Mengenal Berbagai Jenis Keju
Laila - Tuesday, 07 July 2026 | 11:35 AM


Dunia Keju: Dari yang Meleleh di Pizza Sampai yang Baunya Bikin Garuk Kepala
Pernah nggak sih lo berdiri di depan rak keju di supermarket, terus ngerasa terintimidasi sama puluhan balok kuning dan putih yang namanya aneh-aneh? Mau beli buat bikin sandwich, tapi malah pusing sendiri karena pilihannya lebih banyak daripada pilihan hidup. Ujung-ujungnya, paling-paling lo ambil keju cheddar olahan lagi, yang gambarnya kartun sapi itu. Klasik, aman, dan nggak bikin kantong jebol.
Tapi jujur deh, dunia keju itu sebenernya jauh lebih luas daripada sekadar topping martabak atau isian kastengel pas lebaran. Keju itu punya semesta sendiri yang isinya bisa sangat "fancy", sangat bau, atau sangat memanjakan lidah kalau lo tahu cara makannya. Yuk, kita kupas pelan-pelan biar lo nggak bingung lagi pas mau bergaya ala-ala cheese platter di cafe hits.
1. Cheddar: Si Raja di Indonesia
Mari kita mulai dari yang paling akrab. Cheddar itu ibaratnya adalah nasi putih di dunia perkejuan kita. Asalnya dari sebuah desa bernama Cheddar di Inggris. Kalau lo perhatikan, cheddar itu punya rentang tekstur dan rasa yang luas banget. Ada yang mild yang rasanya kalem, sampai yang extra sharp yang rasanya nendang banget dan teksturnya agak berpasir karena sudah lama diperam.
Di Indonesia, kebanyakan cheddar yang kita temui itu jenis processed cheese. Makanya teksturnya kenyal dan gampang diparut. Tapi kalau lo nyobain cheddar asli yang masih tradisional, rasanya lebih kompleks, ada sedikit rasa kacang (nutty), dan warnanya nggak selalu kuning neon. FYI aja nih, warna kuning di keju cheddar itu seringkali cuma tambahan pewarna alami dari biji annatto, biar tampilannya lebih menggoda.
2. Mozzarella: Sang Bintang Instagram
Siapa sih yang nggak kenal mozzarella? Ini adalah keju yang bertanggung jawab atas fenomena "food porn" di media sosial. Efek mulurnya yang bisa ditarik sampai ke ujung ruangan itu emang juara banget buat konten. Aslinya, mozzarella itu berasal dari Italia dan dibuat dari susu kerbau air (Mozzarella di Bufala). Tapi sekarang, kebanyakan yang kita makan di pizza atau ayam geprek itu dari susu sapi biasa.
Mozzarella itu masuk kategori fresh cheese. Dia nggak butuh waktu lama buat diperam. Rasanya cenderung tawar dan milky, makanya cocok banget dipaduin sama makanan yang bumbunya udah kuat. Tips buat lo: kalau beli mozzarella, mending langsung dimakan pas lagi panas-panasnya. Kalau udah dingin, dia bakal balik jadi karet yang susah dikunyah. Nggak asik banget, kan?
3. Parmesan (Parmigiano-Reggiano): Si Taburan Mewah
Kalau lo lagi makan pasta terus ada bubuk putih yang baunya tajam tapi bikin nagih, itu kemungkinan besar Parmesan. Di negara asalnya, Italia, keju ini dijuluki "The King of Cheeses". Nggak main-main, bikinnya butuh waktu bulanan bahkan tahunan buat diperam sampai teksturnya jadi keras banget.
Gue saranin sih, jangan cuma beli parmesan yang udah jadi bubuk di botol plastik. Coba deh beli yang potongan blok, terus parut sendiri di atas pasta atau salad lo. Rasanya jauh lebih "rich" dan aromanya lebih keluar. Harganya emang lumayan bikin dompet kaget, tapi sebanding kok sama sensasi gurih umami yang bakal lo dapetin.
4. Brie dan Camembert: Si Lembut yang Sering Tertukar
