Kamis, 14 Mei 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengenal Porifera, Spons Laut Misterius yang Beda dari SpongeBob

Liaa - Thursday, 14 May 2026 | 08:00 AM

Background
Mengenal Porifera, Spons Laut Misterius yang Beda dari SpongeBob

Spons Laut: Si 'Santuy' dari Zaman Purba yang Ternyata Lebih Tua dari Dinosaurus

Kalau kita bicara soal spons, mayoritas dari kita pasti langsung teringat sama sosok kuning kotak yang tinggal di rumah nanas di bawah laut. Ya, siapa lagi kalau bukan SpongeBob SquarePants. Tapi, lupakan dulu deh citra spons yang jago bikin krabby patty atau punya peliharaan siput yang bisa mengeong. Di dunia nyata, spons laut atau porifera itu jauh lebih gokil, lebih misterius, dan jujur saja, sedikit agak aneh kalau kita kuliti sejarahnya.

Bayangkan saja, di saat makhluk-makhluk keren kayak T-Rex atau Megalodon baru "direncanakan" oleh alam semesta, spons laut sudah lebih dulu nongkrong santai di dasar samudra. Nggak tanggung-tanggung, mereka ini sudah eksis sejak lebih dari 600 juta tahun yang lalu. Artinya, mereka adalah salah satu hewan tertua yang pernah mendiami bumi ini. Jauh sebelum ada hutan, sebelum ada serangga, bahkan sebelum ada ikan-ikan primitif, si spons ini sudah asyik menyaring air laut tanpa beban pikiran.

Bentuknya Emang Mirip Tanaman, Tapi Fix Mereka Hewan

Satu hal yang sering bikin orang gagal paham adalah mengira spons itu tanaman laut atau sejenis terumbu karang yang nggak bernyawa. Wajar sih, soalnya mereka nggak punya mata, nggak punya kaki buat jalan-jalan cari gebetan, dan nggak punya mulut buat makan secara aktif. Mereka cuma diam, nempel di batu atau dasar laut, dan kelihatannya cuma pasrah sama arus air.

Tapi, jangan tertipu sama penampilannya yang pasif itu. Secara biologis, spons adalah hewan multiseluler. Bedanya sama kita, mereka ini penganut gaya hidup minimalis yang ekstrem. Mereka nggak punya organ dalam. Nggak ada jantung buat baper, nggak ada paru-paru buat napas, dan yang paling unik: mereka nggak punya otak. Bayangin, hidup ratusan juta tahun tanpa stres mikirin cicilan atau deadline kantor karena emang nggak punya otak buat mikir. Enak banget, kan?

Mesin Filter Air Super Canggih Milik Alam

Meskipun nggak punya organ yang kompleks, jangan remehkan kerja keras mereka. Spons adalah penyaring air (filter feeder) yang paling efisien di planet ini. Tubuh mereka itu penuh dengan pori-pori kecil yang disebut ostia. Lewat lubang-lubang ini, mereka memompa air masuk ke dalam tubuhnya, menyaring nutrisi dan oksigen, lalu membuang sisanya lewat lubang yang lebih besar.



Satu spons kecil saja bisa menyaring ribuan liter air setiap harinya. Kalau nggak ada mereka, mungkin air laut kita bakal jauh lebih butek dan penuh bakteri nggak jelas. Bisa dibilang, mereka ini adalah petugas cleaning service sukarela yang menjaga ekosistem laut tetap sehat dan jernih. Tanpa suara, tanpa minta gaji, mereka terus bekerja selama jutaan tahun demi keseimbangan alam. Sebuah dedikasi yang patut kita apresiasi dengan nggak buang sampah ke laut, sih.

Kemampuan Regenerasi yang Bikin Superhero Iri

Kalau kamu fans berat film superhero, kamu pasti tahu karakter kayak Wolverine atau Deadpool yang punya kemampuan regenerasi super cepat. Nah, di dunia nyata, spons laut adalah masternya. Kalau spons ini hancur atau terpotong-potong, sel-selnya nggak langsung mati. Sebaliknya, sel-sel itu bakal berusaha mencari satu sama lain, berkumpul lagi, dan membangun kembali tubuh mereka yang baru.

Gila nggak tuh? Bahkan ada eksperimen yang menghancurkan spons sampai jadi butiran sel lewat saringan kain, dan luar biasanya, sel-sel itu bisa "berjalan" pelan dan bergabung lagi jadi spons yang utuh. Kemampuan ini bikin mereka hampir mustahil buat benar-benar punah kalau cuma karena serangan predator kecil. Mereka punya daya tahan yang sangat tangguh meskipun terlihat lembek dan nggak berdaya.

Apotek Berjalan di Dasar Samudra

Di balik tubuhnya yang sederhana, spons laut ternyata menyimpan rahasia kimia yang luar biasa. Karena mereka nggak bisa lari kalau ada musuh, mereka mengembangkan sistem pertahanan diri lewat zat kimia atau racun. Nah, zat kimia inilah yang sekarang lagi giat-giatnya diteliti oleh para ilmuwan.

Ternyata, banyak zat yang dihasilkan spons laut punya potensi besar buat jadi obat-obatan manusia, mulai dari antibiotik, anti-inflamasi, sampai obat anti-kanker. Beberapa senyawa yang ditemukan pada spons laut diketahui bisa menghambat pertumbuhan sel kanker tertentu. Jadi, si hewan purba yang sering kita abaikan ini mungkin saja memegang kunci untuk menyembuhkan berbagai penyakit mematikan di masa depan. Keren banget, kan? Dari makhluk yang kelihatannya cuma diam doang, ternyata ada harapan besar buat peradaban manusia.



Kenapa Kita Harus Peduli?

Melihat sejarahnya yang sudah bertahan dari berbagai masa kepunahan massal termasuk asteroid yang memusnahkan dinosaurus rasanya miris kalau mereka harus terancam cuma gara-gara ulah manusia di abad ke-21. Perubahan iklim, polusi plastik, dan perusakan habitat laut adalah ancaman nyata bagi mereka.

Mungkin bagi sebagian orang, spons laut cuma benda mati yang nggak ada estetikanya kalau dipajang di Instagram. Tapi buat ekosistem laut, mereka adalah pilar penting. Mereka menyediakan tempat tinggal buat kepiting kecil, udang, dan ribuan mikroorganisme lainnya. Kalau spons hilang, rantai makanan di bawah sana bakal kacau balau.

Belajar dari spons laut, kita jadi tahu kalau untuk bertahan hidup dalam waktu yang sangat lama, kita nggak perlu jadi yang paling kuat atau yang paling berisik. Kadang, menjadi yang paling adaptif dan bermanfaat buat sekitar sambil tetap "santuy" adalah kunci keberlangsungan hidup yang sebenarnya. Jadi, lain kali kalau kamu melihat foto atau dokumenter soal spons laut, berikan sedikit rasa hormat buat sesepuh bumi yang satu ini. Mereka sudah ada di sini jauh sebelum kita, dan kalau kita bisa menjaga alam dengan baik, semoga mereka masih tetap ada jauh setelah kita nggak ada.