Mengapa Handuk Bisa Berbau Tidak Sedap Meski Baru Dicuci? Ini Penyebabnya
icaa - Saturday, 10 October 2026 | 02:08 PM


Handuk merupakan perlengkapan sehari-hari yang digunakan untuk mengeringkan tubuh setelah mandi. Karena sering terkena air dan bersentuhan langsung dengan kulit, handuk perlu dicuci secara rutin agar tetap bersih dan nyaman digunakan.
Namun, sebagian orang mungkin pernah mengalami handuk yang masih berbau tidak sedap meskipun baru selesai dicuci. Aroma yang muncul bisa berupa bau apek, lembap, atau menyerupai kain yang terlalu lama disimpan dalam keadaan basah.
Kondisi ini tidak selalu berarti proses pencucian gagal sepenuhnya. Ada beberapa faktor yang dapat membuat bau tetap bertahan, mulai dari proses pengeringan hingga kebersihan mesin cuci yang digunakan.
1. Handuk Tidak Kering Sepenuhnya
Salah satu penyebab paling umum handuk berbau tidak sedap adalah kondisi kain yang masih lembap setelah dicuci.
Handuk memiliki daya serap air yang tinggi sehingga dapat menyimpan banyak kelembapan di antara serat-seratnya. Jika handuk tidak dikeringkan dengan baik, air yang tertinggal membuat kain membutuhkan waktu lebih lama untuk benar-benar kering.
Kondisi lembap yang berlangsung lama dapat mendukung aktivitas mikroorganisme yang menimbulkan aroma tidak sedap. Akibatnya, handuk bisa tetap berbau meskipun sudah melalui proses pencucian.
Untuk mengatasinya, jemur handuk di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik. Jika memungkinkan, pilih lokasi yang terkena sinar matahari. Pastikan seluruh bagian handuk kering sebelum dilipat dan disimpan.
2. Penumpukan Residu Deterjen dan Pelembut Pakaian
Penggunaan deterjen yang terlalu banyak tidak selalu membuat handuk menjadi lebih bersih. Sebaliknya, deterjen yang tidak terbilas dengan sempurna dapat meninggalkan residu pada serat kain.
Residu tersebut dapat bercampur dengan minyak tubuh, sel kulit mati, dan kotoran yang menempel pada handuk. Dalam jangka panjang, penumpukan ini bisa membuat kain terasa kurang nyaman, lebih sulit menyerap air, dan mudah mempertahankan aroma yang tidak sedap.
Penggunaan pelembut pakaian secara berlebihan juga dapat meninggalkan lapisan pada serat handuk sehingga daya serapnya berkurang.
Karena itu, gunakan deterjen sesuai petunjuk pada kemasan dan sesuaikan jumlahnya dengan banyaknya cucian serta kapasitas mesin. Jika handuk terasa licin atau masih berbau setelah dicuci, periksa apakah proses pembilasan sudah berjalan dengan baik.
3. Mesin Cuci Kurang Bersih
Handuk yang dicuci menggunakan mesin cuci belum tentu terbebas dari bau jika bagian dalam mesin menyimpan kotoran.
Sisa deterjen, serat kain, minyak, dan kelembapan dapat menumpuk pada tabung, laci deterjen, karet pintu, atau bagian lain mesin cuci. Dalam kondisi tertentu, penumpukan tersebut dapat menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme yang menimbulkan aroma tidak sedap.
Bau dari mesin kemudian bisa berpindah ke pakaian atau handuk yang sedang dicuci.
Untuk mencegahnya, bersihkan mesin cuci secara berkala sesuai petunjuk produsen. Periksa juga laci deterjen dan karet pintu jika menggunakan mesin cuci bukaan depan. Setelah selesai digunakan, biarkan bagian dalam mesin mengering dengan membuka pintu atau tutupnya jika aman dilakukan.
4. Handuk Terlalu Lama Berada di Dalam Mesin Cuci
Setelah proses pencucian selesai, sebaiknya handuk segera dikeluarkan dari mesin cuci.
Handuk yang dibiarkan terlalu lama dalam keadaan basah berada di lingkungan yang lembap dan minim sirkulasi udara. Kondisi tersebut dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme dan memunculkan bau apek.
Jika handuk sudah telanjur berbau setelah tertinggal di dalam mesin, mencucinya kembali dengan jumlah deterjen yang tepat dapat membantu menghilangkan kotoran dan sumber bau. Setelah itu, segera keringkan hingga benar-benar tidak lembap.
Kebiasaan sederhana ini penting, terutama jika cucian dilakukan pada malam hari atau ketika cuaca sedang hujan.
5. Handuk Disimpan di Tempat yang Lembap
Handuk yang sudah kering pun bisa kembali berbau jika disimpan di tempat yang lembap.
