Kuku Berubah Warna Menjadi Kekuningan, Jangan Abaikan Penyebabnya
icaa - Sunday, 11 October 2026 | 09:46 AM


Perubahan warna kuku menjadi kekuningan sering kali dianggap sebagai masalah penampilan biasa. Padahal, kondisi ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kebiasaan menggunakan cat kuku hingga gangguan kesehatan tertentu. Karena itu, kuku yang berubah warna sebaiknya tidak langsung diabaikan, terutama jika perubahan tersebut berlangsung lama atau disertai keluhan lain.
Kuku yang sehat umumnya tampak berwarna merah muda dengan permukaan yang relatif halus. Ketika warnanya mulai menguning, menebal, rapuh, atau mudah terlepas dari kulit di bawahnya, kondisi tersebut bisa menjadi petunjuk adanya masalah yang perlu diperhatikan.
1. Terlalu Sering Menggunakan Cat Kuku
Salah satu penyebab kuku menguning adalah penggunaan cat kuku secara berulang, terutama produk dengan pigmen warna pekat seperti merah, oranye, atau warna gelap lainnya. Pigmen tersebut dapat meninggalkan noda pada permukaan kuku, terlebih jika cat digunakan tanpa lapisan dasar atau base coat.
Perubahan warna akibat cat kuku biasanya tidak disertai rasa sakit atau pembengkakan. Noda juga dapat berangsur memudar seiring pertumbuhan kuku.
Untuk mengurangi risiko tersebut, gunakan lapisan dasar sebelum mengaplikasikan cat kuku dan berikan jeda di antara pemakaian. Hindari mengikis permukaan kuku secara berlebihan karena dapat membuatnya menjadi tipis dan mudah rusak.
2. Infeksi Jamur pada Kuku
Infeksi jamur merupakan salah satu penyebab umum kuku berubah warna menjadi kekuningan. Kondisi ini dikenal sebagai onikomikosis dan dapat menyerang kuku tangan maupun kaki.
Selain berubah warna, kuku yang terinfeksi jamur bisa menjadi lebih tebal, rapuh, mudah hancur, atau terangkat dari dasar kuku. Pada sebagian orang, perubahan tersebut berkembang secara perlahan sehingga tidak langsung disadari.
Lingkungan yang lembap, penggunaan sepatu tertutup dalam waktu lama, serta kuku yang mengalami kerusakan dapat meningkatkan risiko infeksi. Namun, kuku kuning saja tidak cukup untuk memastikan bahwa seseorang mengalami infeksi jamur.
Jika perubahan warna disertai penebalan atau kuku semakin rapuh, sebaiknya periksakan ke dokter. Penanganan yang tepat penting karena infeksi jamur pada kuku dapat sulit hilang tanpa pengobatan yang sesuai.
3. Kebiasaan Merokok
Kebiasaan merokok juga dapat menyebabkan kuku dan ujung jari tampak kekuningan. Hal ini terutama berkaitan dengan paparan nikotin dan tar dari asap rokok yang dapat meninggalkan noda pada kuku, khususnya pada jari yang sering digunakan untuk memegang rokok.
Perubahan warna akibat paparan rokok tidak selalu menunjukkan adanya penyakit pada kuku. Meski begitu, noda kekuningan tersebut dapat menjadi salah satu tanda paparan tembakau yang berulang.
Mengurangi paparan asap rokok dan berhenti merokok merupakan langkah yang lebih bermanfaat bagi kesehatan secara keseluruhan dibandingkan sekadar berusaha menghilangkan noda pada kuku.
4. Kuku Terlalu Sering Terpapar Bahan Kimia
Produk pembersih rumah tangga, cairan penghapus cat kuku, dan bahan kimia tertentu dapat memengaruhi kondisi kuku apabila digunakan secara berlebihan atau tanpa perlindungan.
Paparan berulang bisa membuat kuku menjadi kering, rapuh, atau mengalami perubahan tampilan. Pada beberapa kasus, bahan tertentu juga dapat mengiritasi kulit di sekitar kuku.
Untuk menjaga kesehatan kuku, gunakan sarung tangan saat membersihkan rumah dengan bahan kimia dan hindari penggunaan cairan penghapus cat kuku secara berlebihan. Setelah mencuci tangan, aplikasikan pelembap pada kuku dan kulit di sekitarnya.
5. Kurangnya Perawatan dan Kebersihan Kuku
Kuku yang jarang dibersihkan dapat mengalami penumpukan kotoran dan noda, terutama jika sering bersentuhan dengan tanah, pewarna, atau bahan tertentu. Kondisi ini dapat membuat kuku terlihat kusam atau kekuningan.
