Makanan Pedas Membuat Hidung Berair, Ini Reaksi Tubuh yang Terjadi
icaa - Sunday, 11 October 2026 | 09:16 AM


Makanan pedas menjadi pilihan banyak orang karena memberikan sensasi panas dan rasa yang lebih kuat. Namun, bagi sebagian orang, menyantap makanan pedas juga membuat hidung tiba-tiba berair. Gejala ini bisa muncul saat makan sambal, mi pedas, atau hidangan yang menggunakan banyak cabai.
Menariknya, hidung berair tersebut tidak selalu menandakan seseorang sedang flu atau mengalami alergi. Dalam banyak kasus, kondisi ini merupakan respons alami tubuh terhadap zat yang terkandung dalam cabai.
Lantas, mengapa makanan pedas dapat membuat hidung berair dan apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh?
Capsaicin dalam Cabai Merangsang Saraf Sensorik
Salah satu penyebab utama hidung berair setelah makan pedas adalah capsaicin. Senyawa ini terdapat dalam cabai dan bertanggung jawab atas sensasi panas atau terbakar ketika makanan pedas menyentuh mulut.
Capsaicin berinteraksi dengan reseptor sensorik bernama TRPV1 yang terdapat pada ujung saraf. Reseptor ini biasanya merespons panas dan rangsangan tertentu yang dianggap mengiritasi jaringan tubuh.
Ketika capsaicin mengaktifkan reseptor tersebut, sistem saraf menerima sinyal yang menyerupai sensasi panas. Respons ini tidak hanya terjadi di mulut, tetapi juga dapat melibatkan saraf yang berhubungan dengan rongga hidung.
Akibatnya, tubuh dapat memicu berbagai reaksi, seperti keluarnya air mata, peningkatan produksi lendir, dan hidung berair.
Mengapa Hidung Mengeluarkan Lendir Saat Makan Pedas?
Hidung memiliki lapisan mukosa yang menghasilkan lendir untuk menjaga kelembapan serta membantu menangkap debu, partikel, dan zat asing yang masuk bersama udara.
Ketika seseorang mengonsumsi makanan pedas, rangsangan dari capsaicin dapat mengaktifkan jalur saraf yang memengaruhi sekresi kelenjar di hidung. Kelenjar tersebut kemudian menghasilkan lebih banyak cairan sehingga hidung terasa berair.
Reaksi ini dikenal sebagai rhinitis gustatori, yaitu kondisi ketika hidung mengeluarkan cairan sebagai respons terhadap makanan tertentu, terutama makanan pedas.
Berbeda dengan pilek akibat infeksi virus, rhinitis gustatori biasanya tidak disertai gejala khas infeksi, seperti demam atau nyeri tenggorokan. Hidung berair juga cenderung muncul ketika makan dan mereda setelah rangsangan berhenti.
Meski demikian, setiap orang dapat memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda. Ada orang yang hanya mengalami sedikit peningkatan cairan hidung, sedangkan orang lain dapat mengalami hidung meler cukup deras setelah menyantap cabai.
Apakah Hidung Berair Saat Makan Pedas Berbahaya?
Pada umumnya, hidung berair akibat makanan pedas merupakan respons tubuh yang tidak berbahaya. Kondisi ini biasanya bersifat sementara dan akan membaik setelah seseorang berhenti mengonsumsi makanan yang memicu reaksi tersebut.
Gejala ini juga tidak selalu menunjukkan bahwa seseorang memiliki alergi terhadap cabai. Respons terhadap capsaicin lebih berkaitan dengan rangsangan saraf, sedangkan alergi melibatkan reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap zat tertentu.
Namun, perlu diperhatikan apabila hidung berair disertai gejala lain, seperti gatal yang berlebihan, biduran, pembengkakan bibir atau lidah, serta kesulitan bernapas. Gejala tersebut dapat mengarah pada reaksi alergi dan membutuhkan penanganan segera, terutama jika terjadi gangguan pernapasan.
Jika hidung terus berair meskipun tidak sedang makan pedas, gejala berlangsung lama, atau disertai keluhan lain yang mengganggu, pemeriksaan medis dapat membantu menentukan penyebabnya.
Cara Mengurangi Hidung Berair Setelah Makan Pedas
Bagi orang yang sering mengalami hidung berair ketika makan pedas, ada beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi ketidaknyamanan.
Pertama, kurangi tingkat kepedasan makanan. Mengurangi jumlah cabai atau memilih hidangan yang lebih ringan dapat membantu mengurangi rangsangan terhadap saraf sensorik.
Kedua, berhenti sejenak ketika hidung mulai berair. Jika gejala muncul akibat capsaicin, menghentikan konsumsi makanan pemicu dapat membantu reaksi tubuh mereda secara bertahap.
Ketiga, gunakan tisu untuk membersihkan cairan hidung dan hindari menggosok hidung terlalu keras agar kulit di sekitarnya tidak mengalami iritasi.
Keempat, jika hidung berair sering terjadi dan mengganggu aktivitas, konsultasikan dengan tenaga kesehatan. Dokter dapat menilai apakah keluhan tersebut merupakan rhinitis gustatori atau berkaitan dengan kondisi lain.
Tidak semua orang perlu menghindari makanan pedas sepenuhnya. Jika gejalanya ringan dan hanya berlangsung sebentar, seseorang umumnya cukup menyesuaikan tingkat kepedasan sesuai toleransi tubuhnya.
Next News

Buah Beku dan Buah Segar, Apakah Kandungan Gizinya Berbeda Jauh?
in 6 hours

Pepaya Mengandung Enzim Papain, Ini Perannya dalam Pengolahan Protein
in 6 hours

Kuku Berubah Warna Menjadi Kekuningan, Jangan Abaikan Penyebabnya
in 6 hours

Cacing Pita Bisa Tumbuh Panjang di Usus, Bagaimana Manusia Bisa Terinfeksi?
in 6 hours

Kutu Kepala Berkembang Biak dengan Cepat, Berapa Lama Telurnya Menetas?
in 6 hours

Mitos atau Fakta, Menelan Permen Karet Bisa Membuatnya Bertahan Bertahun-Tahun di Perut?
in 6 hours

Cicak Bisa Berjalan di Dinding Tanpa Terjatuh, Bagaimana Caranya?
in 6 hours

Roti Bisa Berjamur dalam Waktu Singkat, Faktor Penyimpanan Ini Berpengaruh
in 6 hours

Mengapa Minuman Bersoda Terasa Lebih Menyegarkan Saat Dingin?
in 6 hours

Nasi yang Didinginkan Sebelum Dimakan, Benarkah Kandungan Patinya Berubah?
in 5 hours





