Mengapa Nafsu Makan Hilang Saat Sakit? Ini Penjelasan dan Cara Mengatasinya
Liaa - Monday, 01 June 2026 | 12:05 PM


Saat tubuh terserang penyakit, banyak orang mengalami gejala yang sama: makanan favorit yang biasanya menggugah selera tiba-tiba terasa tidak menarik.
Bahkan, hanya membayangkan makanan saja bisa membuat mual. Kondisi ini sering terjadi baik saat mengalami flu, demam, maupun gangguan pencernaan.
Ternyata, hilangnya nafsu makan saat sakit bukan sekadar perasaan atau sugesti. Ada mekanisme biologis yang memang membuat tubuh mengurangi keinginan untuk makan ketika sedang melawan infeksi.
Tubuh mengalihkan energi untuk melawan penyakit
Menurut para ahli, ketika seseorang sakit, tubuh memasuki kondisi yang bisa disebut sebagai "mode pertempuran". Sistem kekebalan bekerja lebih keras untuk melawan virus, bakteri, atau parasit yang menyerang. Dalam kondisi tersebut, tubuh mengalihkan energi dari fungsi yang dianggap tidak terlalu penting, seperti proses pencernaan, untuk mendukung kerja sistem imun. Akibatnya, aktivitas pencernaan melambat dan rasa lapar pun berkurang.
Selain itu, otak juga mampu mendeteksi adanya infeksi dalam tubuh dan meresponsnya dengan mengurangi stimulasi yang memicu rasa lapar.
Mengapa nafsu makan hilang saat flu atau demam?
Kehilangan nafsu makan tidak hanya terjadi saat mengalami sakit perut atau diare. Banyak orang juga mengalaminya ketika terserang flu, pilek, atau infeksi saluran pernapasan.
Salah satu penyebabnya adalah perubahan keseimbangan hormon yang mengatur rasa lapar, seperti ghrelin dan leptin. Saat sakit, produksi kedua hormon tersebut dapat terganggu.
Menariknya, sejumlah penelitian pada hewan menunjukkan bahwa penurunan hormon ghrelin justru dapat membantu sistem kekebalan bekerja lebih efektif dalam melawan infeksi.
Selain itu, infeksi juga sering memengaruhi indra penciuman dan perasa. Makanan yang biasanya lezat bisa terasa hambar atau bahkan tidak enak, sehingga keinginan untuk makan semakin berkurang.
Apa yang harus dilakukan jika nafsu makan hilang?
1. Prioritaskan asupan cairan
2. Dengarkan sinyal tubuh
3. Mulai dari makanan ringan
4. Pilih makanan bergizi
Next News

Benarkah Memakai Baju Hijau di Pantai Selatan Bisa Diseret Nyi Roro Kidul? Mitos atau Fakta?
in 7 hours

Mengenal Radicchio, Sayuran Ungu Kaya Nutrisi dengan Rasa Khas
in 7 hours

Sarapan yang Berminyak, Bolehkah Dikonsumsi Setiap Hari?
in 7 hours

Apakah Nasi Goreng Baik atau Sehat untuk Kesehatan?
in 7 hours

Ketahui 5 Manfaat Daun Kenikir untuk Kesehatan
in 7 hours

3 Manfaat Bunga Pepaya bagi Kesehatan dan Cara Mengolahnya
in 6 hours

Manfaat Buah Salju dari Bali untuk Kesehatan dan Kecantikan
in 5 hours

Mengenal Buah Carica dan Khasiatnya
in 5 hours

Mengenal Buah Ketapang dan Manfaatnya untuk Kesehatan
in 4 hours

10 Manfaat Sayur Labu Siam untuk Kesehatan, Rendah Kalori dan Kaya Nutrisi
in 4 hours





