Mengapa Sebagian Orang Mudah Mengalami Perut Kembung? Kenali Penyebab dan Faktor Pemicunya
Tata - Tuesday, 03 November 2026 | 08:59 AM


Perut kembung merupakan kondisi ketika perut terasa penuh, sesak, atau membesar akibat penumpukan gas maupun gangguan dalam proses pencernaan. Keluhan ini dapat dialami siapa saja, tetapi ada sebagian orang yang lebih sering mengalaminya dibandingkan orang lain.
Perbedaan tersebut dapat dipengaruhi oleh pola makan, kebiasaan sehari-hari, sensitivitas terhadap makanan, hingga kondisi kesehatan saluran pencernaan. Berikut beberapa penyebab seseorang mudah mengalami perut kembung.
1. Terlalu Cepat Saat Makan
Kebiasaan makan terburu-buru dapat membuat seseorang menelan lebih banyak udara tanpa disadari. Udara yang masuk melalui mulut dapat terkumpul di saluran pencernaan dan menimbulkan rasa penuh pada perut.
Selain itu, mengunyah makanan dengan terburu-buru membuat proses makan menjadi kurang optimal. Kebiasaan ini dapat meningkatkan kemungkinan munculnya sendawa, kentut, dan perut terasa tidak nyaman.
2. Mengonsumsi Makanan yang Menghasilkan Banyak Gas
Jenis makanan yang dikonsumsi juga berpengaruh terhadap produksi gas dalam saluran pencernaan. Beberapa makanan, seperti kacang-kacangan, kubis, brokoli, bawang, dan lentil, mengandung karbohidrat tertentu yang tidak sepenuhnya dicerna di usus halus.
Sisa karbohidrat tersebut kemudian difermentasi oleh bakteri di usus besar sehingga menghasilkan gas. Pada orang yang sensitif terhadap makanan tertentu, proses ini dapat menyebabkan perut terasa lebih kembung.
3. Mengalami Intoleransi Laktosa
Sebagian orang memiliki kesulitan mencerna laktosa, yaitu gula alami yang terdapat dalam susu dan produk olahannya. Kondisi ini dikenal sebagai intoleransi laktosa.
Hal tersebut terjadi ketika tubuh tidak menghasilkan enzim laktase dalam jumlah yang cukup untuk memecah laktosa. Akibatnya, laktosa yang tidak tercerna dapat difermentasi oleh bakteri usus dan menimbulkan gas.
Gejalanya dapat berupa perut kembung, sakit perut, sering kentut, hingga diare setelah mengonsumsi susu atau produk yang mengandung laktosa.
4. Kurang Lancar Buang Air Besar
Sembelit atau konstipasi juga menjadi salah satu penyebab seseorang mudah mengalami perut kembung. Ketika feses bergerak terlalu lambat melalui usus besar, proses pengeluaran kotoran menjadi lebih sulit.
Penumpukan feses dapat membuat perut terasa penuh, tidak nyaman, dan terkadang disertai peningkatan gas. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh kurangnya asupan serat, minim minum air putih, serta kurangnya aktivitas fisik.
5. Memiliki Sistem Pencernaan yang Lebih Sensitif
Setiap orang mempunyai tingkat sensitivitas saluran pencernaan yang berbeda. Sebagian orang dapat merasakan kembung meskipun jumlah gas dalam usus sebenarnya tidak terlalu banyak.
Hal ini dapat berkaitan dengan sensitivitas saraf pada saluran pencernaan atau gangguan interaksi antara otak dan usus. Akibatnya, perubahan kecil dalam aktivitas pencernaan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman yang lebih kuat.
6. Mengalami Irritable Bowel Syndrome (IBS)
Irritable Bowel Syndrome atau IBS merupakan gangguan pada interaksi otak dan usus yang dapat memengaruhi aktivitas saluran pencernaan. Kondisi ini sering ditandai dengan sakit perut berulang, perut kembung, serta perubahan kebiasaan buang air besar.
Penderita IBS dapat mengalami diare, sembelit, atau keduanya secara bergantian. Gejalanya juga bisa dipicu oleh makanan tertentu, stres, dan perubahan pola hidup.
7. Terlalu Sering Mengonsumsi Minuman Bersoda
Minuman bersoda mengandung karbon dioksida yang menghasilkan gelembung gas. Ketika diminum, sebagian gas tersebut dapat masuk ke saluran pencernaan dan menyebabkan perut terasa penuh.
Jika dikonsumsi terlalu sering atau dalam jumlah banyak, minuman berkarbonasi dapat meningkatkan keluhan sendawa dan kembung, terutama pada orang yang sensitif terhadap gas.
8. Pengaruh Perubahan Hormon
Perubahan hormon juga dapat memengaruhi kondisi pencernaan, terutama pada perempuan menjelang menstruasi. Perubahan kadar hormon selama siklus menstruasi dapat memengaruhi pergerakan usus dan menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan.
Akibatnya, sebagian perempuan mengalami perut terasa penuh, membesar, atau tidak nyaman menjelang dan selama menstruasi. Kondisi ini umumnya bersifat sementara.
Cara Mengurangi Risiko Perut Kembung
Ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat membantu mengurangi keluhan perut kembung, antara lain:
- Makan secara perlahan dan mengunyah makanan dengan baik.
- Membatasi minuman bersoda jika memicu kembung.
- Mengurangi makanan yang terbukti menjadi pemicu keluhan.
- Memenuhi kebutuhan cairan setiap hari.
- Mengonsumsi serat secara cukup dan bertahap.
- Melakukan aktivitas fisik secara rutin.
- Menghindari makan dalam porsi terlalu besar sekaligus.
- Mencatat jenis makanan yang sering menimbulkan keluhan.
Apabila perut kembung terjadi terus-menerus, semakin parah, atau disertai sakit perut hebat, muntah, darah pada tinja, maupun penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Kesimpulan
Sebagian orang lebih mudah mengalami perut kembung karena memiliki kebiasaan makan, sensitivitas makanan, dan kondisi pencernaan yang berbeda. Faktor seperti makan terlalu cepat, intoleransi laktosa, sembelit, konsumsi minuman bersoda, hingga IBS dapat menjadi pemicunya. Memahami penyebab yang mendasari keluhan menjadi langkah penting agar perut kembung dapat ditangani dengan tepat.
Next News