Pernah lihat keju yang bentuknya bulat, luarnya putih kayak ada bulu halus, tapi dalamnya lumer banget? Itu biasanya Brie atau Camembert. Dua-duanya dari Perancis dan sering disebut sebagai "keju dessert". Bagian putih di luarnya itu sebenarnya adalah jamur yang bisa dimakan (edible mold). Jangan dibuang ya, karena di situ justru letak seninya.
Brie rasanya lebih ringan dan creamy, sedangkan Camembert biasanya punya rasa yang lebih "earthy" atau mirip aroma jamur hutan. Cara paling enak makannya adalah didiamkan dulu di suhu ruang sampai bagian dalamnya agak meleleh, terus olesin ke biskuit kraker atau potongan buah apel. Vibes-nya langsung berasa kayak lagi piknik di bawah menara Eiffel.
5. Blue Cheese: Si Bau yang Bikin Dilema
Nah, ini dia level terakhir dalam permainan keju. Blue cheese, kayak Roquefort atau Gorgonzola, adalah jenis keju yang punya urat-urat biru atau hijau di dalamnya. Buat orang yang nggak biasa, baunya mungkin bakal dibilang mirip kaos kaki yang nggak dicuci seminggu. Serius, aromanya sangat menusuk!
Tapi buat para pecinta keju, blue cheese itu adalah puncak kenikmatan. Rasa asinnya kuat banget dan ada sensasi "pedas" yang unik di lidah. Biasanya dimakan bareng madu atau buah yang manis buat menyeimbangkan rasanya yang keras. Kalau lo baru mau coba, mending sedikit-sedikit dulu ya, jangan langsung gigit satu balok besar. Bisa-bisa lo trauma duluan.
6. Gouda: Si Manis dari Belanda
Terakhir, ada Gouda. Keju asal Belanda ini punya ciri khas tekstur yang agak keras tapi kenyal, dan rasanya ada sedikit manis-manis karamel gitu. Makin tua umur Gouda-nya, rasanya makin manis dan makin renyah karena ada kristal-kristal garam alami di dalamnya. Ini adalah jenis keju yang paling gampang disukai sama siapa aja, dari anak kecil sampai orang tua. Cocok banget buat nemenin kopi atau teh di sore hari.
Kenapa Kita Harus Berani Coba?
Dunia kuliner itu soal petualangan rasa. Memang sih, keju cheddar olahan itu paling praktis dan ekonomis. Tapi sesekali, nggak ada salahnya kita eksplorasi jenis lain. Setiap keju punya cerita, sejarah, dan cara pembuatan yang unik. Ada yang butuh diperam di dalam gua, ada yang harus diputar-putar pakai tangan, sampai ada yang harus diawasi suhunya setiap jam.
Eksplorasi keju juga bikin lidah kita lebih peka sama rasa. Jadi, pas lo nongkrong di cafe dan mesen menu yang ada kejunya, lo nggak bakal cuma bilang "enak", tapi bisa tahu kenapa rasa asinnya beda atau kenapa teksturnya begitu. Intinya, jangan takut nyoba. Siapa tahu, keju yang tadinya lo pikir aneh atau bau, malah jadi makanan favorit baru lo. Selamat berpetualang di dunia perkejuan, ya!
Next News

Mengapa Kita Sering Mengecek Ponsel Begitu Bangun Tidur? Ini Alasan Psikologisnya
7 hours ago

Mengapa Karakter Kartun Sering Terlihat Memiliki Mata yang Besar? Ini Alasannya
in 4 hours

Mengapa Kita Masih Suka Menonton Kartun Meski Sudah Dewasa? Ini Alasannya
in 4 hours

Apa Itu Digital Eye Strain dan Bagaimana Cara Mencegahnya?
in 3 hours

Apa Penyebab Sariawan yang Muncul Berulang Kali? Kenali Pemicu dan Kapan Harus Diperiksa
in 3 hours

Alat Dapur Tradisional yang Ternyata Masih Relevan hingga Sekarang
in 3 hours

Mengapa Matcha Terus Menjadi Tren di Kalangan Anak Muda? Ini Alasannya
in 2 hours

Suka Berbicara? Ini Jurusan Kuliah yang Bisa Kamu Pertimbangkan
in 2 hours

Pernah Merasa Waktu Berjalan Lambat? Ini yang Mungkin Terjadi di Otak
in 2 hours

Mengenal Pohon Karet, Tanaman Penghasil Getah yang Banyak Dimanfaatkan dalam Kehidupan
in 2 hours





