Minggu, 11 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Faktor Keturunan Bisa Memengaruhi Risiko Diabetes, Seberapa Besar Perannya?

Tata - Sunday, 11 October 2026 | 02:05 PM

Background
Faktor Keturunan Bisa Memengaruhi Risiko Diabetes, Seberapa Besar Perannya?

Diabetes merupakan penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar gula atau glukosa dalam darah. Kondisi ini dapat terjadi ketika tubuh tidak menghasilkan insulin dalam jumlah yang cukup atau tidak mampu menggunakan insulin secara efektif.

Salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko diabetes adalah riwayat penyakit dalam keluarga. Seseorang yang memiliki orang tua atau saudara kandung dengan diabetes mungkin mempunyai risiko lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak memiliki riwayat serupa.

Namun, apakah diabetes benar-benar diwariskan dari orang tua kepada anak? Seberapa besar pengaruh faktor keturunan terhadap kemungkinan seseorang mengalami penyakit ini?

Apakah Diabetes Bisa Diturunkan melalui Keturunan?

Faktor genetik memang berperan dalam risiko diabetes, terutama diabetes melitus tipe 2. Gen tertentu dapat memengaruhi kemampuan tubuh memproduksi insulin, merespons insulin, dan menjaga keseimbangan gula darah.

Namun, diabetes bukanlah penyakit yang selalu diturunkan secara langsung dari orang tua kepada anak. Risiko seseorang dipengaruhi oleh gabungan berbagai faktor genetik, lingkungan, dan kebiasaan sehari-hari.



Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), riwayat keluarga merupakan salah satu faktor risiko diabetes tipe 2, bersama dengan kelebihan berat badan, bertambahnya usia, dan kurangnya aktivitas fisik.

Artinya, seseorang yang memiliki orang tua dengan diabetes memang perlu lebih memperhatikan kesehatannya. Meski demikian, riwayat keluarga tidak berarti diabetes pasti akan dialami pada kemudian hari.

Sebaliknya, seseorang yang tidak memiliki keluarga dengan diabetes juga tetap bisa mengalami penyakit ini karena faktor risiko lainnya.

Seberapa Besar Pengaruh Faktor Keturunan terhadap Risiko Diabetes?

Besar pengaruh faktor keturunan dapat berbeda pada setiap orang. Penelitian yang dirangkum oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menunjukkan bahwa orang dengan riwayat keluarga diabetes dapat memiliki risiko sekitar dua hingga enam kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak memiliki riwayat tersebut. Angka ini merupakan rentang hasil penelitian pada populasi tertentu, bukan perkiraan pasti untuk setiap individu.

Tingkat risiko dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, termasuk hubungan kekerabatan dengan anggota keluarga yang mengalami diabetes, jumlah anggota keluarga yang terdampak, serta faktor kesehatan dan lingkungan.



Seseorang yang memiliki kedua orang tua dengan diabetes tipe 2 umumnya perlu memberikan perhatian lebih terhadap risiko kesehatannya dibandingkan seseorang tanpa riwayat keluarga. Namun, angka risiko individual tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan informasi tersebut.

Perlu dipahami pula bahwa peningkatan risiko beberapa kali lipat tidak sama dengan kepastian akan mengalami diabetes. Risiko relatif menunjukkan perbandingan dengan kelompok lain, sedangkan kemungkinan seseorang benar-benar terkena penyakit bergantung pada berbagai faktor tambahan.

Perbedaan Pengaruh Keturunan pada Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2

Diabetes memiliki beberapa jenis dengan mekanisme yang berbeda. Karena itu, peran faktor keturunan juga tidak sepenuhnya sama pada setiap jenisnya.

Pada diabetes tipe 1, sistem kekebalan tubuh menyerang sel pankreas yang menghasilkan insulin. Faktor genetik dapat meningkatkan kerentanan terhadap proses tersebut, tetapi faktor keturunan bukan satu-satunya unsur yang terlibat. Memiliki orang tua atau saudara kandung dengan diabetes tipe 1 meningkatkan risiko, meskipun sebagian besar orang dengan riwayat keluarga tidak otomatis mengalami penyakit ini.

Sementara itu, diabetes tipe 2 berkaitan dengan gangguan respons tubuh terhadap insulin dan ketidakmampuan pankreas memenuhi kebutuhan insulin secara memadai. Jenis ini dipengaruhi oleh interaksi antara banyak gen, pola hidup, dan lingkungan.



Riwayat keluarga diabetes tipe 2 menjadi penting karena anggota keluarga bisa memiliki kerentanan genetik sekaligus kebiasaan sehari-hari yang serupa, seperti pola makan, aktivitas fisik, dan lingkungan tempat tinggal.

