Mengapa Logika Cewek Seolah Hilang Saat Fase PMS Melanda?
Liaa - Monday, 06 April 2026 | 04:10 PM


Misteri di Balik Keinginan Marah-Marah dan Menangisi Remahan Kerupuk
Pernah nggak sih kalian, para cowok, ngerasa kayak lagi jalan di atas hamparan ranjau pas lagi ngobrol sama pacar atau temen cewek yang lagi fase "minggu-minggu terakhir"? Salah ngomong dikit, meledak. Nggak ngomong apa-apa, dibilang nggak perhatian. Atau buat kalian para cewek, pernah nggak ngerasa pengen resign dari kehidupan cuma gara-gara abang ojek online lupa bawa saos sambel pesenan kalian? Padahal biasanya kalian itu orangnya chill, logis, dan nggak gampang kesulut emosi.
Selamat datang di dunia ajaib bernama PMS atau Premenstrual Syndrome. Sebuah fase di mana logika seringkali kalah telak sama perasaan yang campur aduk kayak es campur di pinggir jalan. Tapi, kenapa sih sebenarnya mood cewek itu bisa berubah drastis pas lagi PMS? Apakah ini cuma sekadar alasan buat marah-marah, atau emang ada penjelasan ilmiah yang masuk akal di baliknya?
Roller Coaster Hormon yang Lagi Nggak Ada Remnya
Kalau kita mau nyalahin seseorang atau sesuatu, salahkanlah hormon. Tubuh cewek itu setiap bulannya adalah medan perang kimiawi yang sangat sibuk. Pas mau masuk masa menstruasi, kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh cewek bakal terjun bebas alias anjlok. Nah, penurunan drastis ini nggak cuma ngaruh ke sistem reproduksi doang, tapi langsung nyamber ke otak.
Bayangin hormon-hormon ini kayak admin grup WhatsApp yang biasanya rajin moderasi chat biar suasana kondusif. Pas PMS, adminnya tiba-tiba left group. Walhasil? Chat jadi berantakan, hoaks di mana-mana, dan suasana jadi chaos. Penurunan estrogen ini memicu turunnya kadar serotonin, zat kimia di otak yang sering dijuluki sebagai "hormon kebahagiaan".
Pas serotonin ini drop, efeknya nggak main-main. Cewek jadi gampang cemas, susah tidur, nafsu makan meledak (biasanya nyarinya yang micin banget atau yang manis banget), dan yang paling ikonik: gampang sedih atau marah. Jadi, kalau tiba-tiba cewek nangis nonton iklan sirup, itu bukan karena iklannya sedih banget, tapi emang "bahan bakar" bahagianya lagi habis di tangki.
Fisik yang Lagi Disiksa, Mental yang Kegoncang
Nggak cuma soal kimiawi di otak, PMS itu paket lengkap sama penderitaan fisik. Coba bayangin, kalian harus tetap beraktivitas normal, kerja, atau kuliah, sementara perut rasanya kayak lagi diputer-puter di dalam mesin cuci. Kram perut itu nyata, kawan-kawan. Belum lagi payudara yang sensitif dan nyeri kalau kesenggol dikit, pinggang yang rasanya mau copot, sampai jerawat yang tiba-tiba muncul tanpa diundang di jidat.
Coba deh, siapa sih orang yang bisa tetap ramah dan ceria kalau badannya lagi ngerasa nggak enak total? Pas badan lagi pegel dan sakit, toleransi kita terhadap gangguan dari luar itu jadi makin tipis. Suara orang ngunyah kerupuk aja bisa kedengeran kayak suara proyek pembangunan gedung yang berisik banget. Jadi, mood yang nggak menentu itu sebenarnya adalah respon alami dari rasa nggak nyaman yang lagi dialami tubuh.
Efek Domino Overthinking
