ibu, bukan menjadi dingin.
Jadi minum es tidak menyebabkan bayi pilek.
Pilek pada bayi biasanya disebabkan oleh:
•virus
•paparan orang yang sedang flu
•perubahan cuaca
•alergi / iritasi hidung
Mitos:
ASI ibu yang sedang batuk atau flu harus dihentikan
Fakta:
Justru tetap dianjurkan menyusui.
Saat ibu sedang flu ringan, ASI tetap aman dan bahkan mengandung antibodi yang bisa membantu melindungi bayi. Yang penting gunakan masker dan cuci tangan sebelum menyusui.
Mitos:
Bayi cegukan berarti masuk angin
Fakta:
Tidak selalu.
Cegukan pada bayi sangat umum, terutama setelah menyusu, dan sering terjadi karena bayi menelan udara atau lambungnya masih beradaptasi.
Mitos:
Bayi gumoh berarti sakit atau ASI tidak cocok
Fakta:
Gumoh pada bayi sering kali normal.
Gumoh adalah keluarnya sedikit ASI atau susu setelah menyusu, biasanya karena katup antara kerongkongan dan lambung bayi masih belum matang. Kondisi ini sangat umum, terutama pada bayi baru lahir hingga usia beberapa bulan.
Biasanya gumoh masih dianggap normal jika:
•jumlahnya sedikit
•bayi tetap aktif
•berat badan naik
•tidak muntah menyemprot
Yang perlu diwaspadai adalah jika muntahnya banyak, berwarna hijau, atau bayi tampak lemas.
Mitos:
Bayi kentut atau perut berbunyi berarti masuk angin
Fakta:
Ini juga sering normal.
Sistem pencernaan bayi masih berkembang, jadi bunyi perut, sering kentut, atau perut terasa penuh gas cukup sering terjadi.
Sering kali penyebabnya:
•menelan udara saat menyusu
•posisi menyusui kurang pas
•belum disendawakan
Mitos:
Ubun-ubun berdenyut berarti bayi sakit
Fakta:
Justru ini biasanya normal.
Ubun-ubun bayi memang bisa terlihat berdenyut karena pembuluh darah di bawahnya masih terlihat jelas dan tulang tengkorak belum menutup sempurna.
Selama tidak tampak cekung dalam atau menonjol terus-menerus, kondisi ini biasanya normal.
Banyak hal pada bayi yang terlihat mengkhawatirkan ternyata merupakan bagian dari perkembangan normal.
Yang penting adalah memperhatikan tanda bahaya seperti demam, muntah hebat, bayi lemas, atau tidak mau menyusu.
Next News

Kulit Bersisik dan Kering? Kenali Penyebabnya dan Cara Mengatasinya dengan Tepat
4 hours ago

Rambut Rontok Terus? Kenali Penyebab, Cara Mengatasi, dan Kebiasaan yang Harus Dihindari
4 hours ago

Zumba vs Senam Aerobik, Mana yang Lebih Efektif untuk Menjaga Kebugaran?
4 hours ago

Lari Pagi atau Lari Sore? Kenali Perbedaan dan Pilih Waktu yang Paling Cocok untuk Tubuh Anda
5 hours ago

Cara Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital, Jangan Biarkan Layar Menguras Penglihatan Anda
5 hours ago

Mengenal Buah Delima, Si Merah Kaya Antioksidan dengan Segudang Manfaat untuk Kesehatan
5 hours ago

Mengenal Buah Kakao, Si Penghasil Cokelat yang Kaya Manfaat dan Penuh Keunikan
5 hours ago

Menemukan Makna di Balik Secangkir Kopi Hitam, Lebih dari Sekadar Pengusir Kantuk
5 hours ago

Melukis: Antara Ekspektasi Jadi Picasso dan Realita Coretan Mirip Anak TK
5 hours ago

Mengenal Sejarah Kota Padangsidimpuan, Dari Kota Persinggahan hingga Menjadi Kota Salak
5 hours ago