Dengan demikian, diabetes tipe 1 dan tipe 2 sama-sama dapat melibatkan faktor keturunan, tetapi proses terjadinya berbeda. Risiko pada keduanya tidak dapat dinilai dengan cara yang sepenuhnya sama.

Mengapa Gaya Hidup Tetap Berperan Penting?

Walaupun faktor keturunan tidak dapat diubah, sejumlah faktor risiko diabetes tipe 2 masih dapat dikelola. Salah satunya adalah kebiasaan sehari-hari yang memengaruhi berat badan, sensitivitas insulin, dan metabolisme tubuh.

Pola makan yang tidak seimbang, kurang aktivitas fisik, serta kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Sebaliknya, kebiasaan yang lebih sehat dapat membantu menurunkan risiko atau menunda munculnya penyakit pada orang yang memiliki faktor risiko.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:



Mengatur pola makan. Konsumsi makanan dengan gizi seimbang, termasuk sayuran, buah utuh, sumber protein, dan makanan tinggi serat. Batasi konsumsi minuman manis serta makanan yang tinggi gula tambahan secara berlebihan.

Melakukan aktivitas fisik secara teratur. Berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau aktivitas lain yang sesuai dengan kondisi tubuh dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan menjaga kesehatan metabolisme.

Menjaga berat badan yang sehat. Bagi orang dengan berat badan berlebih, perubahan berat badan secara bertahap melalui pola makan dan aktivitas fisik yang sesuai dapat membantu mengurangi risiko diabetes tipe 2.

Memperhatikan kualitas tidur. Tidur yang cukup dan teratur mendukung kesehatan secara keseluruhan, termasuk proses metabolisme tubuh.

Kebiasaan tersebut bukan jaminan bahwa seseorang tidak akan pernah mengalami diabetes. Namun, langkah-langkah ini dapat membantu mengendalikan faktor risiko yang masih bisa diubah.



Kapan Seseorang dengan Riwayat Keluarga Perlu Memeriksa Gula Darah?

Orang yang memiliki orang tua atau saudara kandung dengan diabetes sebaiknya lebih memperhatikan faktor risiko kesehatannya. Pemeriksaan gula darah dapat membantu mendeteksi gangguan pengaturan gula darah sebelum muncul gejala yang jelas.

Risiko menjadi semakin penting untuk dievaluasi apabila riwayat keluarga disertai kelebihan berat badan, kurang aktivitas fisik, tekanan darah tinggi, atau faktor risiko lainnya.

Pemeriksaan yang dapat dipertimbangkan bersama tenaga kesehatan antara lain pemeriksaan glukosa darah puasa dan HbA1c. Tes yang sesuai serta waktu pemeriksaan bergantung pada usia, kondisi kesehatan, dan faktor risiko masing-masing orang.

Hal ini perlu diperhatikan karena diabetes tipe 2 dapat berkembang secara bertahap tanpa gejala yang mudah dikenali. Sebagian orang baru mengetahui kadar gula darahnya tinggi setelah menjalani pemeriksaan.

Jika muncul gejala seperti sering buang air kecil, mudah haus, mudah lapar, kelelahan tanpa sebab yang jelas, atau penurunan berat badan yang tidak direncanakan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.



Apakah Seseorang Bisa Terhindar dari Diabetes Meski Memiliki Riwayat Keturunan?

Memiliki riwayat keluarga bukan berarti seseorang tidak mempunyai kesempatan untuk menjaga kesehatannya. Meskipun faktor genetik tidak dapat dihilangkan, seseorang tetap dapat mengelola faktor risiko yang berkaitan dengan gaya hidup dan melakukan deteksi dini.

Langkah pertama adalah mengetahui riwayat kesehatan keluarga secara lebih jelas, misalnya siapa anggota keluarga yang mengalami diabetes dan pada usia berapa penyakit tersebut terdiagnosis. Informasi ini dapat membantu tenaga kesehatan menilai kebutuhan pemeriksaan.

Langkah berikutnya adalah membangun kebiasaan sehat secara konsisten, bukan hanya ketika kadar gula darah mulai meningkat. Pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, serta pemeriksaan sesuai kebutuhan merupakan bagian penting dari upaya pencegahan.

Jadi, faktor keturunan memang memiliki peran berarti dalam meningkatkan risiko diabetes, terutama tipe 2. Namun, pengaruhnya tidak bekerja sendirian. Kombinasi faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup menentukan risiko seseorang. Riwayat keluarga sebaiknya menjadi alasan untuk lebih waspada dan melakukan pencegahan, bukan alasan untuk menganggap diabetes pasti terjadi.