Rabu, 17 Juni 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengapa Hutan Hujan Tropis Disebut Paru-Paru Dunia?

Liaa - Wednesday, 17 June 2026 | 03:06 AM

Background
Mengapa Hutan Hujan Tropis Disebut Paru-Paru Dunia?

Hutan hujan tropis sering dijuluki sebagai "paru-paru dunia" karena perannya yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan kehidupan di Bumi. Kawasan hutan yang lebat ini tidak hanya menjadi rumah bagi jutaan spesies tumbuhan dan hewan, tetapi juga berfungsi membantu menghasilkan oksigen serta menyerap karbon dioksida dari atmosfer.

Julukan tersebut menggambarkan betapa besarnya kontribusi hutan hujan tropis dalam mendukung kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Menghasilkan Oksigen Melalui Fotosintesis

Seperti tumbuhan pada umumnya, pohon-pohon di hutan hujan tropis melakukan proses fotosintesis. Dalam proses ini, tumbuhan menyerap karbon dioksida dari udara dan menggunakan energi matahari untuk menghasilkan makanan.

Sebagai hasil sampingannya, tumbuhan melepaskan oksigen yang dibutuhkan manusia dan hewan untuk bernapas. Karena jumlah pohon yang sangat banyak, hutan hujan tropis berperan besar dalam siklus oksigen di Bumi.

Menyerap Karbon Dioksida

Selain menghasilkan oksigen, hutan hujan tropis juga berfungsi sebagai penyerap karbon dioksida alami. Gas karbon dioksida merupakan salah satu penyebab utama efek rumah kaca yang berkontribusi terhadap pemanasan global.



Pohon-pohon di hutan menyimpan karbon dalam batang, akar, daun, dan tanah, sehingga membantu mengurangi jumlah karbon di atmosfer.

Membantu Mengatur Iklim Global

Hutan hujan tropis berperan penting dalam menjaga kestabilan iklim dunia. Pepohonan yang lebat membantu mengatur suhu udara dan kelembapan melalui proses penguapan air dari daun yang dikenal sebagai transpirasi.

Proses ini membantu pembentukan awan dan memengaruhi pola curah hujan di berbagai wilayah.

Menjadi Habitat Keanekaragaman Hayati

Hutan hujan tropis merupakan salah satu ekosistem terkaya di dunia. Meskipun hanya menutupi sebagian kecil permukaan Bumi, kawasan ini menjadi rumah bagi lebih dari setengah spesies tumbuhan dan hewan yang ada.

Berbagai jenis burung, mamalia, serangga, reptil, hingga tumbuhan langka bergantung pada hutan hujan tropis untuk bertahan hidup.



Menjaga Siklus Air

Akar pohon membantu menyerap dan menyimpan air hujan, sementara daun membantu mengembalikan sebagian air ke atmosfer melalui penguapan. Siklus ini menjaga ketersediaan air bersih dan membantu mencegah kekeringan maupun banjir.

Tanpa hutan yang sehat, keseimbangan siklus air dapat terganggu.

Ancaman terhadap Hutan Hujan Tropis

Sayangnya, hutan hujan tropis menghadapi berbagai ancaman seperti:

  • Penebangan liar.
  • Pembukaan lahan untuk perkebunan.
  • Kebakaran hutan.
  • Pertambangan.
  • Perubahan iklim.

Jika kerusakan hutan terus terjadi, kemampuan hutan dalam menyerap karbon dan menjaga keseimbangan lingkungan akan berkurang.

Hutan Hujan Tropis Terbesar di Dunia

Beberapa hutan hujan tropis terbesar yang terkenal di dunia antara lain:



  • Hutan Amazon di Amerika Selatan.
  • Hutan Kongo di Afrika.
  • Hutan tropis di Pulau Kalimantan dan Sumatra yang menjadi bagian penting dari kekayaan alam Indonesia.

Kesimpulan

Hutan hujan tropis disebut sebagai paru-paru dunia karena kemampuannya menghasilkan oksigen, menyerap karbon dioksida, menjaga siklus air, serta membantu mengatur iklim global. Selain itu, hutan juga menjadi rumah bagi jutaan spesies makhluk hidup. Oleh karena itu, menjaga kelestarian hutan hujan tropis bukan hanya tanggung jawab satu negara, tetapi menjadi kepentingan seluruh umat manusia demi masa depan Bumi yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Tags