Selasa, 3 November 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Demam Berkepanjangan dan Pentingnya Mengetahui Penyebabnya, Jangan Dianggap Sepele

Tata - Tuesday, 03 November 2026 | 09:16 AM

Background
Demam Berkepanjangan dan Pentingnya Mengetahui Penyebabnya, Jangan Dianggap Sepele

Demam merupakan salah satu tanda bahwa tubuh sedang merespons gangguan kesehatan. Kondisi ini biasanya ditandai dengan peningkatan suhu tubuh hingga 38°C atau lebih, yang dapat disertai menggigil, berkeringat, sakit kepala, dan tubuh terasa lemas.

Pada umumnya, demam akibat infeksi ringan dapat membaik dalam beberapa hari. Namun, jika suhu tubuh terus meningkat, demam tidak kunjung turun, atau sering muncul kembali, kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian. Demam berkepanjangan dapat berkaitan dengan berbagai penyakit sehingga penyebabnya perlu diketahui melalui pemeriksaan medis.

1. Infeksi Virus Dapat Menyebabkan Demam Berkepanjangan

Salah satu penyebab demam yang paling umum adalah infeksi virus. Ketika virus masuk ke dalam tubuh, sistem kekebalan akan memberikan respons untuk melawan mikroorganisme tersebut. Proses ini dapat memicu peningkatan suhu tubuh.

Beberapa infeksi virus, seperti influenza dan infeksi saluran pernapasan lainnya, dapat menyebabkan demam yang disertai batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan nyeri otot. Lama demam bergantung pada jenis infeksi serta kondisi kesehatan masing-masing orang.



2. Infeksi Bakteri Membutuhkan Penanganan yang Tepat

Selain virus, infeksi bakteri juga dapat menyebabkan demam yang berlangsung cukup lama. Bakteri dapat menyerang berbagai bagian tubuh, seperti saluran kemih, paru-paru, kulit, maupun organ pencernaan.

Contohnya adalah infeksi saluran kemih, pneumonia, dan demam tifoid. Gejala yang muncul dapat berbeda-beda, bergantung pada lokasi infeksi. Pada beberapa kondisi, infeksi bakteri membutuhkan pengobatan khusus, termasuk antibiotik yang diberikan berdasarkan pemeriksaan dokter.

3. Tuberkulosis Dapat Menimbulkan Demam yang Berulang

Tuberkulosis atau TBC merupakan penyakit infeksi akibat bakteri Mycobacterium tuberculosis yang paling sering menyerang paru-paru. Salah satu gejala yang dapat muncul adalah demam ringan yang berlangsung lama atau lebih sering terasa pada sore dan malam hari.



Selain demam, penderita TBC dapat mengalami batuk berkepanjangan, berkeringat pada malam hari, kehilangan nafsu makan, dan penurunan berat badan. Apabila mengalami kombinasi gejala tersebut, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

4. Demam Berdarah Dapat Menyebabkan Demam Tinggi

Demam berdarah dengue merupakan penyakit akibat infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes. Penyakit ini dapat menyebabkan demam tinggi secara mendadak, sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, serta mual.

Demam pada dengue umumnya berlangsung beberapa hari. Namun, kondisi pasien justru dapat memburuk ketika demam mulai turun, terutama jika memasuki fase kritis. Karena itu, penurunan suhu tubuh tidak selalu berarti penyakit telah sembuh.

Nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, perdarahan, tubuh terasa sangat lemas, dan sulit minum merupakan tanda bahaya yang memerlukan pemeriksaan segera.



5. Gangguan Autoimun dan Peradangan Juga Bisa Menjadi Penyebab

Tidak semua demam berkepanjangan disebabkan oleh infeksi. Beberapa penyakit autoimun dapat membuat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh sendiri sehingga memicu peradangan.

Contohnya adalah lupus dan rheumatoid arthritis. Pada kondisi tertentu, penyakit tersebut dapat disertai demam berulang, nyeri sendi, kelelahan, serta keluhan lain yang bergantung pada organ yang mengalami peradangan.