Ada satu hal lagi yang sering bikin mood makin hancur: overthinking. Karena perubahan hormon tadi, cewek jadi lebih sensitif terhadap stimulasi emosional. Hal-hal kecil yang biasanya bisa dimaafin, pas PMS bakal dianalisis sampai ke akar-akarnya. "Kok dia bales chatnya cuma oke doang? Biasanya oke banget. Apa dia udah bosen sama aku? Apa aku ada salah?"
Pikiran-pikiran liar kayak gini muncul bukan karena sengaja mau cari masalah, tapi karena otak lagi dalam mode "siaga satu". Dalam kondisi ini, perasaan nggak aman alias insecure bakal naik ke permukaan. Jadi, kalau cewek kalian tiba-tiba nanya hal-hal yang menurut kalian aneh atau nggak masuk akal pas lagi PMS, sabar aja. Itu otaknya lagi kena glitch gara-gara hormon.
Kenapa Nggak Semua Cewek Sama?
Mungkin ada yang nanya, "Loh, tapi temenku kalau PMS biasa aja tuh?" Nah, ini dia uniknya manusia. Ambang batas toleransi tiap orang terhadap perubahan hormon itu beda-beda. Ada yang gejalanya ringan banget sampai nggak kerasa, ada yang sedang-sedang aja, tapi ada juga yang sampai kena PMDD (Premenstrual Dysphoric Disorder). PMDD ini versi "pro" dari PMS, di mana gangguannya bisa sangat parah sampai mengganggu fungsi hidup sehari-hari.
Jadi, kita nggak bisa menyamaratakan penderitaan satu orang dengan orang lain. Ada yang cukup dikasih cokelat langsung adem, ada juga yang harus bener-bener menyendiri di kamar gelap sambil dengerin lagu galau biar emosinya terproses dengan baik.
Gimana Cara Ngadepinnya?
Buat kalian para cowok atau teman, kuncinya cuma satu: validasi. Jangan pernah sekali-kali bilang, "Halah, gitu doang kok marah, paling lagi PMS ya?" Kalimat itu adalah pemicu bom atom. Alih-alih nge-judge, mending tawarin makanan atau dengerin aja keluh kesahnya tanpa perlu ngasih solusi yang terlalu teknis. Terkadang, cewek cuma butuh ruang buat ngerasa nggak oke tanpa perlu dihakimi.
Buat kalian para cewek, be kind to yourself. Jangan terlalu keras sama diri sendiri pas lagi ngerasa mood hancur. Kalau emang pengen nangis, nangis aja. Kalau emang pengen makan seblak level 5, silakan (tapi tanggung sendiri akibatnya di perut). Pahami bahwa ini adalah proses biologis yang valid dan bakal lewat dalam beberapa hari.
Kesimpulannya, mood cewek yang nggak menentu pas PMS itu bukan mitos atau drama yang dibuat-buat. Itu adalah kombinasi antara penurunan hormon kebahagiaan, rasa sakit fisik yang nyata, dan otak yang lagi sensitif-sensitifnya. Jadi, daripada bingung kenapa mereka bisa berubah jadi "monster" dalam sekejap, mending kita belajar untuk lebih empati. Karena jujur aja, jadi cewek yang tiap bulan harus ngerasain roller coaster emosi kayak gitu itu capek banget, lho.
Next News

Rahasia Wajah Bak Idol K-Pop di Video Transisi
6 hours ago

Mencukur Alis,Dari Urusan Estetika Sampai Mitos Bisa Liat Tuyul
6 hours ago

Mengapa Nasi di Jepang Terasa Berbeda dengan Nasi di Indonesia?
18 hours ago

Alasan Harus Cuci Tangan Setelah Pegang Uang Kusam Saat Jajan
6 hours ago

Batu Giok Antara Mitos, Hoki, dan Urusan Mistis
6 hours ago

Kamu Spesial! Alasan Unik Bersin Saat Menatap Matahari
6 hours ago

Wajah Gradakan? Kenali Penyebab Beruntusan dan Cara Mengatasinya
6 hours ago

Kisah Paus Nabi Yunus: Benarkah Ia Abadi di Dasar Samudra?
6 hours ago

Kenapa Nggak Disebut Cerita Bohong? Ini Rahasia Kata Dongeng
7 hours ago

Hobi Kretek Jari Saat Stres? Ini Dampaknya Bagi Kesehatan
7 hours ago