Apakah Nasi Merah Cocok Dikonsumsi Setiap Hari? Kenali Manfaat dan Hal yang Perlu Diperhatikan
in 6 hours

Fungsi Lensa Kamera dan Pengaruhnya terhadap Kualitas serta Tampilan Gambar
in 6 hours

Demam Berkepanjangan dan Pentingnya Mengetahui Penyebabnya, Jangan Dianggap Sepele
in 6 hours

Cara Membedakan Gusi Bengkak Biasa dan Abses Gigi, Kenali Gejala serta Risikonya
in 6 hours

Zona Laut Lepas, Wilayah Samudra Luas yang Menjadi Habitat Berbagai Hewan Raksasa
in 6 hours

Sungai Yangtze, Aliran Air Terpanjang di Asia yang Menjadi Sumber Kehidupan Jutaan Orang
in 6 hours

Saraf Terjepit dan Dampaknya terhadap Aktivitas Sehari-hari
in 6 hours

Kelelahan Fisik dan Mental, Kenali Perbedaan Gejala serta Cara Mengatasinya
in 6 hours

Peran Vitamin D dalam Mendukung Fungsi Kekebalan Tubuh dan Menjaga Daya Tahan
in 5 hours

Lemak Perut dan Lemak Paha, Kenali Perbedaan Jenis dan Dampaknya bagi Kesehatan
in 5 hours