Oleh karena itu, demam yang tidak diketahui penyebabnya tidak selalu dapat diatasi hanya dengan obat penurun panas.

6. Efek Samping Obat Tertentu Dapat Memicu Demam



Beberapa jenis obat juga dapat menimbulkan reaksi berupa peningkatan suhu tubuh. Kondisi ini dikenal sebagai demam akibat obat atau drug fever.

Reaksi tersebut dapat terjadi karena respons tubuh terhadap kandungan obat tertentu. Beberapa obat antibiotik, obat untuk kejang, dan obat lainnya dapat menjadi pemicunya.

Jika demam muncul setelah memulai pengobatan tertentu, informasi tersebut perlu disampaikan kepada dokter. Jangan menghentikan obat resep secara sepihak tanpa mendapatkan arahan tenaga medis.

7. Demam Berkepanjangan Tidak Boleh Hanya Ditangani dengan Obat Penurun Panas

Obat penurun panas seperti parasetamol dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan akibat demam. Namun, obat tersebut tidak selalu mengatasi penyebab utama peningkatan suhu tubuh.



Jika demam terus berulang, seseorang perlu menjalani pemeriksaan untuk mengetahui sumber masalahnya. Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan menyarankan tes darah, pemeriksaan urine, foto rontgen dada, atau pemeriksaan lain sesuai gejala yang ditemukan.

Dengan mengetahui penyebabnya, pengobatan dapat diberikan secara lebih tepat daripada hanya berusaha menurunkan suhu tubuh sementara.

Gejala yang Perlu Diwaspadai Saat Mengalami Demam Berkepanjangan

Demam yang berlangsung lama perlu diperhatikan, terutama jika disertai keluhan lain. Beberapa tanda yang sebaiknya tidak diabaikan meliputi:

  • Demam tidak membaik setelah beberapa hari.
  • Berat badan menurun tanpa alasan yang jelas.
  • Keringat berlebihan pada malam hari.
  • Batuk yang berlangsung lama.
  • Tubuh terasa sangat lemas.
  • Nafsu makan menurun.
  • Muncul ruam atau bintik kemerahan pada kulit.
  • Nyeri pada bagian tubuh tertentu.

Jika demam disertai sesak napas, kejang, kebingungan, penurunan kesadaran, sakit kepala hebat, atau leher kaku, segera cari pertolongan medis darurat. Pada bayi berusia tiga bulan atau lebih muda, suhu 38°C atau lebih juga membutuhkan pemeriksaan segera.

Cara Menangani Demam dengan Tepat

Beberapa langkah berikut dapat membantu menjaga kondisi tubuh selama mengalami demam:



  1. Memperbanyak minum air putih untuk membantu mencegah dehidrasi akibat peningkatan suhu tubuh.
  2. Mencukupi waktu istirahat agar tubuh memiliki kesempatan untuk memulihkan diri.
  3. Mengonsumsi makanan bergizi sesuai kemampuan makan selama sakit.
  4. Memantau suhu tubuh menggunakan termometer agar perubahan suhu dapat diketahui.
  5. Menggunakan obat penurun panas sesuai aturan apabila diperlukan dan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
  6. Melakukan pemeriksaan medis jika demam berlangsung lebih dari tiga hari, semakin parah, atau disertai gejala yang mengkhawatirkan.

Penggunaan antibiotik tidak boleh dilakukan sembarangan karena obat tersebut hanya digunakan untuk menangani infeksi bakteri tertentu, bukan infeksi virus.

KESIMPULAN

Demam berkepanjangan bukanlah penyakit tersendiri, melainkan gejala yang dapat menunjukkan adanya gangguan kesehatan di dalam tubuh. Penyebabnya beragam, mulai dari infeksi virus, infeksi bakteri, tuberkulosis, demam berdarah, hingga penyakit peradangan dan reaksi obat. Mengetahui penyebab demam melalui pemeriksaan medis sangat penting agar pengobatan dapat diberikan secara tepat. Jangan hanya mengandalkan obat penurun panas apabila demam terus berulang atau tidak kunjung membaik.