Mengenal Proses Terbentuknya Keju, Dari Susu hingga Siap Dikonsumsi
RAU - Sunday, 05 July 2026 | 03:34 PM


Keju merupakan salah satu produk olahan susu yang telah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Makanan ini dibuat melalui proses yang mengubah susu menjadi padatan dengan tekstur dan rasa yang khas. Saat ini, keju digunakan dalam berbagai hidangan, mulai dari roti, pizza, pasta, hingga aneka kue dan camilan.
Meski tersedia dalam berbagai jenis, proses dasar pembuatan keju memiliki tahapan yang hampir sama. Perbedaan rasa, tekstur, dan aroma biasanya ditentukan oleh jenis susu, mikroorganisme yang digunakan, serta lamanya proses pematangan.
1. Pemilihan Susu
Proses pembuatan keju diawali dengan pemilihan bahan baku berupa susu. Susu sapi merupakan yang paling umum digunakan, tetapi keju juga dapat dibuat dari susu kambing, domba, atau kerbau. Kualitas susu menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi hasil akhir keju.
2. Pasteurisasi
Pada banyak jenis keju, susu terlebih dahulu dipasteurisasi, yaitu dipanaskan pada suhu tertentu untuk membantu mengurangi mikroorganisme yang tidak diinginkan. Namun, beberapa jenis keju tradisional dibuat menggunakan susu yang tidak dipasteurisasi sesuai dengan standar dan metode tertentu.
3. Penambahan Kultur Bakteri
Setelah susu siap, produsen menambahkan kultur bakteri baik. Mikroorganisme ini berperan mengubah laktosa atau gula alami dalam susu menjadi asam laktat. Proses tersebut membantu membentuk karakter rasa sekaligus mempersiapkan susu untuk tahap penggumpalan.
4. Penggumpalan Susu
Tahap berikutnya adalah penambahan enzim penggumpal, yang dikenal sebagai rennet, atau bahan penggumpal lain yang sesuai. Enzim ini membuat protein dalam susu menggumpal sehingga terbentuk bagian padat (curd) dan cairan yang disebut whey.
5. Pemotongan dan Pengadukan Curd
Gumpalan keju kemudian dipotong menjadi bagian-bagian kecil agar cairan whey lebih mudah terpisah. Ukuran potongan curd dapat memengaruhi kadar air dalam keju, sehingga turut menentukan tekstur akhir produk.
6. Pencetakan dan Pengepresan
Curd yang telah dipisahkan dari whey dimasukkan ke dalam cetakan. Pada beberapa jenis keju, curd kemudian dipres untuk mengurangi sisa cairan sekaligus membentuk tekstur yang lebih padat.
7. Penambahan Garam
Setelah dicetak, keju biasanya diberi garam, baik dengan cara ditaburkan langsung maupun direndam dalam larutan garam. Selain menambah cita rasa, garam juga membantu menjaga kualitas keju selama proses penyimpanan.
8. Proses Pematangan
Sebagian jenis keju memerlukan proses pematangan (aging) selama beberapa minggu, bulan, bahkan bertahun-tahun. Selama periode ini, perubahan alami yang terjadi akan membentuk rasa, aroma, dan tekstur khas pada setiap jenis keju.
Mengapa Keju Memiliki Banyak Jenis?
Perbedaan jenis susu, kultur bakteri, enzim, kadar air, teknik pengolahan, dan lama pematangan membuat keju hadir dalam beragam variasi. Ada keju yang bertekstur lembut, keras, mudah meleleh, hingga memiliki aroma yang sangat kuat.
Cara Menyimpan Keju
Agar kualitasnya tetap terjaga, simpan keju di dalam lemari pendingin sesuai petunjuk pada kemasan. Bungkus keju dengan baik agar tidak mudah mengering dan tidak menyerap aroma dari bahan makanan lain. Setelah kemasan dibuka, sebaiknya keju dikonsumsi dalam waktu yang dianjurkan.
Kesimpulan
Keju merupakan hasil olahan susu yang melalui beberapa tahapan penting, mulai dari pemilihan susu, penambahan kultur bakteri, proses penggumpalan, hingga pematangan. Proses inilah yang menghasilkan berbagai jenis keju dengan rasa, tekstur, dan aroma yang beragam. Memahami cara terbentuknya keju dapat menambah wawasan tentang salah satu bahan makanan yang banyak digunakan dalam berbagai hidangan di seluruh dunia.
Next News

Mengapa Kita Sering Mengecek Ponsel Begitu Bangun Tidur? Ini Alasan Psikologisnya
14 hours ago

Mengapa Karakter Kartun Sering Terlihat Memiliki Mata yang Besar? Ini Alasannya
2 hours ago

Mengapa Kita Masih Suka Menonton Kartun Meski Sudah Dewasa? Ini Alasannya
2 hours ago

Apa Itu Digital Eye Strain dan Bagaimana Cara Mencegahnya?
4 hours ago

Apa Penyebab Sariawan yang Muncul Berulang Kali? Kenali Pemicu dan Kapan Harus Diperiksa
4 hours ago

Alat Dapur Tradisional yang Ternyata Masih Relevan hingga Sekarang
4 hours ago

Mengapa Matcha Terus Menjadi Tren di Kalangan Anak Muda? Ini Alasannya
4 hours ago

Suka Berbicara? Ini Jurusan Kuliah yang Bisa Kamu Pertimbangkan
4 hours ago

Pernah Merasa Waktu Berjalan Lambat? Ini yang Mungkin Terjadi di Otak
5 hours ago

Mengenal Pohon Karet, Tanaman Penghasil Getah yang Banyak Dimanfaatkan dalam Kehidupan
5 hours ago