Lemari tertutup yang memiliki sirkulasi udara buruk, rak di dekat kamar mandi, atau tumpukan kain yang terlalu padat dapat membuat kelembapan sulit menghilang. Jika handuk menyerap kelembapan dari lingkungan, aroma apek bisa muncul kembali.
Sebaiknya simpan handuk dalam kondisi benar-benar kering di lemari yang bersih dan tidak lembap. Hindari menumpuk handuk secara berlebihan agar udara tetap dapat bersirkulasi.
Handuk yang baru digunakan juga sebaiknya digantung hingga kering sebelum dimasukkan ke keranjang cucian atau ditumpuk bersama handuk lainnya.
6. Handuk Jarang Dicuci atau Terlalu Lama Digunakan
Handuk digunakan untuk menyerap air sekaligus mengangkat sisa keringat, minyak tubuh, dan sel kulit mati. Jika digunakan berkali-kali tanpa dicuci, berbagai bahan tersebut dapat menumpuk pada serat kain.
Penumpukan kotoran dan kelembapan dapat memicu timbulnya bau tidak sedap. Kondisi ini semakin mudah terjadi apabila handuk selalu digantung di ruangan yang pengap dan tidak cepat kering.
Frekuensi pencucian perlu disesuaikan dengan seberapa sering handuk digunakan, kondisi lingkungan, dan seberapa cepat handuk mengering. Handuk yang digunakan setiap hari sebaiknya dicuci secara teratur dan tidak dibiarkan lembap dalam waktu lama.
Handuk yang digunakan oleh orang sakit atau terkena cairan tubuh tertentu juga perlu mendapat perhatian khusus dan dicuci sesuai kebutuhan kebersihannya.
7. Air Cucian atau Proses Pembilasan Kurang Optimal
Kualitas air dan proses pembilasan juga dapat memengaruhi hasil pencucian handuk.
Air dengan kandungan mineral yang tinggi dapat membuat sebagian deterjen kurang efektif dan meninggalkan endapan pada kain. Selain itu, mesin cuci yang terlalu penuh dapat membuat air dan deterjen tidak bersirkulasi dengan baik sehingga kotoran lebih sulit terangkat.
Jika pembilasan tidak optimal, sisa deterjen dan kotoran dapat tertinggal pada handuk dan berkontribusi terhadap munculnya aroma yang kurang segar.
Untuk mengurangi risiko tersebut, jangan mengisi mesin cuci melebihi kapasitas yang dianjurkan. Pilih program pencucian yang sesuai dan gunakan pembilasan tambahan apabila diperlukan serta tersedia pada mesin.
Cara Menghilangkan Bau Tidak Sedap pada Handuk
Jika handuk sudah telanjur berbau, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasinya.
Pertama, cuci kembali handuk menggunakan deterjen dalam jumlah yang sesuai. Pisahkan handuk dari cucian yang sangat kotor agar proses pencucian lebih optimal.
Kedua, pastikan mesin cuci dalam keadaan bersih dan tidak terlalu penuh. Jika bau berasal dari mesin, mencuci ulang tanpa membersihkan sumber masalah mungkin tidak memberikan hasil yang bertahan lama.
Ketiga, keringkan handuk sampai seluruh bagian kain benar-benar kering. Pengeringan dengan sirkulasi udara yang baik dapat membantu mengurangi kelembapan yang mendukung timbulnya bau.
Keempat, hindari penggunaan pewangi atau pelembut secara berlebihan untuk sekadar menutupi aroma apek. Produk tersebut tidak selalu menghilangkan sumber bau dan bahkan dapat meninggalkan residu pada serat kain.
Jika bau tetap bertahan setelah dicuci ulang, periksa label perawatan handuk dan pertimbangkan untuk membersihkan mesin cuci. Jangan mencampurkan pemutih berbahan klorin dengan cuka, amonia, atau bahan pembersih lain karena campuran tersebut dapat menghasilkan gas berbahaya.
Next News

Udara Dingin Bisa Memicu Keluhan Sinus pada Sebagian Orang, Ini Penjelasannya
in 6 hours

Menggigil Setelah Operasi, Apakah Kondisi Ini Berkaitan dengan Obat Bius?
in 6 hours

Faktor Keturunan Bisa Memengaruhi Risiko Diabetes, Seberapa Besar Perannya?
in 6 hours

Mengapa Daging Buah Melon Bisa Terasa Hambar Meski Sudah Matang?
in 6 hours

Mitos atau Fakta, Air Es Bisa Membekukan Lemak di Dalam Perut?
in 6 hours

Daun Jambu Biji Muda dan Tua, Apakah Kandungan Senyawanya Berbeda?
in 6 hours

Daun Jambu Biji Muda dan Tua, Apakah Kandungan Senyawanya Berbeda?
in 6 hours

Mitos atau Fakta, Mengoleskan Madu Bisa Membantu Meredakan Bibir Kering?
in 5 hours

Mengapa Keinginan Pipis Bisa Tiba-Tiba Hilang Setelah Ditahan? Ini Penjelasannya
in 5 hours

Tiba-Tiba Linglung Saat Beraktivitas, Apa yang Bisa Menyebabkan Kondisi Ini?
in 5 hours





