Duduk Terlalu Lama, Apa Dampaknya bagi Tubuh?
Liaa - Tuesday, 25 August 2026 | 11:45 AM


Duduk merupakan aktivitas yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Pelajar duduk saat mengikuti pelajaran, pekerja menghabiskan waktu di depan komputer, sementara sebagian orang duduk ketika menggunakan ponsel atau menikmati hiburan.
Duduk dalam waktu tertentu tentu merupakan hal yang wajar. Namun, masalah dapat muncul ketika seseorang terlalu lama berada dalam posisi duduk dan jarang memberikan kesempatan bagi tubuh untuk bergerak.
Tubuh Menjadi Kurang Aktif
Ketika terlalu lama duduk, tubuh berada dalam kondisi kurang aktif. Jika kebiasaan tersebut berlangsung terus-menerus, jumlah aktivitas fisik harian seseorang dapat menjadi lebih rendah.
Kurangnya gerakan juga dapat membuat tubuh terasa kaku, terutama setelah berada dalam posisi yang sama dalam waktu lama.
Bisa Memengaruhi Kenyamanan Postur
Posisi duduk yang kurang baik dapat membuat bagian tubuh tertentu terasa tidak nyaman. Duduk dengan posisi yang sama dalam waktu lama juga dapat menimbulkan rasa pegal pada punggung, leher, atau bahu.
Karena itu, memperhatikan posisi tubuh saat duduk menjadi salah satu hal yang penting, terutama bagi orang yang harus belajar atau bekerja di depan meja dalam waktu cukup lama.
Berkaitan dengan Risiko Kesehatan
Berbagai penelitian kesehatan menunjukkan bahwa perilaku sedentari atau terlalu banyak menghabiskan waktu dalam keadaan tidak aktif berkaitan dengan sejumlah risiko kesehatan.
Duduk terlalu lama dapat menjadi masalah terutama apabila tidak disertai aktivitas fisik yang cukup. Karena itu, bukan hanya durasi duduk yang perlu diperhatikan, tetapi juga seberapa aktif seseorang sepanjang hari.
Sisipkan Waktu untuk Bergerak
Salah satu cara sederhana untuk mengurangi waktu duduk adalah memberikan jeda secara berkala. Setelah duduk cukup lama, seseorang dapat berdiri, berjalan sebentar, melakukan peregangan ringan, atau melakukan aktivitas sederhana lainnya.
Kebiasaan kecil tersebut dapat membantu tubuh tidak terus berada dalam posisi yang sama.
Selain itu, aktivitas fisik secara rutin juga penting untuk menjaga kebugaran. Bentuk aktivitasnya dapat disesuaikan dengan usia, kemampuan, dan kondisi masing-masing.
Jangan Hanya Mengandalkan Olahraga
Berolahraga secara rutin memang penting, tetapi kebiasaan aktif sepanjang hari juga tidak kalah penting. Seseorang yang berolahraga pada waktu tertentu tetapi kemudian menghabiskan sebagian besar hari dengan duduk tetap perlu memperhatikan pola aktivitasnya.
Berjalan kaki, melakukan pekerjaan rumah, bermain di luar, atau sekadar berdiri dan bergerak di sela aktivitas dapat menjadi bagian dari kebiasaan hidup aktif.
Pada akhirnya, duduk bukanlah aktivitas yang harus dihindari sepenuhnya. Yang perlu diperhatikan adalah keseimbangan antara waktu duduk dan aktivitas fisik.
Dengan memberikan tubuh kesempatan untuk bergerak secara teratur, seseorang dapat membantu menjaga kebugaran serta mengurangi dampak dari kebiasaan terlalu lama tidak aktif.
Next News

Maulid Nabi Bukan Sekadar Tradisi, Ini Pelajaran Akhlak Rasulullah yang Relevan di Zaman Sekarang
in 7 hours

Bekerja Sendiri atau Bersama Tim? Kenali Kelebihan dan Tantangannya
in 7 hours

Hatchi! Mengapa Kita Bersin? Mengenal Refleks Alami dan Hubungannya dengan Alergi
in 6 hours

Bukan Hanya Manusia, Begini Cara Unik Hewan Merawat dan Melindungi Anaknya
in 6 hours

Mengapa Anak Sering Meniru Perilaku Orang Dewasa di Sekitarnya?
in 6 hours

Mengapa Telur Setengah Matang Begitu Populer? Dari Tekstur hingga Tradisi Sarapan
in 6 hours

Beras Kencur, Jamu Tradisional yang Tetap Menarik di Tengah Gaya Hidup Modern
in 6 hours

Menjaga Kesehatan Ginjal Secara Alami, Kebiasaan Sederhana yang Bisa Dilakukan
in 6 hours

Brokoli untuk MPASI Bayi, Apa Manfaat dan Cara Menyajikannya?
in 6 hours

Mengapa Kita Sering Menunda Pekerjaan yang Sebenarnya Mudah?
in 5 hours





