Mitos atau Fakta, Menelan Permen Karet Bisa Membuatnya Bertahan Bertahun-Tahun di Perut?
icaa - Sunday, 11 October 2026 | 09:30 AM


Pernah mendengar larangan menelan permen karet karena katanya bisa menempel di lambung dan bertahan selama tujuh tahun? Anggapan ini sudah lama beredar di masyarakat, bahkan sering digunakan orang tua untuk mengingatkan anak-anak agar tidak menelan permen karet secara sengaja.
Namun, apakah benar permen karet yang tertelan akan menetap di dalam perut selama bertahun-tahun?
Faktanya, anggapan tersebut merupakan mitos. Meskipun beberapa komponen permen karet tidak dapat dicerna sepenuhnya oleh tubuh, permen karet yang tertelan umumnya tetap bergerak melalui saluran pencernaan dan akhirnya dikeluarkan bersama tinja.
Mengapa Permen Karet Tidak Dicerna Sepenuhnya?
Permen karet memiliki komposisi yang berbeda dari makanan biasa. Selain pemanis, perasa, dan bahan pelembut, permen karet mengandung dasar permen atau gum base yang memberikan tekstur kenyal dan elastis.
Ketika makanan masuk ke dalam tubuh, sistem pencernaan bekerja melalui berbagai proses. Makanan dikunyah di mulut, kemudian bergerak menuju lambung untuk diproses lebih lanjut. Setelah itu, zat gizi yang dapat diserap akan melewati dinding usus halus.
Namun, sebagian bahan dasar permen karet sulit diuraikan oleh enzim pencernaan manusia. Akibatnya, tubuh tidak dapat memecah seluruh komponennya seperti ketika mencerna karbohidrat, protein, atau lemak yang mudah dicerna.
Meski begitu, bahan yang tidak tercerna tersebut tidak otomatis menetap di lambung. Sistem pencernaan tetap menggerakkan isinya melalui kontraksi otot yang disebut gerak peristaltik.
Apa yang Terjadi Ketika Permen Karet Tertelan?
Ketika seseorang tidak sengaja menelan permen karet, benda tersebut akan masuk melalui kerongkongan menuju lambung. Setelah itu, permen karet biasanya bergerak bersama isi saluran pencernaan menuju usus.
Tubuh memang tidak dapat mencerna seluruh bahan dasarnya, tetapi saluran pencernaan tetap dapat mendorongnya menuju usus besar. Selanjutnya, sisa bahan yang tidak tercerna akan dikeluarkan bersama tinja.
Pada umumnya, proses perjalanan melalui saluran pencernaan berlangsung dalam beberapa hari, meskipun waktunya dapat berbeda pada setiap orang.
Karena itu, permen karet tidak akan terus menempel di dinding lambung atau bertahan selama bertahun-tahun seperti yang sering dipercaya. Sistem pencernaan manusia memiliki mekanisme alami untuk memindahkan berbagai bahan yang tertelan.
Apakah Menelan Permen Karet Berbahaya?
Jika seseorang tidak sengaja menelan satu permen karet, kondisi tersebut biasanya tidak menimbulkan masalah serius. Permen karet umumnya dapat melewati saluran pencernaan tanpa menyebabkan gangguan.
Namun, bukan berarti permen karet aman ditelan secara sengaja atau dalam jumlah banyak. Menelan permen karet dalam jumlah besar, terutama jika dilakukan berulang kali, berpotensi menyebabkan masalah pencernaan.
Dalam kasus yang jarang terjadi, permen karet dapat berkontribusi terhadap terbentuknya sumbatan pada saluran pencernaan. Risiko ini lebih perlu diperhatikan pada anak-anak, terutama jika permen karet tertelan bersama benda lain atau jika anak memiliki gangguan saluran pencernaan.
Gejala yang perlu diwaspadai antara lain sakit perut yang berat, muntah berulang, perut membengkak, atau kesulitan buang air besar. Jika gejala tersebut muncul setelah permen karet tertelan, segera cari pertolongan medis.
Mengapa Anak-Anak Sebaiknya Tidak Menelan Permen Karet?
Anak-anak terkadang belum memahami bahwa permen karet seharusnya dikunyah, bukan ditelan. Selain itu, anak yang masih kecil berisiko tersedak ketika mengunyah permen karet, terutama jika belum mampu mengikuti petunjuk dengan baik.
Oleh sebab itu, orang tua perlu mengawasi anak saat mengonsumsi permen karet dan menjelaskan cara membuangnya setelah selesai dikunyah.
Permen karet juga sebaiknya tidak diberikan kepada anak yang belum cukup besar untuk memahami dan mengikuti instruksi keselamatan saat mengunyah.
Jika anak tidak sengaja menelan satu permen karet dan tidak mengalami keluhan, biasanya tidak diperlukan tindakan khusus. Namun, apabila anak menelan banyak permen karet atau menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Bagaimana Cara Menyikapi Permen Karet yang Tidak Sengaja Tertelan?
Jika permen karet tertelan secara tidak sengaja dan tidak menimbulkan gejala, umumnya cukup memantau kondisi tubuh seperti biasa.
Tidak perlu memaksakan muntah atau menggunakan obat pencahar untuk mengeluarkannya. Tindakan tersebut justru dapat menimbulkan masalah lain jika dilakukan tanpa anjuran tenaga medis.
Untuk mencegah kejadian serupa, biasakan membuang permen karet ke tempat sampah setelah selesai mengunyah. Hindari pula menelan permen karet secara sengaja, terutama dalam jumlah banyak.
Jika muncul keluhan seperti nyeri perut hebat, muntah berulang, atau tanda gangguan pencernaan lainnya, segera dapatkan pemeriksaan medis.
Next News

Buah Beku dan Buah Segar, Apakah Kandungan Gizinya Berbeda Jauh?
in 6 hours

Pepaya Mengandung Enzim Papain, Ini Perannya dalam Pengolahan Protein
in 6 hours

Kuku Berubah Warna Menjadi Kekuningan, Jangan Abaikan Penyebabnya
in 6 hours

Cacing Pita Bisa Tumbuh Panjang di Usus, Bagaimana Manusia Bisa Terinfeksi?
in 6 hours

Kutu Kepala Berkembang Biak dengan Cepat, Berapa Lama Telurnya Menetas?
in 6 hours

Cicak Bisa Berjalan di Dinding Tanpa Terjatuh, Bagaimana Caranya?
in 6 hours

Roti Bisa Berjamur dalam Waktu Singkat, Faktor Penyimpanan Ini Berpengaruh
in 6 hours

Mengapa Minuman Bersoda Terasa Lebih Menyegarkan Saat Dingin?
in 6 hours

Makanan Pedas Membuat Hidung Berair, Ini Reaksi Tubuh yang Terjadi
in 5 hours

Nasi yang Didinginkan Sebelum Dimakan, Benarkah Kandungan Patinya Berubah?
in 5 hours





