Menguasai Puluhan Bahasa: Siapa Poliglot Paling Hebat di Dunia?
RAU - Sunday, 26 April 2026 | 09:08 PM


Bayangkan ini sebentar.
Satu orang bisa berbicara bahasa Inggris, Prancis, Rusia, Arab, Jepang, Spanyol, bahkan lebih dari itu.
Bukan sekadar "tahu beberapa kata".
Tapi benar-benar bisa membaca, memahami, dan berkomunikasi.
Di dunia nyata, orang seperti ini disebut poliglot.
Siapa yang sering disebut sebagai poliglot ekstrem?
Dalam dunia nyata, ada beberapa nama yang sering muncul ketika membahas kemampuan bahasa luar biasa:
1.Ziad Fazah
Ziad Fazah adalah seorang poliglot yang dikenal luas karena klaim kemampuannya menguasai banyak bahasa asing dalam jumlah sangat besar (lebih dari 50 bahasa dalam berbagai tingkat kemampuan).
Ia lahir di Liberia dan dibesarkan di Lebanon, lalu banyak dikenal di media internasional pada akhir abad ke-20. Fazah sering tampil dalam wawancara televisi untuk menunjukkan kemampuannya memahami bahasa dari berbagai negara.
Namun, dalam beberapa pengujian publik, kemampuan aktifnya dalam semua bahasa tersebut pernah menjadi perdebatan di kalangan ahli bahasa.
Kemampuan poliglot Fazah diuji dalam program TV Chili Viva el lunes .Program tersebut berbahasa Spanyol dan para duta besar serta tamu lainnya dari seluruh dunia mengajukan pertanyaan kepadanya dalam bahasa Arab Mesir, Finlandia, Rusia, Cina, Persia, Hindi, dan Yunani.
Ia gagal memahami dan menjawab semua pertanyaan tersebut dengan benar kecuali pertanyaan pertama dalam bahasa Arab aslinya.
Meski begitu, namanya tetap dikenal sebagai salah satu figur paling terkenal dalam dunia "hyperpolyglot".
Namun Guinness World Records sudah menghapus nama Ziad Fazah dari list mereka.
2.Alexander Arguelles
Seorang akademisi dan linguist yang dikenal menguasai puluhan bahasa. Ia tidak hanya belajar bahasa, tapi juga meneliti cara manusia mempelajarinya.
Alexander Arguelles adalah seorang akademisi, peneliti bahasa, dan polyglot asal Amerika Serikat yang dikenal jauh lebih "ilmiah" dalam pendekatan belajar bahasa.
Ia menguasai puluhan bahasa (baik aktif maupun pasif) dan menghabiskan hidupnya meneliti cara manusia belajar bahasa secara efisien.
Dia belajar bahasa 9 jam sehari , mempelajari lebih dari 60 bahasa dan sangat mahir dalam 10 bahasa.
Ciri khasnya:
•belajar dengan membaca teks keras-keras sambil berjalan
•menggunakan metode repetisi aktif
•fokus pada pemahaman struktur bahasa, bukan hafalan.
Arguelles sering dianggap sebagai contoh poliglot modern yang berbasis disiplin dan metode, bukan sekadar kemampuan alami.
Apa kata sains tentang ini?
Ilmu saraf menyebut kemampuan ini berkaitan dengan neuroplastisitas otak.
Artinya: otak bisa membentuk jalur baru saat belajar.
Semakin sering digunakan, semakin kuat koneksinya
Jadi kemampuan bahasa bukan "bawaan ajaib", tapi hasil adaptasi otak.
Fakta menarik yang sering disalahpahami
Banyak orang mengira:
"poliglot itu pasti punya otak berbeda"
Tapi penelitian menunjukkan:
struktur otak mereka tidak selalu berbeda signifikan.
yang berbeda adalah cara latihan + paparan bahasa
Artinya kemampuan ini harus dilatih, dan bukan "terlahir khusus"
Poliglot dunia menunjukkan satu hal penting:
Kemampuan manusia tidak dibatasi oleh satu bahasa, satu negara, atau satu budaya.
Batasnya sering kali bukan pada otak, tapi pada seberapa sering kita melatihnya.
Next News

Kenapa Bulan Terlihat Seperti Mengikuti Kita Saat di Jalan?
in 5 hours

Konten Bisa Viral, Brand Bisa Dicuri: Kenapa Kreator dan UMKM Indonesia Wajib Paham HKI
7 hours ago

Mitos vs Fakta Seputar Bayi
7 hours ago

Graham Hughes: Pria yang Keliling Dunia Tanpa Pesawat
in 6 hours

Meteora, Keajaiban yang Bikin Dunia Takjub
7 hours ago

Waspada Label "BPA Free": Benarkah Selalu Lebih Aman?
in 6 hours

Orang-orang dengan Ingatan Luar Biasa yang di Luar Batas Normal
7 hours ago

Orang Tercepat di Dunia, 9,58 Detik yang Mengubah Sejarah
7 hours ago

Gawat? Pakar Sebut Gen Z Terancam Alami Penurunan IQ akibat Doomscrolling
in 5 hours

El Rumi dan Syifa Hadju Resmi Menikah, Netizen Heboh dan Tagar #Cipel Trending
in 5 hours