Meski demikian, kebersihan yang kurang bukan satu-satunya penyebab perubahan warna. Kuku yang sudah dibersihkan tetapi tetap menguning perlu diperhatikan, terutama jika terdapat perubahan tekstur atau bentuk.
Bersihkan kuku secara rutin menggunakan air dan sabun, lalu keringkan dengan baik. Hindari menggunakan benda tajam untuk mengorek bagian bawah kuku karena tindakan tersebut berisiko melukai kulit dan meningkatkan kemungkinan infeksi.
6. Kondisi Kesehatan Tertentu
Dalam beberapa kasus, kuku kekuningan dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu. Salah satu kondisi yang jarang terjadi adalah sindrom kuku kuning, yang dapat menyebabkan kuku menebal, tumbuh lebih lambat, dan berubah warna. Kondisi ini juga dapat disertai gangguan pada sistem pernapasan atau penumpukan cairan di sekitar paru-paru.
Selain itu, beberapa penyakit sistemik dapat memengaruhi tampilan kuku. Namun, warna kuku yang menguning saja tidak cukup untuk menyimpulkan adanya gangguan pada organ tertentu.
Jika perubahan warna terjadi pada banyak kuku, berlangsung lama, atau disertai keluhan lain seperti sesak napas, pembengkakan, maupun perubahan kondisi tubuh yang tidak biasa, segera konsultasikan kepada tenaga medis.
7. Cara Merawat Kuku yang Menguning
Penanganan kuku kekuningan perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Jika perubahan warna hanya berupa noda akibat cat kuku, menghentikan pemakaian sementara dan menunggu pertumbuhan kuku dapat membantu.
Sementara itu, apabila penyebabnya adalah infeksi jamur, perawatan mungkin memerlukan obat antijamur sesuai anjuran dokter. Jangan menggunakan obat sembarangan karena tidak semua perubahan warna kuku disebabkan oleh jamur.
Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan kuku antara lain:
- Menjaga kuku tetap bersih dan kering.
- Menghindari penggunaan cat kuku secara terus-menerus jika kuku mulai berubah warna.
- Memakai sarung tangan saat bersentuhan dengan bahan kimia.
- Tidak berbagi alat pemotong kuku dengan orang lain.
- Memotong kuku secara teratur dan tidak mengorek bagian bawahnya secara berlebihan.
- Menghindari penggunaan bahan pemutih atau campuran rumahan yang dapat mengiritasi kulit.
Jika kuku semakin tebal, terasa sakit, mengalami pembengkakan, atau berubah warna tanpa penyebab yang jelas, pemeriksaan medis dapat membantu memastikan penyebabnya.
Kapan Kuku Kekuningan Perlu Diperiksakan?
Kuku yang menguning akibat noda biasanya tidak menimbulkan keluhan lain dan dapat berangsur membaik. Namun, perubahan warna yang menetap atau semakin meluas sebaiknya tidak diabaikan.
Segera cari pertolongan medis jika kuku disertai nyeri hebat, kemerahan, pembengkakan, keluarnya nanah, atau perubahan bentuk yang cepat. Pemeriksaan juga penting apabila beberapa kuku berubah warna tanpa alasan yang jelas.
Pada dasarnya, kuku kekuningan tidak selalu menandakan penyakit serius. Meski begitu, memperhatikan perubahan warna, tekstur, dan pertumbuhan kuku dapat membantu mengenali masalah sejak dini. Perawatan yang sesuai dengan penyebabnya menjadi langkah utama untuk menjaga kuku tetap sehat.
Next News

Buah Beku dan Buah Segar, Apakah Kandungan Gizinya Berbeda Jauh?
in 5 hours

Pepaya Mengandung Enzim Papain, Ini Perannya dalam Pengolahan Protein
in 5 hours

Cacing Pita Bisa Tumbuh Panjang di Usus, Bagaimana Manusia Bisa Terinfeksi?
in 5 hours

Kutu Kepala Berkembang Biak dengan Cepat, Berapa Lama Telurnya Menetas?
in 5 hours

Mitos atau Fakta, Menelan Permen Karet Bisa Membuatnya Bertahan Bertahun-Tahun di Perut?
in 5 hours

Cicak Bisa Berjalan di Dinding Tanpa Terjatuh, Bagaimana Caranya?
in 5 hours

Roti Bisa Berjamur dalam Waktu Singkat, Faktor Penyimpanan Ini Berpengaruh
in 5 hours

Mengapa Minuman Bersoda Terasa Lebih Menyegarkan Saat Dingin?
in 4 hours

Makanan Pedas Membuat Hidung Berair, Ini Reaksi Tubuh yang Terjadi
in 4 hours

Nasi yang Didinginkan Sebelum Dimakan, Benarkah Kandungan Patinya Berubah?
in 4 hours





