Rabu, 29 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengenal Lebih Dekat Keju Tom and Jerry: Si Kuning Berlubang yang Ternyata Punya Nama Keren

RAU - Tuesday, 28 April 2026 | 09:05 AM

Background
Mengenal Lebih Dekat Keju Tom and Jerry: Si Kuning Berlubang yang Ternyata Punya Nama Keren


Siapa sih yang nggak tahu kartun Tom and Jerry? Kucing dan tikus yang kerjaannya berantem terus tapi nggak pernah benar-benar mati ini sudah jadi menu wajib tontonan kita pas hari Minggu pagi. Selain aksi kejar-kejaran yang absurd, ada satu benda yang selalu berhasil bikin kita ngiler tiap kali muncul di layar: sepotong keju berwarna kuning cerah dengan lubang-lubang besar di sekujur tubuhnya. Jerry si tikus sering banget terlihat menggotong potongan keju yang ukurannya lebih besar dari badannya sendiri. Di benak kita waktu kecil, keju ya bentuknya harus kayak gitu.

Masalahnya, begitu kita main ke minimarket atau supermarket terdekat, kita malah bingung. Kok keju yang dijual bapak-bapak di rak pendingin bentuknya balok kotak mulus tanpa lubang? Mana warna kuningnya juga kadang pucat, nggak se-estetik yang ada di TV. Akhirnya, banyak dari kita yang menganggap kalau "Keju Tom and Jerry" itu cuma fiksi belaka atau produk imajinasi animator Amerika. Padahal, keju itu beneran ada di dunia nyata, lho. Namanya bukan Keju Jerry, melainkan Keju Emmental.

Bukan Sekadar Properti Kartun, Ini Adalah Emmental

Mari kita kenalan lebih jauh. Keju ikonik ini asalnya dari lembah Emme di Swiss, makanya namanya Emmental atau Emmentaler. Kalau kamu main ke Swiss, jangan sekali-kali nanya "Mana keju Tom and Jerry?", bisa-bisa kamu cuma dikasih senyum simpul sama penjaga tokonya. Emmental adalah salah satu keju paling legendaris di Eropa. Proses pembuatannya juga nggak main-main, melibatkan tradisi ratusan tahun dan standar kualitas yang ketat banget.

Kenapa sih dia bisa punya lubang-lubang yang estetik itu? Dulu, orang sempat mengira kalau lubang itu ada karena keju tersebut digigit tikus (mungkin gara-gara pengaruh Jerry juga ya). Tapi secara sains, lubang itu muncul karena aktivitas bakteri bernama Propionibacterium freudenreichii. Bakteri ini "bersendawa" dan melepaskan gas karbon dioksida saat proses fermentasi. Karena terperangkap di dalam adonan keju yang padat, gas tersebut membentuk gelembung udara yang kemudian menjadi lubang-lubang cantik yang disebut "eyes" atau mata keju.

Ekspektasi vs Realita: Rasanya Gimana, Sih?

Jujurly, banyak dari kita yang tertipu sama penampilannya. Karena warnanya yang kuning cerah dan terlihat kenyal di kartun, kita sering membayangkan rasanya bakal gurih banget, creamy, atau mungkin manis kayak permen. Tapi kenyataannya, Keju Emmental punya profil rasa yang cukup dewasa. Rasanya cenderung nutty (seperti kacang), sedikit manis di awal, tapi ada jejak rasa asam dan sedikit tajam di akhir.



Teksturnya juga nggak se-lembek yang kita lihat saat Tom terjepit di dalamnya. Emmental masuk kategori keju medium-hard. Jadi kalau kamu terbiasa makan keju slice yang harganya sepuluh ribuan di minimarket, mungkin lidahmu bakal kaget pas pertama kali nyobain Emmental asli. Dia nggak langsung lumer di mulut kayak keju mozarella, tapi lebih memberikan sensasi kunyahan yang mantap. Sangat cocok dimakan bareng buah-buahan, kacang-kacangan, atau dilelehkan di atas roti lapis premium.

Kenapa Animator Memilih Keju Ini?

Pernah nggak kamu mikir, kenapa sih dari ribuan jenis keju di dunia, para animator malah milih Emmental sebagai representasi keju di dunia kartun? Kenapa bukan Cheddar yang lebih umum, atau Parmesan yang bentuknya kayak gunung es? Jawabannya sederhana: Identitas visual. Dalam dunia desain dan animasi, sebuah benda harus bisa dikenali secara instan oleh penonton tanpa perlu penjelasan teks.

Kalau animator cuma gambar balok kuning polos, orang mungkin bakal ngira itu mentega, tahu kuning, atau bahkan spons cuci piring. Tapi begitu dikasih lubang-lubang besar, otak kita langsung teriak, "Wah, itu keju!" Lubang-lubang tersebut adalah bahasa universal untuk keju dalam budaya populer. Sejak era keemasan animasi di Amerika, bentuk ini sudah jadi standar baku. Alhasil, sampai sekarang, mau di Spongebob kek atau di kartun Disney sekalipun, kalau ada keju, kemungkinan besar bentuknya ya "Keju Tom and Jerry" ini.

Tren Cheesecake Tom and Jerry yang Sempat Viral

Beberapa tahun belakangan, kecintaan kita pada estetika keju ini kembali meledak. Bukan karena orang-orang tiba-tiba rajin beli keju Emmental di pasar, tapi karena munculnya tren Tom and Jerry Cheesecake. Berawal dari kafe-kafe di Korea Selatan, dessert ini langsung menjalar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Bentuknya persis banget sama yang ada di kartun: potongan segitiga kuning dengan lubang-lubang cekung yang lucu.

Bedanya, makanan viral ini biasanya bukan murni keju Emmental (karena ya, rasa Emmental asli mungkin terlalu berat buat dijadikan kue manis yang disukai semua orang). Biasanya, bagian luarnya adalah cokelat kuning yang dicetak, sementara dalamnya berisi mousse cheesecake yang lembut dan manis. Ini adalah bukti kalau pengaruh visual dari sebuah kartun tahun 1940-an masih sangat kuat sampai sekarang. Kita lebih mengejar sensasi makan "sesuatu yang ada di TV" daripada mencari rasa asli kejunya itu sendiri.



Sebuah Nostalgia yang Bisa Dimakan

Membicarakan keju Tom and Jerry sebenarnya adalah membicarakan tentang memori masa kecil. Bagi banyak orang, keju ini adalah simbol kemewahan fiksi. Kita dulu sering membayangkan betapa nikmatnya jadi Jerry yang bisa makan keju sebanyak itu tanpa perlu mikirin kolesterol atau harga per kilogramnya yang lumayan mahal di dunia nyata.

Mungkin bagi sebagian orang, rasa asli Emmental nggak seindah bayangan mereka saat nonton kartun dulu. Tapi itulah uniknya hidup. Kadang-kadang, ikon-ikon budaya populer memang diciptakan untuk memberi warna pada imajinasi kita. Mau rasanya nutty, pahit, atau gurih sekalipun, Keju Tom and Jerry akan selalu menempati kasta tertinggi dalam hierarki keju dunia di mata anak-anak (dan orang dewasa yang menolak tua).

Jadi, kalau nanti kamu punya kesempatan main ke toko keju impor, jangan ragu buat menunjuk bongkahan kuning berlubang itu. Meskipun namanya bukan "Keju Jerry", tapi setiap gigitannya pasti bakal membawa kamu balik ke sofa depan TV di hari Minggu pagi, sambil ketawa ngelihat Tom yang lagi-lagi kena sial gara-gara sepotong keju.

Tags

keju