Mitos atau Fakta: Anak Kidal Tidak Boleh Dipaksa Menulis dengan Tangan Kanan
Laila - Friday, 17 July 2026 | 12:50 PM


Banyak orang tua atau anggota keluarga yang masih percaya bahwa anak kidal harus dilatih, bahkan dipaksa, untuk menulis menggunakan tangan kanan. Alasannya beragam, mulai dari anggapan agar lebih mudah mengikuti kebiasaan umum hingga keyakinan bahwa tangan kanan lebih baik digunakan untuk berbagai aktivitas.
Namun, benarkah anak kidal tidak boleh menggunakan tangan kirinya? Apakah memaksa mereka menulis dengan tangan kanan merupakan tindakan yang tepat?
Fakta: Anak Kidal Tidak Perlu Dipaksa Menjadi Tangan Kanan
Secara medis, kidal adalah variasi alami dalam perkembangan otak. Sekitar 10 persen populasi dunia memiliki kecenderungan menggunakan tangan kiri sebagai tangan dominan untuk menulis, makan, atau melakukan aktivitas lainnya.
Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa menjadi kidal merupakan kelainan atau kondisi yang harus diubah. Oleh karena itu, anak yang secara alami kidal tidak perlu dipaksa menggunakan tangan kanan.
Dampak Memaksa Anak Kidal
Memaksa anak menggunakan tangan yang bukan dominannya justru dapat menimbulkan beberapa kesulitan, seperti:
- Tulisan menjadi kurang rapi dan lebih lambat.
- Anak lebih cepat lelah saat menulis.
- Sulit mengembangkan keterampilan motorik halus.
- Menurunkan rasa percaya diri karena merasa berbeda atau sering dikoreksi.
- Pada beberapa anak, dapat memicu stres atau frustrasi ketika belajar.
Meskipun tidak semua anak mengalami dampak tersebut, para ahli umumnya tidak menyarankan mengubah dominasi tangan yang sudah terbentuk secara alami.
Kapan Dominasi Tangan Mulai Terlihat?
Dominasi tangan biasanya mulai tampak pada usia sekitar 2–4 tahun dan semakin jelas ketika anak berusia 5–6 tahun. Pada masa ini, anak akan lebih sering menggunakan salah satu tangan untuk menggambar, menulis, menyusun balok, atau menggunakan alat makan.
Orang tua sebaiknya mengamati kebiasaan tersebut tanpa memaksa anak berpindah tangan.
Cara Mendukung Anak Kidal
Agar anak tetap nyaman belajar, orang tua dapat melakukan beberapa hal berikut:
- Biarkan anak menggunakan tangan yang paling nyaman baginya.
- Sediakan alat tulis yang nyaman digunakan, termasuk gunting khusus untuk anak kidal jika diperlukan.
- Ajarkan posisi menulis yang benar agar tangan tidak mudah lelah.
- Berikan dukungan dan jangan membuat anak merasa berbeda karena menggunakan tangan kiri.
- Beri tahu guru di sekolah agar memahami kebiasaan anak dan tidak memaksanya menggunakan tangan kanan.
Mitos yang Masih Beredar
Sebagian masyarakat masih mengaitkan tangan kidal dengan berbagai mitos atau kebiasaan budaya tertentu. Padahal, dari sudut pandang ilmu kesehatan, menjadi kidal bukanlah tanda kecerdasan yang lebih rendah, bukan pula penyakit yang harus diobati.
Yang terpenting adalah membantu anak berkembang sesuai potensinya, tanpa tekanan untuk mengubah kebiasaan yang merupakan bagian dari perkembangan alaminya.
Next News

Menepi Sejenak: 5 Desa di Dunia dengan Suasana Tenang yang Bikin Ingin Resign
7 hours ago

Bukan Nakal, 4 Kebiasaan Anak Ini Bisa Jadi Tanda Rasa Ingin Tahu dan Potensi yang Perlu Diarahkan
7 hours ago

Bukan Sekadar Bikin Kulit Halus, Ini 5 Manfaat Luluran yang Bisa Jadi Ritual Self-Care
7 hours ago

Meroe, Kota Piramida Sudan yang Jarang Diketahui: Jejak Kejayaan Kerajaan Kush di Afrika
7 hours ago

7 Bahasa Tubuh Kucing yang Sering Disalahpahami, Nomor 4 Bukan Berarti Minta Dielus
7 hours ago

Benarkah Wanita Lebih Emosional daripada Pria? Ini Fakta Psikologi di Balik Stereotip Gender
7 hours ago

Sering Begadang Diam-Diam Menguras Tubuh? Ini Dampaknya pada Otak, Berat Badan, Kulit, dan Mental
7 hours ago

Mengenal Anoreksia Nervosa: Bukan Sekadar Diet Ketat, Ini Gejala dan Cara Mendapatkan Bantuan
7 hours ago

Frozen Yoghurt Benarkah Lebih Sehat dari Es Krim? Ini Manfaat dan Cara Memilihnya
7 hours ago

Sering Diabaikan, Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Meningkatkan Risiko Masalah Ginjal
7 hours ago





